
Terima Kasih buat kalian yang selalu minta lanjut😍😍😍Semoga novel ini bukan hanya bisa menghibur, tapi juga bisa diambil sisi baiknya😘
***
Selepas kepergian Yoga..
"Hay, Nona Vio. Ngapain tadi senyum-senyum sama pria itu. Udah gitu lambai-lambai tangan lagi. Kalian pacaran?" tanya Nadin, penasaran plua kesal. Sepertinya tak senang jika ada seseorang bahagia. Tetapi dirinya sedang merana karena rindu.
"Ah, enggak... mana mungkin saya pacaran! Mana saya berani pacaran sama dia, Nona. Astaga, Nona ini, ada ada aja," jawab Violeta sambil tersenyum malu-malu.
"Memangnya dia kenapa? Dia kaya maksudmu?"
"Ya, seperti itu. Kira-kira!" jawab Violeta lagi.
"Sedangkan saya, saya yatim piatu, Nona. Udah gitu, adik saya ada tiga. Mana mungkin dia mau sama saya," jawab Violeta lagi. Mengelak, agar Nadin tidak terus bertanya dan mencecarnya dengan pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
"Ahhh, serah kamu aja lah. Udah sekarang ganti baju sana. Menyebalkan sekali!" gerutu Nadin seraya melangkah meninggalkan Violeta dan Mita yang saat itu bengong melihat tingkahnya.
"Ada apa dengannya? Kenapa jadi marah-marah nggak jelas gitu?" gerutu Violeta.
"Mungkin dia sedang dilanda rindu. PakSunya nggak kasih kabar seharian. Makanya uring-uringan!" jawab Mita, asal.
"Hah? Memangnya si bapak tampan ke mana?" tanya Violeta.
"Pergi, entahlah... " Mita mengangkat kedua bahunya.
"Ohhh, bener juga. Tadi Yoga bilang kan? lagi ngawal apa gimana gitu!" jawab Violeta.
__ADS_1
"Nona!" tegur Mita, dengan senyum ramahnya.
"Ya!"
"Mari ke kamar saya, Silakan anda ganti baju. Eh, kenalkan nama saya Mita. Saya adik sepupu bang Yoga!" ucap Mita ramah.
Violeta terlihat terkejut.
"Oh ya, kok aku baru tau kalo Yoga punya adik sepupu. Aku mantan pacarnya sejak SMA loh, apakah kamu sedang berbohong?" balas Violeta penuh selidik.
Oooooo, Yoga awas saja kamu. Pantesan kalian sok manis. Ternyata ini mbak mantan.
"Hehehe, nggak kok. Bener saya sepupu bang Yoga. Tapi sepupu jauh. Saya dari kampung. Iya saya dari kampung!" jawab Mita sembari tersenyum. Berusaha menyembunyikan identitas aslinya.
Sedangkan Violeta sendiri tak mau ambil pusing. Selepas menaruh tas tangannya, ia pun segera meminta kunci mobil pada Mita. Tentu saja untuk mengambil baju ganti miliknya.
Selesai mengganti pakaiannya, Violeta langsung menjalankan tugasnya. Yaitu mengirim pesan pada ibu nyonya, perihal kabar nona muda kesayangan ibu nyonya tersebut.
"Kenapa sudah larut begini kamu baru kasih kabar ha? Kamu belok ke mana tadi?" tanya Zarin di seberang sana.
"Maaf Nyonya, saya kehabisan bensin tadi. Beruntung saya bertemu dengan teman pak Rasyid dan bersyukur, beliau mau dengan suka rela mengantar saya ke rumah nona, Nyonya!" jawab Violeta jujur.
"Dasar bodoh! Sudah tau mau jalan jauh. Kenapa nggak bawa uang. Malah semua uangnya di tinggal di rumah. Dasar bodoh!" umpat Zarin kesal.
Astaga! Salahku di mana? Bukankah dia yang minta aku buat ninggalin semuanya. Gimana sihh?
"Maafkan saya, Nyonya. Maaf atas kecerobohan saya," ucap Violeta mengalah.
__ADS_1
"Hemmm, kali ini aku maafkan. Aku senang karena kamu udah kasih aku kabar anak nakal itu. Katakan padanya, suruh dia mengubah sikapnya atau dia akan selalu bertengkar dengan suaminya itu. Kamu mengerti maksudku?"
"Mengerti Nyonya, baik... akan saya sampaikan!" jawab Violeta formal.
Tak ada perbincangan lagi. Di sana, Zarin sudah merasa tenang setelah ia mendapatkan kabar Nadin. Sedangkan Nadin sama sekali tidak merespon kekhawatiran sang nenek. Sebab perhatiannya saat ini telah terpusat pada sosok lain.
"Nona oke?" tanya Violeta.
"Entah!"
"Kok entah? Kenapa hayooo! Berantem lagi sama suami?" selidik Violeta.
"Enggak, kami baik-baik saja. Tapi dia menyebalkan. Kenapa seharian ini sama sekali nggak ngabarin aku. Sebenernya aku ini istrinya atau apa sih! Heran aku!? " gerutu Nadin.
"Mungkin dia sibuk kali!"
"Sesibuk apa sih dia? sampai nggak bisa kirim pesan. Dia memang nggak nganggep aku ada!" protes Nadin kesal.
"Emang udah mau dianggap ada?" pancing Violeta.
"Loh, nyatanya aku ada kan? Aku istrinya kan? Harusnya dia selalu inget dan menganggap aku istri. Kasih kabar, tanyain udah makan atau apa kek. Ini ma nggak ada, dasar menyebalkan!" umpat Nadin kesal.
Mita dan Violeta melingo. Lalu di detik lain mereka tersenyum menahan tawa. Kini mereka berdua menyadari penyebab sangat tuan putri seharian ini marah-marah dan uring-uringan nggak jelas. Ternyata dia sedang merindukan sang tambatan hati yang belum memberinya kabar.
Bersambung...
Like dan komen kalian selalu aku nanti😍😍😍
__ADS_1