Di Antara Perbatasan Senja

Di Antara Perbatasan Senja
Ke luar kota


__ADS_3

Kenzie telah sampai di kantornya, laki-laki itu memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi perusahaan, laki-laki itu merapikan sejenak kemeja nya yang kusut, setelah memastikan rapi, laki-laki itu pun turun dari mobil.


Kenzie melangkah ke dalam perusahaannya dengan langkah tegap, semua karyawan yang berpapasan dengannya menyapa nya dengan hangat, bahkan ada yang menunduk sopan saat melewati nya, laki-laki itu hanya tersenyum tipis.


Kenzie memang mempunya kepribadian yang hangat, hanya sesekali bersikap dingin. Itupun hanya terjadi saat mood nya buruk.


Laki-laki itu berjalan ke arah ruangannya, merasa tak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya itu.


Dia menghampiri meja sekretarisnya sebelum memasuki ruangan, terlihat wanita itu menatapnya saat dia berdiri di depan meja wanita itu.


"Non Jehan ada di dalam tuan" ucap wanita itu, Kenzie memiliki sekertaris wanita, karena pekerjaan yang semakin berat dan jadwalnya yang semakin padat membuat dia merekrut sekertaris baru.


"Baiklah" Kenzie berjalan meninggalkan meja sekretaris nya itu, tadi dia memang meminta wanita itu untuk menjemput Jehan, agar kekasihnya itu tak perlu mendapatkan proses panjang untuk dapat bertemu dengannya.


Kenzie membuka pintu perlahan, laki-laki itu memasuki ruangannya, mengedarkan pandangannya sampai tatapannya terpaku di sofa panjang, terlihat Jehan yang duduk sambil bermain ponsel.


Sepertinya gadis itu tak menyadari kedatangannya, Kenzie berjalan ke arah Jehan pelan, lalu duduk di samping gadis itu, Jehan terlihat kaget saat melihat nya, terbukti handphone gadis itu jatuh saat Jehan menyadari keberadaannya.


"Ngagetin aja si, datang ngga bilang-bilang" ucap Jehan, gadis itu menerima handphone nya dari tangan Kenzie. Laki-laki itu memang mengambil handphone nya yang jatuh tadi.


"Kamu kelihatan fokus gitu" jawab Kenzie, laki-laki itu mengusap anak rambut Jehan yang berantakan.


"Habis nunggu kamu lama banget" jawab Jehan memanyunkan bibirnya, Kenzie tersenyum gemas, laki-laki itu merangkul bahu Jehan mendekap gadis itu erat.


"Aku ada banyak pekerjaan, kamu mau menunggu ?" tanya Kenzie kepada kekasihnya itu, hari ini pekerjaan cukup padat, dia takut jika nanti Jehan bosan menunggunya.

__ADS_1


"Oh, aku ganggu ?" tanya Jehan


"Ngga, tapi aku ngga akan bisa temenin kamu, karena aku akan fokus dengan pekerjaanku" ucap Kenzie, Jehan hanya mengangguk, anggukan kepala nya, dia tau orang sibuk tidak akan peduli dengan sekelilingnya, apalagi jika sudah fokus.


"Aku pulang aja, karena cuma mau ngantar kue" Kenzie melirik kue yang terbungkus rapi di atas meja.


"Ngga enak banget, kamu datang tapi malah harus pulang lagi" ujar Kenzie dengan perasaan bersalahnya, Jehan hanya tertawa mendengarnya.


"Santai aja, aku juga ngga mau ganggu kamu, jangan lupa di makan ya kue nya, nanti aku sedih kalau ngga di makan" ucap Jehan terdengar serius, Kenzie hanya tersenyum, kedua tangannya menangkup wajah Jehan lalu memberikan ciuman kecil di kening wanita itu.


"Hem hati-hati di jalan, sayang" Jehan hanya tersenyum malu, gadis itu berdiri bersiap untuk pergi.


"Aku pergi" ucap Jehan, Kenzie hanya mengangguk lesu.


