
"Boleh aku bertanya sesuatu" tanya Jehan, Kenzie masih menatap matanya intens.
"Soal apa ?"
"Kenapa sikapmu begitu berlebihan Ken padahal kita baru bertemu tapi sikapmu seperti kita sudah kenal bertahun-tahun. Lalu kenapa sikapmu begitu posesif layaknya seorang kekasih, padahal kamu juga tau bahwa aku terikat perjodohan kepada seseorang" ucap Jehan karena merasa penasaran, jujur dia selalu merasa bingung setiap Kenzie bersikap berlebihan padannya.
Wajah Kenzie kembali murung, mungkin laki-laki itu kembali marah kepadanya, tapi jujur Jehan juga tak bisa diam saja menerima sikap Kenzie yang begitu aneh untuknya.
"Aku hanya meminta waktu mu sebentar saja, tolong jangan membuat suasana hati ku menjadi buruk. Sebentar saja bisa kan ?" wajah Kenzie terlihat begitu memelas, Jehan selalu merasa tak tega jika menatap wajah itu, tapi dia sendiri harus memastikan semua yang dia rasakan.
"Aku cuma memastikan..."
"Aku cuma meminta waktu mu sebentar, tidak ada satu hari itu saja" sahut Kenzie cepat, bahkan sebelum Jehan menyelesaikan ucapannya.
"Tapi Ken, aku ngga bisa gini terus" lirih Jehan dengan menunduk.
"Kamu ngga nyaman berada di dekatku ?" Jehan terdiam di situ.
"Katakan jika kamu tidak menyukai keberadaan ku, maka aku tak akan muncul di hadapanmu lagi" Jehan menatap Kenzie dengan mata berkaca-kaca. Hati nya terasa sakit tanpa dia ketahui sebabnya saat mendengar ucapan menyakitkan dari Kenzie.
Kenzie berdiri, berniat untuk pergi. Namun Jehan mencegahnya dengan menggenggam tangan laki-laki itu, Jehan berdiri di hadapan Kenzie, gadis itu memeluk tubuh Kenzie dengan erat, membenamkan wajahnya di dada laki-laki itu.
Kenzie terdiam, bahkan membalas pelukannya saja tidak, hal itu membuat Jehan terluka. Entah kenapa dia tak suka dengan sikap yang Kenzie berikan.
Dulu tak ada laki-laki yang mampu membuat hatinya bergetar selain laki-laki yang berada di masa lalu nya. Namun sekarang, Kenzie mampu membuatnya merasa bahagia, bingung, resah, sedih secara bersamaan. Kehadiran laki-laki itu begitu ampuh menggeser posisi Juna di hati kecilnya yang sudah lama kosong.
"Bukan itu maksudku, kenapa kamu suka sekali salah paham" ucap Jehan sesenggukan, percayalah hati Kenzie terasa sakit sekali, dia tak pernah bisa tega melihat Jehan menangis, dia tak akan bisa kuat melihat gadis itu terluka sedikit saja, secara fisik maupun batin.
__ADS_1
"Kamu yang menyandarkan tentang perjodohan itu, bukankah itu berarti kamu ingin aku berhenti mendekatimu, bahkan kamu mengatakan jika kita tak akan bisa bersama. Itu hanya mimpi" Kenzie terkekeh dengan raut wajah sendu.
"Ya aku tahu itu hanyalah mimpi, tapi kamu sadar tidak aku terluka Je, aku selalu berusaha bersikap seolah baik-baik saja tapi semua tetap tak mengubah bahwa hatiku sakit mendengar semua ucapan kejam mu itu"
"Aku hanya merasa bingung, sikap mu, perhatianmu membuat aku bingung, kamu bahkan tak menjelaskan kepadaku tentang sikapmu ini. Aku hanya minta penjelasan, aku bahkan tak tahu apa kamu bersikap seperti itu hanya padaku, atau mungkin ke banyak wanita di luar sana. Apa kamu tak berfikir bahwa sikapmu itu bisa membuat orang lain jatuh cinta. Apalagi jika kamu bersikap seperti itu kebanyak wanita jelas itu akan membuat ku terluka Ken" Jelas Jehan panjang lebar, bahkan wanita itu masih sesenggukan dengan tangisnya.
