Di Antara Perbatasan Senja

Di Antara Perbatasan Senja
Nama baik di pertaruhkan


__ADS_3

"papa tidak seperti itu ma, itu bukan papa tapi saudara papa. Baik dengerin papa, papa akan jelasin semuanya. Walau ini terlalu mendadak tapi papa tidak bisa melihat mama terus salah paham seperti ini."


Jehan melihat mama nya yang masih menangis, Jehan menghela nafasnya dia hanya bisa berharap bahwa semoga saja semua ini memang hanya salah paham. Dia tidak tega jika melihat sang mama kecewa.


"lanjut aja pa jelasin nya" jawab Jehan kepada sang papa, seperti nya mama nya masih engan untuk berbicara.


"sebenarnya papa punya saudara kembar" ucap papa Jehan pelan


"bohong, mama ngga pernah tau papa punya saudara. Papa cuma alasan kan" tanya mama nya dengan berapi-api. Wanita paru baya itu menyela dan tidak ingin mendengar alasan tidak masuk akal suaminya. Sudah jelas bahwa selama ini sang suami tidak pernah bercerita. Bahkan dia sendiri tidak pernah melihat saudara kembar yang suami nya katakan.


"papa ngga bohong ma, saudara papa memang tidak pernah di anggap dalam keluarga. Maka nya tidak ada yang memperkenalkannya dalam keluarga papa." papa Jehan menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Dia selalu saja membuat malu keluarga, selalu saja bermain dengan banyak wanita. Sampai saat ini belum menikah. Bahkan ada satu kejadian yang membuat Padre dan Madre malu sampai mengusirnya dari rumah."


"dia meniduri adik sepupu kami, sehingga membuat dua keluarga yang terikat kuat menjadi renggang. Tidak cukup hanya sekali dia bahkan melakukannya berulang kaki sehingga adik sepupu papa depresi dan membunuh dirinya sendiri. Sejak saat itu tali keluarga kita renggang." Jehan tercengang benarkah ada cerita seperti itu di dunia ini ?


"mama tau keluarga Thromson ?" tanya sang papa, mama Jehan mengangguk tidak lagi menangis seperti tadi.


"mama pernah bertanya kan kenapa keluarga papa dan keluarga mereka tidak pernah akur, itu karena ulah saudara kembar papa."


"jadi adik sepupu yang di nodai saudara papa itu anak dari kelurga Thromson ?" tanya mama Jehan

__ADS_1


"heum" sahut sang papa dengan lesu, dia sendiri tidak menyangka mempunyai saudara seperti itu. Padahal dalam silsilah keluarga mereka tidak pernah ada bibit pria brengsek seperti itu.


"jahat sekali saudara papa, dia sama saja menghancurkan keluarga nya" Jehan ikut menyahut, dia mulai paham dengan bahasan papa dan mama nya.


"memang, sialnya lagi dia memiliki wajah yang mirip sama papa. Itu membuat banyak orang salah paham, bahkan ada orang yang membenci papa karena muka papa yang mirip dengan adik papa itu. Padahal papa ngga salah, tapi mereka bisa membenci papa hanya dengan melihat wajah papa." ucap papa nya sambil mencubit ruang pada pelipisnya.


"kok gitu ?" tanya Jehan


"ya alasannya karena, setiap mereka menatap papa mereka jadi ingat adik kembar papa dengan semua kelakuan buruknya."


"wajar, tidak ada orang tua yang bisa terima jika anak perempuannya di nodai, apalagi sampai depresi dan bunuh diri. Kita juga kalau Jehan di perlakukan buruk seperti itu tidak akan terima" mama nya ikut menyahut, setelah dari tadi diam.


"mamaaa" Jehan refleks menyahut, apa-apaan siapa yang mau di perlakukan seperti itu. Dia akan selalu berdoa agar Tuhan menjaga nya dari hal buruk seperti itu.


"jangan begitu, mama seorang ibu. Ucapan seorang ibu itu sangat ampuh dan sering di kabulkan oleh Tuhan. Jangan sampai ucapan mama menjadi kenyataan, Je ngga mau ya. Jadikan Je sebagai contoh yang baik jangan contoh seperti itu Je ngga suka." Jehan mengajukan protes nya, dia tidak suka jika mama nya berbicara sembarangan seperti itu.


