
"Kamu itu emang asli nya gila ya ?" tanya Jehan, gadis itu menyingkirkan tangan Kenzie yang membelitnya seperti seekor gurita.
"Gila karenamu"
Jehan memutar bola matanya, gadis itu berjalan ke dalam kamar saat berhasil lepas dari dekapan Kenzie.
"Mandi aja dulu, aku lagi pesan makan mungkin bentar lagi datang" ucap laki-laki itu sambil duduk di pinggir ranjang sambil menatap Jehan.
"Aku mau langsung pulang aja, gimana dong ?"
"Yakin mau langsung pulang, tubuh kamu aja udah kecampur sama parfum aku. Gara-gara semaleman aku peluk" ucap laki-laki itu sambil tersenyum miring, Seketika wajah Jehan berubah datar, ingin rasanya gadis itu melenyapkan laki-laki di depannya ini.
"Gila" gadis itu berteriak sedikit kencang, masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi itu dengan keras, Jehan sudah tidak peduli jika pintu kamar mandi itu rusak, toh dia tidak akan di rugikan nanti.
Kenzie tersenyum saat melihat tubuh Jehan hilang di balik pintu, laki-laki itu membuka pintu kamar saat mendengar makanannya datang. Menutup kembali pintu dan membawa makanan itu ke meja di sofa kamar itu.
"Sayang, cepetan mandinya" teriak Kenzie. Wajah laki-laki itu begitu bahagia. Melihat Jehan yang sepertinya masih lama Kenzie memutuskan untuk mengetuk pintu.
"Apasi ganggu banget deh" ucap Jehan dengan kesal, Kenzie tertegun saat bau harum dari tubuh Jehan tercium. Ntah kenapa harum tubuh Jehan selalu terasa candu untuknya. Laki-laki itu mendekat ke arah Jehan untuk kembali merengkuh tubuh gadis itu dalam pelukan.
"Ngga usah dekat-dekat ya" Gadis itu dengan gesit menghindar saat melihat tanda bahaya dari Kenzie.
"Tunggu aku, selesai mandi nanti kita makan"
"Ah, itu ma lama banget, aku udah lapar ini"
"Bentar doang kok, ingat jangan makan dulu. Sampai aku tau kamu makan duluan, lihat aja nanti" ucap laki-laki itu sambil tersenyum misterius.
"Emang kamu bisa apa ?" tantang Jehan
"Makan kamu" ucap laki-laki itu, Jehan melotot tajam membuat laki-laki itu terkekeh.
"Cepetan, kenapa masih di situ aku udah lapar"
"Iya sweetie" Jehan hanya diam, malas lama-lama menangapi omongan laki-laki tidak penting itu.
__ADS_1
"Kenapa lama banget si mandinya" ucap Jehan kesal, perut gadis itu sudah keroncongan minta di isi.
"Masih lama kamu" Kenzie menyahut, laki-laki itu tak mau kalah jika masalah bicara.
"Dih" Jehan cemberut
"Kamu udah lapar ya ? maaf lama" laki-laki itu duduk di samping Jehan, menangkup wajah Jehan yang cemberut.
"Udah si aku mau makan" Jehan membuka bungkusan makanan itu, dan makan dengan cepat, Kenzie menggelengkan kepala. Laki-laki itu ikut menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
Mereka makan dalam diam, tidak membutuhkan waktu lama karena mereka merasa sama-sama lapar. Jehan segera mencuci tangannya saat selesai makan. Meski memakai sendok yang bersih dia tetap mencuci tangan. Hal itu sudah seperti rutinitas yang harus dia lakukan sehabis makan.
"Mau pulang sekarang ?" lagi-lagi Kenzie bertanya, nada bicaranya seperti tidak ikhlas jika Jehan pergi.
"Hem" Jehan menganggukkan kepalanya
"Mama udah nyuruh aku pulang, aku ngga mau telat" gadis itu berbicara sambil membuka handphone.
"Tunggu sebentar aku akan mengantarmu" ucap laki-laki itu sambil memakai jaket yang tadi malam ia kenakan.