Kenzie terdiam merengkuh tubuh Jehan yang bergetar itu ke dalam pelukannya, memeluk tubuh wanita itu erat seolah begitu takut kehilangan wanita itu. Kenzie mengendong tubuh Jehan dan duduk di kursi panjang tadi mendudukkan Jehan ke pangkuannya.
Jehan menyandarkan kepala nya di bahu Kenzie, gadis itu menghapus air mata nya yang masih tersisa. membiarkan Kenzie memeluk nya, sebenarnya dia ingin menuntut jawaban dari Kenzie namun usapan lembut di rambutnya yang Kenzie lakukan cukup mampu membuatnya tenang.
"Dengar baik-baik, aku hanya bersikap seperti ini padamu, tak ada wanita lain yang aku perlakukan seperti aku memperlakukanmu. Tak ada wanita lain yang aku cintai selain kamu. Tak pernah terfikir sedikitpun dalam benakku untuk mempermainkan mu. Aku mencintaimu Je dengan hati yang tulus, aku tak pernah suka melihatmu dekat dengan laki-laki lain karena hati ini milikmu, dan tak pernah suka jika kamu di sentuh laki-laki lain. Aku mencintaimu sayang, sungguh" Jehan mendongak, menatap mata Kenzie yang terlihat begitu tulus, ternyata hatinya begitu rapuh, karena semudah itu jatuh pada ketulusan Kenzie. Namun lagi, dia tak bisa mengontrol hatinya untuk terus tertutup, ketika laki-laki itu datang menawarkan ketulusan yang begitu dia butuhkan.
Mungkin dia akan melupakan Juna dengan segala kenangan nya, karena laki-laki itu tak tau sampai kapan akan pergi meninggalkannya.
"Aku juga mencintaimu, meski aku belum tau perasaan yang aku rasakan, tapi aku jelas tak suka jika kamu mengatakan tak akan menampakkan diri di hadapanku. Aku tak suka dan aku tak mau kamu pergi" lirih Jehan sambil membalas tatapan Kenzie tak kalah dalam.
"Lalu bagaimana dengan Dion ?"
"Kamu masih bisa memutuskan perjodohan itu sayang, kan papa mu sendiri yang mengatakan kamu berhak menentukan pilihanmu" ucap Kenzie sambil menangkup wajah Jehan, lalu mengecup kening gadis itu dengan sayang.
"Iya juga" ucap Jehan dengan senyum nya.
"Kecuali jika kamu ada rasa sama Dion baru aku yang akan mundur dari hidupmu"
"Stop, ucapan mu terdengar menyeramkan di telingaku" ucap gadis itu kesal, Kenzie kembali tersenyum, hati nya terasa hangat dengan sikap gadis kesayangannya itu.
"Jadi apakah perempuan cantik ini mau menerima laki-laki ini ?" tanya Kenzie sambil menangkup wajah Jehan dan menghadapkan ke arahnya.
__ADS_1
"Aku jelas menerima laki-laki tampan ini sebagai kekasih ku" ucap Jehan sambil tersenyum, terdengar kejam memang karena tujuan awalnya dia sedang menunggu Juna namun kini hatinya beralih mau bagaimana lagi.
"Benarkah aku tampan ?"
"Katakan sekali lagi jika aku tampan"
"Apa si"
"Ayolah sayang, sekali saja katakan lagi" wajah Jehan memerah mendengar laki-laki itu memanggilnya dengan sebutan sayang. Padahal dulu laki-laki itu sering memanggilnya dengan kata sayang.
"Iya-iya kamu tampan" ucap Jehan pelan.
"Kamu ?"
"Kekasihku yang paling tampan setelah papa dan kak Al" ucap Jehan dengan senyum nya, Kenzie merasa gemas dan mencium wajah gadis itu. Jehan tertawa dan berusaha lepas dari pelukan Kenzie dan ciuman Kenzie yang terus menyerbu wajahnya.
"Hem tak tulus" Jehan tersenyum melihat kekasihnya itu kembali merajuk.
"Sudah-sudah aku mau pulang sekarang"
"Aku akan mengantarmu"
"Mobilku tadi bagaimana ?"
"Mobilmu sudah di antar ke rumah"
"Bagaimana tanggapan orang tuaku nanti"
__ADS_1
"Sudah tak apa, ayo aku akan mengantarmu pulang"