Dikira Satpam Ternyata Sultan

Dikira Satpam Ternyata Sultan
Kekuasaan Rasyid Nyata Adanya


__ADS_3

Rasyid bukan pria bodoh yang tak tau apa-apa. Mungkin dalam hal percintaan dia lemah. Tapi tidak dengan sebuah kecurangan. Rasyid akan mengusut tuntas kasus yang menurutnya janggal.


Selepas sang istri terlelap, Rasyid langsung meminta beberapa anak buahnya untuk melanjutkan pencarian mereka tentang siapa dalang penyerangan itu.


Rasyid curiga, jika Anisa tidak bekerja sendiri. Pria gagah dengan sejuta pesona ini punya firasat jika Anisa pasti punya seseorang di balik aksi nekat nya.


"Pastikan wanita brengsek itu mau buka mulut. Kalian paksa saja pakek cara kalian, tidak usah takut. Kirim mobil ke rumah sakit sekarang juga. Aku mau menemui Yoga. Perketat penjagaan untuk istriku. Aku tunggu, sekarang ... lima menit!" perintah Rasyid.


Tak ada yang bisa bilang tidak jika Rasyid sudah mengeluarkan perintah.


Pria dengan sejuta akal cerdik itu tak akan mudah dikalahkan oleh lawan. Apa lagi hanya sekelas Anisa.


Mobil yang ia pesan pun akhirnya datang dalam waktu yang ia tentukan.


Kini Rasyid dan beberapa orang yang setia mengawalnya, segera menjemput Yoga di penjara. Jangan ditanya bagaimana seorang Rasyid bisa membawa pria itu keluar dari sana. Apapun bisa Rasyid lakukan dengan uang. Termasuk mengetuk pintu kerangkeng yang menahan Yoga.


"Malam, Bos!" sapa Yoga.


"Hemm! Bagaimana? Siapa selain Horison yang bermain di sini?" tanya Rasyid.

__ADS_1


"Sepertinya hanya dia, Bos. Malam ini Horison mengirim anak buahnya untuk menghabisi anda. Saya sudah meminta yang lain untuk menyerang balik," jawab Yoga, tegas.


"Bagus, dia harus tau... sekarang dia sedang berhadapan dengan siapa? Pastikan Anisa membusuk di penjara. Aku tidak mau dia menyentuh Nadin ku, meskipun hanya sehelei rambutnya, paham!" pinta Rasyid.


Agaknya pria itu paham. Setelah mendapat perintah dari Rasyid, Yoga pun segera pindah mobil dan mulai menjalankan tugas yang telah dipercayakan padanya.


Yoga ditemani beberapa anak buahnya langsung meluncur ke lokasi di mana Horison berada. Mereka memang bersiap memberikan kejutan untuk pria itu.


Yoga ingin tau bagaimana reaksi Horison ketika semua anak buahnya yang telah dia kirim telah berakhir mengenaskan.


Sedangkan Rasyid sendiri, pulang ke rumah utama. Memantau keadaan yang ada.


"Beliau ada di kamar, Tuan."


"Apa dia sempat bangun tadi?" tanya Rasyid.


"Tidak Tuan, nyonya aman."


"Bagus! Pantau terus musuh, jangan sampai lengah," pintu Rasyid.

__ADS_1


"Siap, laksanakan!" jawab pria bertubuh tegap itu. Lalu tanpa berkata apapun lagi, Rasyid pun segera masuk ke kamar. Tentu saja untuk memastikan bahwa istrinya masih terlelap dan dalam keadaan baik-baik saja.


Rasyid tersenyum ketika melihat sang istri terlelap begitu manis di kamar pribadinya. Pelan namun pasti, Rasyid pun mendekati wanita itu. Lalu mengecupnya perlahan.


Rasyid terus menatap penuh cinta wanita yang mampu menerima baik buruk bahkan bagaimanapun keadaannya. Lagi-pagi Rasyid tersenyum, apa lagi ketika ia mengingat betapa baiknya hati wanita yang ia nikahi ini.


Melihat kebaikan dan kelembutan hati seorang Nadin, Rasyid berjanji akan menjaga dan tidak akan pernah meninggalkan wanita itu, apapun yang terjadi.


Di depik berikutnya, ponsel Rasyid bergetar. Sebuah pesan masuk.


Pesan bergambar yang dikirim Yoga padanya. Terlihat di sana ada foto seseorang berlumuran darah. Ternyata itu adalah Horison. Sangking tak sanggup nya menerima tekanan dari geng Rasyid, Horison memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


Rasyid tersenyum licik. Tenyata mental dang musuh hanya sekeras krupuk dan selembek moci. "Astaga! cuma segitu rupanya!" gumam Rasyid sembari tersenyum meremehkan.


Tak ingin kehilangan momen berharga ini, Rasyid pun berterima kasih atas dukungan Yoga atas ide-ide cemerlang darinya.


Kekuasaan dan kecerdasan Rasyid memang nyata adanya. Itu lah mengapa, di dunia perbisnisan ini, jarang sekali yang mau bersentuhan dengannya. Apa lagi yang berhubungan dengan wanita. Rasyid tak akan segan menekan orang itu, hingga orang itu terkena mental dan menyerah. Seperti yang di alami oleh Horison dan gengnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2