
Masih berada di tempat yang sama, Jehan berusaha untuk melepaskan laki-laki yang masih setia mendekap tubuhnya. Gadis itu berusaha menelfon Gibran, karena jujur dia tidak ingin berurusan dengan laki-laki seperti ini.
Namun sudah lebih dari tiga panggilan yang tak di angkat oleh Gibran. Gadis itu berjalan dengan susah ke jalan, mencoba mencari taksi untuk mengantar nya.
"Aku harus mengantarmu kemana ?" tanya Jehan ketus, sungguh sangat sial dirinya malam ini. Laki-laki itu masih diam sambil terus bersandar pada bahunya.
'Rasanya pengen gw tendang ni cowok'
Melihat taksi melaju ke arahnya, dengan segera Jehan melambaikan tangan, gadis itu menaruh laki-laki asing ke dalam mobil di bantu oleh supir taksi. Jehan ikut masuk setelah memastikan Kenzie masuk dengan aman ke dalam mobil.
Mobil itu melaju di tengah gelap nya kota, supir taksi bertanya kepadanya ingin kemana, Jehan nampak berfikir, tidak mungkin dia membawa laki-laki itu pulang, lalu dia harus mengantar laki-laki itu kemana.
"Hotel aja pak, yang paling dekat" nampak supir itu melihatnya melalui kaca, Jehan sangat tak nyaman di perhatikan seperti itu. Mungkin saja orang itu menilai mereka yang tidak-tidak namun Jehan sudah tak ingin ambil pusing pandangan orang.
"Sudah sampai mba" gadis itu memberikan tip kepada supir taksi itu.
"Kembaliannya mba"
"Buat bapak aja" dengan susah payah, Jehan berusaha membopong tubuh Kenzie. Setelah mendapatkan kamar, Jehan meminta tolong kepada staf hotel untuk membantu nya.
"Makasih ya mas" ucap Jehan, gadis itu menutup pintu dengan satu tangan, ck harusnya dia meminta laki-laki tadi membawa tubuh Kenzie langsung ke atas ranjang, jika seperti ini dia yang susah juga kan.
Akhirnya karena terpaksa Jehan membawa tubuh itu dan mendorongnya ke atas ranjang, tangan laki-laki itu yang masih berada di bahu nya berusaha dia lepaskan.
"Ah" Jehan kehilangan keseimbangan karena Kenzie menarik tengkuknya, gadis itu sama sekali tak menyangka jika mengurus orang mabuk sesulit ini. Gadis itu menumpukan badannya menggunakan kedua tangannya, mencoba untuk bangkit namun gagal karena Kenzie kembali menarik tubuhnya hingga Jehan terpelanting ke ranjang.
"Ck" Jehan mengusap wajahnya kasar, gadis itu merasa lelah luar biasa, mengumpulkan tenaga sebentar lalu gadis itu mencoba kembali bangkit.
"Lepas, Lo kenapa si nempel banget sama gw" dengan kasar Jehan mendorong tubuh laki-laki itu, namun tak bisa karena laki-laki itu masih memeluknya di atas tubuh Jehan.
Gadis itu terdiam saat laki-laki itu, menyatukan bibir mereka, membungkam ucapan Jehan dengan sebuah ciuman.
__ADS_1
Jehan tak mampu lagi memberontak karena tangannya terkunci, gadis itu benar-benar frustasi. Tingkah Kenzie semakin tak terkendali, mencium dan mengigit lehernya membuat nya terasa nyeri.
"Semua tentang mu terasa sangat candu Hem" ucap Kenzie, huh ucapan orang mabuk memang aneh pikir Jehan.
"Jangan terus mencium ku, bibir mu kotor karena minum alkohol" ucap Jehan, gadis itu kembali menutup mulutnya menggunakan telapak tangan saat melihat Kenzie menatap dalam matanya.
"Kamu cantik, em.... selalu cantik" ucap Kenzie sambil menatap Jehan intens, Jehan jadi speechless, gadis itu membalas tatapan Kenzie tak kalah dalam.
Bibir mereka kembali bertemu, ciuman yang tadi terasa begitu lembut berubah menjadi liar dan panas, seolah tak puas laki-laki itu mencium bibir Jehan dengan brutal.