"iya, mama minta maaf mama tidak akan mengatakan yang buruk soal kamu lagi."


"mama sudah tidak marah sama papa ?" papa Jehan bertanya kepada istrinya. Semoga saja sang istri sudah tidak marah.


"iya jika memang itu bukan papa, apa yang mama marah kan" jawab mama Jehan santai

__ADS_1


"tapi pah, kenapa saudara papa tidak di kurung saja dalam rumah. Di nasehati pelan-pelan agar sadar. Jika di biarkan berkeluaran di luar sana dia akan terus berulah dan membuat keluarga papa semakin malu" Mama Jehan memberikan usulan, Jehan mengangguk setuju, tadi dia juga ingin mengatakan hal seperti itu namun sudah kedahuluan oleh mama nya.


"kami satu keluarga sudah pernah melakukannya, namun dia berbuat ulah semakin parah. Dan pada akhirnya Padre dan Madre memutuskan untuk melepaskannya dan memutuskan ikatan keluarga. Dia juga bukan anak kecil lagi yang bisa dengan mudah di atur. Jujur kami satu keluarga kecewa dengan sifat adik papa itu." ucap sang papa, ada sedikit kekecewaan yang dapat Jehan lihat di wajah ayahnya itu.


"tapi pa jika di biarkan seperti itu terus maka akan terus menimbulkan salah paham, wajah papa dan saudara sangat mirip tanpa cela. Jika orang yang tidak tau pasti akan berfikir bahwa itu adalah papa. Dan nama baik papa akan buruk jika hal itu terus terjadi" Jehan mengeluarkan pikirannya. Hal seperti ini harus segera di tangani sebelum menghancurkan semuanya.


"papa tau, papa juga bingung harus bagaimana"


"kenapa tidak memberitahu saja kepada publik bahwa papa punya saudara kembar, biar orang lain tidak salah paham" Jehan mengusulkan ide nya


"tidak semudah itu nak, Padre dan Madre tidak pernah setuju jika nama anak bungsu nya di ungkit di publik itu sama saja memberitahu dunia bahwa mereka gagal mendidik anak" Jehan menghela nafas, dia ikut pusing sungguh, besok dia masih harus ujian tapi saat ini pikirannya di sewa untuk memikirkan hal memusingkan seperti saat ini.


"kalau begitu papa alihkan saja bisnis papa di sini, jangan sering pergi keluar negeri agar mama tidak salah paham lagi." mama Jehan berbicara sambil menatap suaminya penuh harap, berharap agar suaminya itu mau menurut padanya untuk kali ini saja.


papa Jehan mengangguk dia menggenggam tangan istrinya lalu memeluk istri nya. Dia tidak ingin ada hal yang membuat istri nya salah paham lagi.


"papa sudah memikirkannya, papa akan tetap tinggal bersama kalian. Papa tidak akan pergi lagi dan membuat mama salah paham" Jehan tersenyum, apa sekarang dia bisa melepaskan beban pikirannya, dan fokus belajar untuk ujian matematika besok ?


"Je, kamu ke kamar sana sayang, kamu ujian kan ? maafkan permasalahan papa dan mama yang membuat kamu pusing" ucap sang mama, Jehan mengangguk senang, memang begitu dia harus fokus belajar. Karena otak kecilnya itu tidak akan mampu bekerja jika sedang pusing dan tidak fokus.


Jehan melangkah ke kamarnya, dia melihat hp nya yang berdering, terpampang nama "milik Jehan" di layar hp. Apa Juna sedang mengirimkannya pesan.

__ADS_1


Jehan membuka hp dia melihat ada satu pesan dari Juna yang berisi "Jangan lupa belajar little weasel semangat untuk hari esok" Jehan mengernyitkan dahinya. Apa-apaan laki-laki itu kenapa melambangkan nya dengan seekor musang. Jehan hanya membalas dengan emot bingung dan tidak paham. Gadis itu mengambil buku dan mulai membaca nya.


__ADS_2