***


Hari menunjukkan pukul 8 malam, dia akan pergi dengan Dion malam ini, andai tidak penasaran dengan jawaban Dion, dia tidak akan mau keluar malam, dia merasa sangat malas sungguh.


Gadis itu membuka lemari, lalu mengambil salah satu topi, memakai nya di kepala, lucu sih hari sudah malam, tapi dia malah memakai topi, tapi sekali lagi, dia nyaman dengan style nya itu.


handphone berbunyi menunjukkan notifikasi yang baru saja muncul, terlihat Dion memberikan pesan bahwa laki-laki itu sudah menunggunya di bawah.


Jehan pun segera turun, gadis itu melihat Dion yang sudah rapi dengan kemeja hitam nya. menampilkan tubuh kekar yang terbalut pakaian itu. Jehan pun menghampiri laki-laki itu.


"Ayo pergi" Dion mendongak, melihat penampilan Jehan dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai, penampilan Jehan terlihat sangat lucu, sangat berbeda dengan wanita lain yang lebih suka memakai pakaian seksi dan terbuka. Jehan malah menggunakan pakaian yang longgar dan tertutup.

__ADS_1


"Udah siap ?" tanya Dion, Jehan hanya memberi anggukan, akhirnya mereka pun pergi bersama, melangkahkan kaki keluar rumah.


Mobil yang di bawa Dion melaju meninggalkan rumah keluarga Dawson, sepanjang jalan Jehan bertanya-tanya kemana bos nya itu akan membawa nya pergi.


Mobil yang melaju sedari tadi tak kunjung berhenti, bahkan mobil itu kini melewati perbatasan kota, Jehan menoleh ke arah Dion bingung.


"Sebenarnya kita mau kemana ?" tanya Jehan dengan jantung yang berdetak kencang, tentu saja dia takut jika Dion berbuat yang tidak-tidak.


"Kamu akan tau nanti" jawab laki-laki itu tanpa menoleh ke arahnya.


"Lebih baik turunkan saja aku, aku akan naik taksi dan kembali pulang" Ya, setidaknya itu lebih baik, daripada dia harus ikut Dion entah kemana laki-laki itu akan membawanya.


"Kamu yakin ? tempat ini cukup sepi, tidak akan ada taksi" Jehan melihat sekeliling, ya memang benar tempat itu cukup sepi, bisa saja dia akan bernasib buruk jika memaksa untuk turun.


Tapi dia juga cukup was-was dengan laki-laki di samping nya ini, dia takut jika Dion mempunyai niat buruk untuk nya.


"Tenang saja aku tak punya niat buruk sama sekali" ucapan laki-laki itu membuat tubuh Jehan merinding, seolah laki-laki itu dapat menebak apa yang dia pikirkan saat ini.


Mobil memasuki sebuah bangunan besar yang terlihat seperti tempat makan, terlihat banyak sekali kendaraan mulai dari sepeda motor dan mobil, tempat itu cukup ramai, banyak pengunjung yang sedang makan bersama keluarga nya di tempat itu.


Dion menggenggam tangannya dan mengajaknya untuk masuk, laki-laki itu mengajaknya berjalan ke arah tangga, lalu mereka naik sampai tiba di ujung tangga atas.


Dion mengandeng tangannya dan membawanya duduk di pinggir kaca, Jehan terdiam saat melihat pemandangan di bawah sana yang terlihat sangat indah, lampu di bawah sana nampak kerlap-kerlip bahkan ada danau yang di setiap pinggirnya di beri lampu sehingga membentuk sebuah lingkaran yang bagi Jehan itu indah sekali.


"Gimana kamu suka ?" Jehan menoleh, menatap Dion dengan intens, Jehan bingung dengan laki-laki itu, Dion adalah tipikal laki-laki yang misterius. Sangat sulit untuk di tebak.

__ADS_1


"Kamu membawaku terlalu jauh, padahal tadi pagi aku sudah mengatakan bahwa aku tak bisa keluar lama. Tapi ini kamu mengajak ku bahkan sampai keluar kota" ucap Jehan dengan tatapan yang tak lepas dari wajah Dion.


__ADS_2