"Kita akan pergi bersama, aku juga mau pulang. Bukankah lebih baik kita naik taksi yang sama ?" tanya laki-laki itu.
"Tidak, aku tidak mau terus bersamamu" ucap Jehan dengan cepat, sejenak gadis itu tertegun saat melihat Kenzie tersenyum getir. Apa dia salah berbicara ?
"Tidak kita akan tetap pulang bersama" laki-laki itu merengkuh pinggang Jehan, mengendong perempuan itu ala bridal untuk keluar kamar.
"Oii lepas, ngga gini juga caranya" Jehan menggerakkan kakinya menendang udara, gadis itu berusaha untuk turun namun sepertinya Kenzie tak mau membiarkannya.
"Diam atau aku cium" ucap laki-laki itu sambil menatap nya tajam, Jehan terdiam saat mendengar ucapan yang bernada ancaman itu, gadis itu akhirnya diam membiarkan dirinya menjadi sorotan orang-orang yang melihatnya dari lantai atas sampai parkiran hotel.
"Sekarang turunkan aku" Kenzie menurut, laki-laki itu menurunkan tubuh Jehan, mereka masuk ke dalam taksi yang memang sudah menunggu mereka.
Dalam perjalanan mereka tidak terlibat dalam perbincangan apapun, Kenzie nampak fokus dengan handphone nya, hanya saat mereka tiba di rumah Jehan saja laki-laki itu menatap Jehan.
"Jaga diri baik-baik, nanti kita ketemu lagi ya" ucap laki-laki itu sambil mengecup pipi Jehan. Jehan termenung sebentar, jantung gadis itu kembali berdebar saat menerima perlakuan dari Kenzie yang memperlakukan nya seperti seorang kekasih.
__ADS_1
"Masuklah" bisik laki-laki itu di telinga Jehan membuat buku kuduk gadis itu berdiri.
"Ini pak uangnya" Jehan mengeluarkan uang 200 ribu ke supir taksi, namun belum juga uang itu di ambil, tangan Jehan di tepis oleh Kenzie.
"Aku yang akan membayarnya, masuklah" ucap laki-laki itu, Jehan menghela nafas, tanpa banyak bicara gadis itu segera turun dari mobil dan masuk ke dalam pagar rumahnya.
Di ruang tamu Jehan bertemu dengan orang tuanya yang baru saja selesai makan, sedangkan Alarick ntah laki-laki itu berada di mana.
"Baru pulang Je"
"Iya ma" ucap Jehan sambil naik ke tangga
"Hari ini kamu kerja nak ?" tanya papa Jehan
"Iya pa" Jehan hanya menjawab singkat
"Ngga usah masuk kerja" Jehan menghentikan langkahnya, gadis itu menatap papa dan mama nya dengan heran.
"Kenapa ?" tanya Jehan tak mengerti
"Bukannya kamu sedang sakit, papa sudah meminta izin untuk mu agar istirahat terlebih dahulu"
"Jehan ngga papa pa" ucap Jehan
"Udah ngga papa, lagian juga kamu udah telat. Istirahat aja dulu" Jehan melanjutkan jalannya dengan wajah lesu. Sampai di kamarnya gadis itu berbaring di atas ranjang, otaknya kembali berfikir tentang semalam dirinya dan Kenzie.
Gadis itu kembali kesal saat mengingat Kenzie yang terus mencium nya, padahal Jehan tidak pernah mau jika di ajak berciuman dengan mantannya waktu kuliah.
"ish, bibirku sudah tak suci" Jehan berjalan ke arah kamar mandi, gadis itu menatap wajahnya di cermin, membasuh mulutnya menggunakan air, tak lupa mengambil sikat gigi untuk membersihkan gigi nya.
"Kenzie sialan, lihat saja nanti" ucap Jehan dengan geram, gadis itu memilih untuk mandi kembali dan menganti baju.
Setelah selesai, Jehan Kembali membaringkan tubuhnya di ranjang, tak apalah tak masuk kerja dia akan beristirahat saja sepanjang hari.
Gadis itu memberi pesan kepada Hanna bahwa dia tak masuk kerja hari ini.
__ADS_1