Di Antara Perbatasan Senja

Di Antara Perbatasan Senja
Diary


__ADS_3

Jehan kembali membaca buku itu, tadinya dia ingin berhenti, namun karena rasa penasaran yang tinggi, Jehan memilih nekat menyelesaikan isi dari buku itu.


~Lembar ketiga


Pagi ini Dion kembali menganggu ku, entah apa yang laki-laki itu mau. Seolah tak membiarkan aku tenang berada di sekolah itu. Dia akan terus saja membuat posisi ku susah.


Bahkan laki-laki itu menendang sepeda milikku, lalu menginjak tanganku, awalnya aku ingin memukul laki-laki itu, namun saat akan bangkit dari jatuh ku, aku melihat Dion sudah terlempar. Saat melihat siapa yang sudah menendang Dion, aku kembali tertegun.


Ya, gadis ku kembali datang, tanpa rasa takut sama sekali. Bahkan dia berkata dengan suara keras seolah sedang marah, wajahnya nya pun memerah, entah apa yang membuat nya marah.


Aku termenung, begitu kagum dengan keberanian gadis di dekat ku itu, sampai aku tak sadar ketika Dion menendang tubuhku, hingga kepala ku membentur lantai cukup keras, terbukti saat darah keluar dari kepala ku, rasanya sedikit pusing, meski tidak terlalu sakit.


Aku mendongak, mencoba melihat ekspresi Jehan, dan gadis itu terlihat sangat marah, gadis itu mendekat lalu membantu ku berdiri. Membawa ku pergi dari sekumpulan geng Dion.


Ternyata Jehan membawa ku ke kantin, tak lama gadis itu mengambil kotak obat di tas ransel nya.


Gadis itu mengomel sambil mengobati tangan ku yang tadi di injak Dion, sikap yang Jehan tunjukkan selalu mampu membuat hatiku bergetar.


_____________________________________________


"Apa mungkin kamu adalah laki-laki yang aku cari Ken" air mata Jehan kembali mengalir, tiga lembar buku yang dia baca sudah cukup memperjelas siapa Kenzie sebenarnya.


"Aku tidak akan memaafkanmu jika itu kamu, aku tak suka di bohongi Ken" Jehan terisak pelan, tangannya kembali membuka lembar berikutnya.

__ADS_1


~Lembar keempat


Hari ini selepas pulang sekolah aku pergi ke taman dekat sekolah, jika biasanya aku akan menghabiskan waktu di lab komputer, atau memilih langsung pulang. Kini aku memilih untuk beristirahat sejenak di taman sambil mencari udara segar.


Namun siapa sangka, aku kembali bertemu dengan Jehan, ya, gadisku itu saat ini terlihat sedang fokus membaca buku, saat melihatnya seperti itu, aku jadi mempunyai rancana untuk menganggu nya sedikit.


Aku berjalan mendekat ke arahnya, lalu menyahut buku di tangannya, aku berlari sambil membawa buku itu, dan ternyata Jehan mengejar, sampai tak sengaja dia jatuh dan aku menimpa tubuhnya.


Aku merasa bersalah, saat melihatnya yang terlihat kesakitan, aku sama sekali tak berfikir jika dia akan terjatuh. Akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali duduk di kursi di taman itu.


Jehan terlihat marah, gadis itu sama sekali tak menatapku, hal itu membuat ku gelisah, aku tak suka jika dia mendiamkanku, mungkin aku terlalu berharap tapi itulah yang aku rasakan.


Aku berusaha untuk terus membujuknya, meski awalnya susah, namun aku bersyukur saat gadis itu memaafkan ku dan kembali tersenyum lebar. Bagiku senyum Jehan adalah dunia ku, yang mampu membuat ku merasakan kedamaian.


_____________________________________________


Hubungan ku dengan Jehan semakin dekat, setelah beberapa hari Kami bersama, kini gadis itu semakin terbuka, Jehan juga sepertinya sudah bisa menerimaku menjadi temannya, itu membuatku merasa senang dan bahagia.


Seperti saat ini, aku sedang menyuapi gadis itu batagor, Jehan baru saja mengalami kecelakaan, saat ini gadis itu berada di rumah sakit. Terus berceloteh dan mengobrol ringan berdua. sesekali ucapannya membuat ku tertawa, cara bicara gadis itu membuat ku gemas.


Aku mendengar pintu ruangan Jehan di ketuk, tak lama Jehan mendesak ku untuk bersembunyi di kamar mandi, sebenarnya aku tidak mau, namun wajah Jehan yang panik membuat ku pasrah menuruti apa yang gadis itu mau.


Aku bisa melihat dari celah pintu seorang laki-laki yang terlihat seumuran dengan kami masuk, lalu memeluk tubuh Jehan dengan erat. Bukan hanya pelukan, tapi laki-laki itu juga menggenggam tangan Jehan, hal itu membuatku marah, seolah aku tak suka jika Jehan di sentuh oleh laki-laki itu.

__ADS_1


Aku langsung keluar dari kamar mandi, saat melihat laki-laki yang bersama Jehan keluar dari ruangan rawat Jehan, aku bertanya kepada Jehan dengan sedikit sinis, aku menunjukkan rasa kesal ku dengan terang-terangan.


Ternyata laki-laki tadi bernama Ardan, huh aku sedikit kesal, karena Jehan bahkan rela mengusirku hanya karena takut laki-laki tadi melihatnya, bukankah itu hal klasik yang sangat membosankan.


______________________________________________


~Lembar keenam


Hari ini sepulang sekolah aku berjalan ke arah lab komputer, aku ada janji dengan senior Ku untuk bertemu, namun saat aku membuka pintu, yang kulihat bukan senior Ku, tatapi Jehan yang sedang asik berselancar dengan komputer di depannya.


Aku pun menghampiri nya, ternyata gadis itu sedang mendesain tugas dari pak Egan, gadis itu mengeluh jika pekerjaan nya sedikit sulit, aku tak heran karena Jehan baru pemula dalam bidang desain.


Saat aku sedang berbicara berdua dengannya, ada yang membuka pintu, itu adalah teman satu kelasku, dia ternyata memberitahu bahwa senior ku tidak bisa datang karena ada urusan.


Akhirnya waktu itu aku manfaatkan untuk mengajari Jehan belajar desain, aku merasa kasihan saja jika melihatnya kesusahan dalam bidang itu. Awal nya cukup sulit membujuknya, namun usaha ku yang terus membujuknya akhirnya membuat gadis itu mengangguk.


Namun saat melihat gadis itu mengeluh dan berputus asa membuat ku iba, aku mendekat ke arahnya namun mungkin karena Jehan tak menyadari keberadaan ku membuat gadis itu menoleh cepat, tepat bibir gadis itu di pipi ku, ya Jehan mengecupku, hal itu membuatku mematung sejenak, jantung ku berdebar kencang antara senang dan gugup.


Saat Jehan berlari meninggalkan ku membuat ku dengan cepat ikut mengejarnya, saat aku melihatnya aku dengan cepat menarik tangannya.


Ntah keberanian dari mana, aku mengungkapkan perasan ku padanya, Jehan sempat memberikan opini penolakan, tapi aku terus meyakinkan nya untuk memberiku kesempatan, gadis itu tak menerima namun tak juga menolak, dia hanya meminta ku untuk memberinya waktu.


______________________________________________

__ADS_1


__ADS_2