Di Antara Perbatasan Senja

Di Antara Perbatasan Senja
Desya


__ADS_3

Kenzie memutuskan untuk membeli makanan di luar rumah sakit, di restoran cepat saji yang tak jauh dari rumah sakit, laki-laki itu baru saja turun dari mobil dan bersiap untuk masuk, namun siapa sangka jika saat ini dia sedang melihat kekasihnya sedang makan bersama laki-laki yang tak asing.


Jehan dan Dion kini nampak duduk berdua sambil makan bersama, entah apa yang mereka berdua bicarakan, Kenzie merasa penasaran, kenapa Jehan bisa bersama dengan Dion. Laki-laki itu ingin mendekat agar bisa mencuri obrolan mereka berdua.


"Maaf Dion, tapi keputusan aku udah bulat" ucap Jehan, Kenzie terdiam sambil melirik, mencoba melihat raut wajah Jehan saat ini, namun wajah gadis itu datar, tak ada ekspresi apapun selain tatapan datar tanpa senyuman.


"Aku ngga bisa lanjutin perjodohan ini, dan orang tua aku udah setuju untuk itu" Jehan kembali berucap, netra hazel nya menatap lurus tepat pada mata hitam Dion yang menatap nya tajam.


"Semudah itu ?" ucap Dion dingin, Jehan mengerutkan dahinya merasa bingung. Dion adalah laki-laki yang misterius dan sulit untuk di fahami.


"Apa ?" tanya Jehan bingung


"Apa alasan kamu memutuskan perjodohan ini" bukannya menjawab, laki-laki di depannya itu kembali mengajukan pertanyaan. Jehan menghela nafas sebelum menjawab ucapan laki-laki itu. Sedangkan Kenzie yang duduk tak jauh dari mereka mendengarkan dengan seksama, ingin mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Jehan.


"Karena aku sudah memiliki kekasih, lagipula aku tak mempunyai perasaan padamu Dion" bibir Kenzie tertarik membentuk sebuah senyuman, hati nya terasa menghangat mendengar ucapan gadisnya itu.


"Siapa ?" lagi-lagi Jehan mengerutkan kening bingung, ucapan Dion yang setengah-setengah membuat otaknya berfikir dua kali lipat lebih sulit.


"Apanya ?"


"Laki-laki yang menjadi kekasihmu, siapa dia ?" Jehan menelan ludah, merasa bingung harus menjawab apa, sejujurnya dia engan untuk menjawab pertanyaan yang satu itu.


"Siapa orang nya itu tidak penting, yang pasti dia adalah alasan utama aku untuk memutuskan perjodohan ini. Dan aku harap kamu mengerti akan hal itu" ucap Jehan hati-hati, Kenzie memilih untuk beranjak, dia sudah tau alasan mengapa Jehan bisa bersama Dion saat ini.


Kenzie kembali ke rumah sakit sambil membawa tiga bungkus makanan, laki-laki itu membuka pintu ruangan papa nya, dan masuk ke dalam ruangan itu. Di lihatnya kini mama nya yang duduk di kursi sofa sendirian, Gibran tak terlihat, entah berada di mana laki-laki itu. Kenzie memilih untuk menghampiri sang mama.

__ADS_1


"Kamu udah kembali" rupanya mama nya itu menyadari kehadirannya, terbukti wanita itu langsung menatap ke arahnya ketika dia melangkah mendekat.


"Iya ma, ini Kenzie bawa makanan kita makan sama-sama ya" Kenzie duduk di samping Mama nya, tangannya membuka bungkusan plastik itu lalu memberikan makanan yang terbungkus rapi di kotak makan kepada mama nya.


"Makasih nak" Kenzie mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Gibran mana ma ?" tanya Kenzie sambil menoleh ke sekeliling, entah berada di mana adik nya itu, padahal tadi dia menyuruhnya untuk menjaga sang mama, namun kini mamanya di tinggal sendirian di ruangan papa.


"Dia ke kantor, mama yang minta. Di kantor lagi ada pekerjaan urgent. Makannya mama suruh dia buat kerjain dulu gantiin papa" jawab mama nya sambil mengunyah makanan yang baru saja di suap kan ke dalam mulut.


Kenzie menatap ke arah ranjang di mana papa nya berbaring sambil menutup mata, laki-laki itu terus mengunyah makanan nya, sampai dia berdiri tepat di mana ketika dia melihat papa nya itu membuka matanya.


"Papa udah sadar" ucap Kenzie sambil berdiri, mama nya itu ikut menoleh, wanita itu berjalan cepat menghampiri ranjang sang papa, lalu menggenggam tangan papa nya itu erat.


"Papa udah sadar" tanya mama Gibran dengan haru, wanita itu langsung duduk di kursi sambil mencium tangan suaminya.


"Udah ma, yang penting papa udah sadar" celetuk Kenzie sambil menatap kedua orang tuanya itu dari kursi sofa yang tak jauh dari tempat papa dan mama nya berada.


"Iya si, papa jangan pingsan lagi. Mama takut banget" ucap mama nya kembali.


"Iya papa ngga akan pingsan, jangan nangis lagi Hem" ucap laki-laki itu dengan senyum tipis, Kenzie menggaruk kepala nya merasa canggung melihat kedua orang tuanya itu.


"Kenzie keluar dulu ya pa, ma" akhirnya laki-laki itu memilih untuk keluar dari ruangan, memberikan ruang untuk papa dan mama nya berbicara.


"Kenapa harus keluar, di sini saja" mama nya menjawab dengan cepat, Kenzie membatalkan niat nya untuk membuka pintu, laki-laki itu kembali berjalan ke arah sofa.

__ADS_1


Namun tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka, menampilkan wanita cantik yang berjalan masuk ke dalam ruangan.


"Siang tante, om" ucap wanita itu sambil mendekat ke arah tante Rania, mama Gibran.


"Siang Desya" ucap tante Rania sambil tersenyum ramah.


"Om Shaka gimana keadaannya" tanya wanita bernama Desya itu kepada papa Shaka.


"Baik, udah mendingan" jawab om Shaka pelan.


"Syukurlah, ini Desya bawain makanan sama buah untuk tante dan om Shaka" Desya menaruh bungkusan yang berisi makanan itu di atas nakas.


"Astaga Desya makasih banget ya jadi ngerepotin" ujar tante Rania.


"It's oke tante" jawab Desya sambil tersenyum.


Kenzie hanya diam sambil duduk di sofa, laki-laki itu memainkan handphone nya. Sama sekali tak melirik ke arah Desya yang sedang berbincang dengan orang tuanya.


"Nak Desya duduk saja di dekat Kenzie" ucap mama Rania dengan senyum yang terus mengambang di bibirnya. Sedangkan Desya membalas senyum itu, dia dengan senang hati berjalan ke arah Kenzie dan duduk di samping laki-laki itu.


"Hai Ken" sapa Desya sambil tersenyum manis.


"Hem" jawab Kenzie dengan deheman, matanya sama sekali tak beralih dari handphone.


"Kelihatannya sibuk banget, kamu lagi apa ?" tanya Desya penasaran, Kenzie selalu mengacuhkannya setiap dia datang. Dan dia tidak suka itu.

__ADS_1


"Nih" Kenzie melihatkan handphone nya ke depan Desya, wanita itu tersenyum lalu melihat apa yang ada di handphone Kenzie. Namun setelah tau apa yang ada di handphone Kenzie wajah gadis itu berubah menjadi tegang.


__ADS_2