'Kamu tau sayang, hampir empat tahun aku hanya bisa terdiam, ingin bertemu hanya bisa menjadi angan, semua tentang mu selalu aku rindukan. Aku tersiksa sama seperti hati ku yang terluka. Maaf sayang, tapi dari awal kamu memang milikku'.
Laki-laki itu memejamkan matanya, memeluk tubuh Jehan dengan erat, selama empat tahun tidak bisa berbuat apa-apa ketika rasa rindu mendera. Terpisah jauh oleh jarak tanpa adanya komunikasi membuat perasaan nya kian meluap-luap.
Bahkan dia sampai merubah nama panggilannya hanya agar semua tetap aman, laki-laki itu mengecup kening Jehan dengan sayang penuh perasaan, merengkuh tubuh gadis itu dalam pelukan.
Nampaknya Jehan juga menyerah dan berhenti untuk berontak, bukannya dia terima dan suka dengan apa yang di lakukan Kenzie. Tapi dia hanya merasa nyaman akan pelukan itu, Jehan merasa perasaan hangat saat laki-laki itu menunjukkan sikap yang menurut Jehan begitu tulus.
"Lo pikir gw ngga capek, di peluk kaya gini terus"
"Kamu candu Hem" ucap laki-laki itu sambil menduselkan kepalanya ke leher Jehan, nafas hangat laki-laki itu membuat Jehan merasa geli. Karena lelah berdebat akhirnya mereka pun terlelap bersama sambil berpelukan.
Pagi harinya Jehan terbangun karena suara yang terdengar sangat keras dari ponselnya, gadis itu mencari ponselnya dan langsung mengangkat panggilan dari mamanya.
"Iya ma"
"Kamu dimana nak ?"
"em" Jehan bingung Ingin menjawab apa, tak mungkin kan dia mengatakan bahwa dia tidur di hotel bersama laki-laki asing.
"Emangnya kenapa ma ?" akhirnya Jehan memilih bertanya, dia tak mau menjawab sembarangan yang bisa saja menyulitkan posisi nya nanti.
__ADS_1
"Ngga, tadi mama telfon Hanna katanya kamu ngga ada di rumahnya, bahkan katanya kalian pisah sejak tadi malam. Kamu baik-baik aja kan Je ?" Jehan menyingkirkan tangan Kenzie, gadis itu berjalan ke arah balkon, menikmati udara yang terasa segar pagi ini.
"Je baik-baik aja ma, Jehan tadi malam cari penginapan soalnya tadi malam Jehan kaya pusing gitu mau pulang." jawab Jehan beralasan.
"Pusing ? Kamu sakit nak, dimana kamu sekarang biar mama jemput"
"Ngga perlu ma, Jehan juga balik kok bentar lagi"
"Beneran ? apa perlu mama kirim supir buat jemput kamu"
"Ngga usah ngga papa, Jehan bisa naik taksi"
"Yaudah hati-hati ya"
"Iya" panggilan terputus, Jehan merentangkan tangannya sambil menghirup udara yang terasa dingin. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya, terasa juga sebuah kecupan di pipi nya.
"Morning sayang" gadis itu mendelik, berbalik saat ini jarak wajah Jehan dan Kenzie begitu dekat, laki-laki itu mengecup bibirnya.
"Apaan si, kamu masih mabuk ya" Jehan meletakkan punggung tangan nya pada dahi Kenzie, laki-kaki itu hanya tersenyum lalu mengambil tangan Jehan, Jehan terdiam saat laki-laki itu membawa tangannya untuk di cium.
Bukan hanya itu, laki-laki itu kembali mendekap tubuhnya sambil mencium puncak kepalanya membuat Jehan semakin bingung tak mengerti.
"Kamu kenapa si suka banget cium-cium"
"Aku suka aja" ucap laki-laki itu.
"Terus kenapa manggil sayang, ngga jelas banget"
"Mulai sekarang kita terikat, saling memiliki dan mencintai" gadis itu di buat mati kutu dengan semua ucapan yang di lontarkan oleh Kenzie, seolah laki-laki itu mengklaim bahwa dia mulai hari ini memiliki ikatan yang kuat dengan laki-laki itu.
"Kamu itu emang asli nya gila ya ?" tanya Jehan, gadis itu menyingkirkan tangan Kenzie yang membelitnya seperti seekor gurita.
__ADS_1
"Gila karenamu"