
Baru Lima menit Nadin menutup pintu, terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya. Dengan cepat, wanita ini pun keluar kamar dan berlari ke arah pintu utama. Membuat Mita melongo, bingung.
Nadin langsung membuka pintu utama. Dengan senyum super sumringah tentunya. Namun, senyuman itu seketika pudar. Sebab apa yang ia harapkan tidak terjadi.
"Eh, Nona, kenapa buka pintu sendiri? Di mana Mita?" tanya Yoga, yang saat itu basah kuyup. Sedangkan Violeta tertegun melihat majikannya membuka pintu sendiri untuk tamunya.
"Sa-saya, ad-ada, Bang!" jawab Mita gugup. Tak lupa ia juga mengacungkan tangan. Pertanda ia selalu siap dalam tugas.
"Ahhh, lupakan... eh, kenapa kalian basah kuyup? Terus, kok kalian bisa bareng?" tanya Nadin mengalihkan perhatian.
Yoga dan Violeta saling menatap sembari menyembunyikan senyum malu-malu.
***
Flashback On...
Entah ini apes atau ini berkah buat pasangan Yoga dan Violeta. Mobil yang mereka tumpangi mogok di tengah jalan. Di tambah hujan lebat mengguyur tempat itu.
Dengan sabar, Violeta memayungi Yoga yang sedang memeriksa mobilnya. Beberapa kali, Vio juga bertindak seperti asisten. Mengambilkan apapun yang Yoga minta. Mereka terlihat kompak bekerja sama.
Yoga sedikit tenang. Karena tak sekalipun Violeta mengeluh dengan keadaan yang terjadi pada mereka saat ini.
"Agak ke sini, Vi. Bajumu basah kuyup. Nanti kamu masuk angin," ucap Yoga.
"Nggak pa-pa, Ga. Santai aja. Gimana? udah ketemu yang bikin rewel?" jawab wanita cantik ini.
"Nggak, Vi. Entahlah. Harusnya sih aman. Coba kamu nyalakan. Semoga kali ini bisa," pinta Yoga.
"Oke!" jawab Violeta seraya meningalkan Yoga.
Baru dua langkah, Vio teringat Yoga tak memakai payung. Lalu ia pun berbalik memayungi mantan kekasihnya itu. Kepedulian Vio terhadapnya, tentu saja membuat Yoga tertegun. Namun bahagia.
"Loh kok balik?" tanya Yoga.
__ADS_1
"Kamu kebasahan, payungnya lupa aku bawa!"
"Aku nggak pa-pa, udah bawa aja!" Yoga tersenyum, sembari memberi kode agar Violeta membawa kembali payung itu.
"Eh, jangan, nanti kamu makin basah, udah pegang ini!" pinta Violeta, kemudian Yoga pun menerima payung itu.
Mereka saling melempar senyum. Setelahnya Violeta melangkah meninggalkan Yoga. Masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil tersebut.
"Bisa, Ga... " pekik Violeta senang. Sedangkan Yoga hanya tersenyum. Tersenyum bahagia.
Bagaimana tidak? Sungguh pria tampan ini tidak menyangka bakal kembali di kasih kesempatan melewati hari yang seru bersama mantan kekasihnya itu. Mantan kekasih yang masih menjadi pemilik utuh hatinya.
Yoga menutup kap mobil itu. Lalu ia pun melangkah mendekati Violeta di bangku kemudi.
"Kamu hebat, Ga!" puji Violeta senang.
"Terima kasih. Sekarang kamu pindah gi, biar aku yang bawa!" pinta Yoga.
"Oke!" jawab Violeta girang. Lalu wanita cantik ini pun segera melompat ke samping. Agar Yoga bisa memakai kursi kemudi.
Violeta mengambil banyak tisue, lalu mengelap kepala dan wajah Yoga. Bukan hanya itu, ia juga mengelap leher dan dada Yoga yang basah.
Yoga hanya diam. Sedangkan Violeta terus saja melangsungkan aksinya. Tanpa merasa kaku. Tanpa merasa malu.
"Oke, selesai. Semoga bisa membantumu, supaya nggak masuk angin," ucap Violeta.
Yoga mengangguk sambil tersenyum.
Sedetik kemudian, Violeta sadar, bahwa apa yang ia lakukan sangat salah. Ini keterlaluan. Sangat memalukan.
"Upss, sorry... tadi aku kelewatan ya?" tanya Violeta, malu.
"Nggak, santai aja," jawab Yoga, tersenyum senang.
__ADS_1
Agar Violeta tidak semakin malu dan merasa bersalah, Yoga pun memilih menjalankan mobilnya. Sedangkan Violeta membuang pandangannya ke samping. Menyembunyikan rasa malu. Malu karena ketahuan bahwa sebenernya dia masih peduli dan mungkin saja, masih ada rasa cinta di hatinya untuk pria yang ada di sampingnya. Intinya, Violeta sangat sangat malu dan bodoh.
Flashback off
***
"Kenapa bengong? Kalian nggak mau jawab?" tanya Nadin penuh selidik.
"Ah, nggak. Kami ketemu di jalan. Mobil dia mogok. Ya, begitu!" jawab Yoga gugup. Namun tidak dengan Violeta, gadis ini malah senyum-senyum, sepertinya dia senang melihat Yoga gugup.
"Ohh, Oke! Masuk-masuk!" pinta Nadin.
Violeta pun masuk ke dalam. Sedangkan Yoga tidak.
"Kamu nggak masuk?" tanya Nadin.
"Nggak, Mbak. Saya langsung pulang aja. Kan bos lagi di Singapore kan?" jawab Yoga
Upppssss, Yoga... bodoh sekali kamu.
Nadin menatap heran ke arah Yoga, "Bos... Singapore, maksudnya?" tanya Nadin, penasaran.
"Oh itu, Rasyid lagi ngawal bos ke Singapore. Emang nggak bilang ya?" balas Yoga, mencoba menutupi kenyataan yang ada.
"Bilang sih, tapi nggak bilang kalo ke Singapore," jawab Nadin, santai tapi cemberut. Mungkin dia kecewa.
"Oh ya udah kalo gitu, saya balik dulu. Mari Mbak, mari Mbak Vi. Selamat malam!" ucap Yoga berpamitan.
Nadin mengangguk saja. Sedangkan Violeta melambaikan tangan. Seakan sedang melepaskan seseorang yang ia sayang. Tentu saja kenyataan ini sedikit membuat Nadin heran.
Bagaimana tidak? Hari itu mereka berkelahi. Lalu sekarang baikan. Bukankah ini perlu dipertanyakan?
Bersambung....
__ADS_1
Sesuai keinginan kalian, saya kasih 3 bab untuk hari ini😍😍😍Besok lagi ya😘😘sayang kalian😘