
~Lembar ke 10
Pagi yang cerah dengan suasana hati yang indah, aku begitu bahagia hari ini, setelah usaha yang aku lakukan beberapa Minggu lalu. Kini aku kembali bisa dekat dengan Jehan. Sebenarnya bukan hal yang mudah untuk bisa mendekati gadis itu, namun karena aku terus berusaha, serta menunjukkan perasaan ku padanya, akhirnya gadis itu luluh juga.
Sampai saat ini pun aku belum berani untuk jujur yang sebenarnya, aku takut jika gadis ku itu kembali menjauhi ku, karena aku tak pernah bisa untuk itu. Di hindari oleh Jehan kembali adalah hal yang tak ingin aku ulangi, kini sebisa mungkin, aku berusaha untuk menghindari hal-hal yang hanya membuat nya menjauhi ku.
Percayalah Jehan adalah cinta pertama ku, dan meskipun jarak memisahkan kami, atau bahkan aku memaksa diriku untuk melupakannya sekalipun, semua itu tak akan pernah berhasil, Jehan adalah cinta pertamaku yang tak akan pernah usai.
Meski sejauh apapun dirinya untuk dapat ku gapai, aku tak akan pernah menyerah, aku menyayanginya dan akan terus berjuang untuk nya.
Jujur aku sering merasa sedih, 22 tahun ini aku lalui sendiri, tanpa adanya support sama sekali, dan itu tentu bukan hal yang mudah untuk ku. Jatuh bangun aku sendirian, itu membuatku kadang merasa lemah akan dariku. Dan tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri, aku memang tidak sekuat itu.
Tapi kembali lagi ke prinsip awal, keinginan ku untuk memiliki Jehan sangat besar, membuatku terus berusaha kerasa agar bisa pantas bersama nya. Ya meski aku selalu di pandang sebelah mata, namun usaha ku tak pernah padam untuk bisa memilikinya.
______________________________________________
~Lembar terakhir
Mimpi kita hampir saja terwujud, bersama puluhan rasa sakit yang telah berlalu, aku selalu berfikir bahwa aku mampu. Aku selalu berfikir bahwa aku bisa untuk itu.
__ADS_1
Namun, mau seberapa keras aku berdiri dan bertekad, takdir tuhan akan tetap berjalan. Kembali memberikan kisah yang tak pernah di sangka hati.
Sayang, maaf jika aku harus pergi mengingkari janji, aku tak pernah berniat untuk meninggalkanmu sendiri. Tapi ini lah jalan terbaik untuk kita dari Yang Maha Esa.
Mungkin saja saat ini, kamu marah padaku, tapi percayalah bukan ini yang aku mau. Semua sudah menjadi garis hidupku. Yang hanya menginginkanmu tanpa bisa menggapai mu. Kamu terlalu tinggi untuk dapat ku rengkuh, bersama diri yang tak sempurna ini.
Sayang, aku selalu percaya gadis ku adalah gadis yang kuat, aku tau meski ini sulit, aku yakin kamu mampu untuk melalui ini, meski sendiri.
Sekarang, lihatlah aku di atas sana, aku akan terus tersenyum sambil menunggu kehadiranmu, jalani terlebih dahulu kewajiban mu, berjanjilah untuk hidup lebih baik lagi. Aku akan meminta kepada Tuhan untuk kembali mempertemukan kita nanti. Memiliki mu lagi.
Beribu kali aku jatuh cinta dengan mu, sejernih itu hatimu yang mampu menarik hatiku. Percayalah, aku selalu menyayangimu, hanya kamu, tidak ada lagi perempuan yang aku sayangi di dunia ini melebihi rasa cinta ini yang tertuju padamu.
Kedepannya harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi Hem, selalu percaya bahwa ini semua yang terbaik meski itu sulit. Aku pamit sayang, sekali lagi maafkan aku yang memilih untuk pasrah, bukannya lelah namun inilah takdir yang harus terjadi.
# Dari lelaki tak sempurna yang menginginkan rembulan untuk menyinari hidupnya.
I LOVE YOU LITTLE WEASEL❤️
ARJUNA KENZIE AZRAQI
__ADS_1
______________________________________________
"Huhu" Jehan menutup wajahnya mengunakan kedua tangan, tangis gadis itu kembali terdengar memilukan, Jehan meraung seperti orang gila, perasaannya sungguh sangat sakit.
Tubuhnya bergetar hebat, sakit sekali, dia benar-benar perempuan yang payah. Bahkan dia tak pernah menyadari jika Kenzie adalah orang yang dia nantikan selama ini, laki-laki yang dia cintai sampai dia terus menutup hati.
"Juna huuu" gadis itu menangis sambil mengusap buku yang kini berada di tangannya. Sejatinya tak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah perasaan kehilangan seseorang yang paling kita cintai. Yang mengajarkan kita tentang banyak hal. Yang menemani dan mencintai kita tanpa syarat, bahkan ketika kita tidak menyadari rasa cinta itu, Juna tetap setia melihatnya yang bukan apa-apa.
Bagaimana bisa lelaki itu mengatakan dirinya tidak sempurna, padahal baginya Juna adalah laki-laki paling sempurna yang dia kenal, selama ini dia selalu berharap Juna akan kembali datang, menyinari hidupnya yang terasa suram, namun kenyataan apa ini, satu hal yang kembali menghantam nya hingga nyaris jatuh ke jurang.
"Kamu jahat Juna, bukan seperti ini cara nya" gadis itu beranjak dan bergelung dengan selimut, menutup seluruh tubuhnya yang bergetar hebat. Kenyataan yang begitu pedih, kenapa harus dia yang menerima takdir ini, kenapa ? dia tidak sekuat ini untuk terus bisa bertahan.
Pintu di luar di ketuk, namun Jehan sudah tak ingin peduli, gadis itu mengabaikan suara berisik di luar sana, hatinya sedang kacau, dan dia tidak ingin bertemu dengan siapapun.
"Jehan sayang, buka pintunya. Kakak mau masuk" sayup-sayup terdengar suara, namun Jehan sama sekali tak berniat untuk menjawabnya, hanya tangisan memilukan yang terdengar memenuhi kamar itu. Dia memang butuh sedikit gila, untuk dunia yang terus mengajaknya becanda.
"Ini yang kamu bilang ngga akan ninggalin aku sendiri, kamu membiarkan aku hancur sendirian, meski aku mencoba lupa, suasana nya akan tetap beda. Dulu aku berharap bisa hidup bersama, bercanda bersama, tapi kamu pergi meninggalkan ku sendiri, kini aku bisa apa, aku hanya abu sekarang Jun" Jehan kembali terisak, memikirkan hidupnya tanpa Juna terus saja membuat air matanya mengalir.
"Apa salahnya dengan cinta ini, kenapa kamu tak berjuang bersamaku mewujudkannya, aku tak peduli bila kamu bukan laki-laki yang sempurna, karena aku akan berusaha untuk membuat kisah kita sempurna, tapi bukan seperti ini caranya. Aku bahkan tidak tau apa aku mampu." Jehan menekan dada nya yang terasa nyeri, patah hati terbesarnya kini kembali terjadi, bahkan mampu membuat jiwa nya terguncang. Dia sudah berusaha untuk tidak berlebihan menangisi Juna, namun kembali ke awal, dia tak mampu untuk itu, apapun tentang Juna, terlalu melekat dalam hatinya. Memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja hanya akan membuat luka di dalam hatinya semakin terbuka lebar.
__ADS_1