
Dalam perjalanan pulang, Nadin sama sekali tak berani mengeluarkan sepatah katapun. Gadis ini tetap diam membisu dengan menyimpan banyak pertanyaan untuk pria yang saat ini sedang membawanya.
Baik Nadin maupun Rasyid, mereka sama-sama tidak berani bertanya apapun. Bahkan mereka menahan apa yang sedang mereka rasakan saat ini.
Namun begitu, Rasyid tetap konsisten dengan ucapannya. Beberapa kali ia memegang tangan gadia cantik yang saat ini ada di perutnya. Memeluknya, seperti sepasang kekasih. Rasyid begitu perhatian. Tanpa ada yang meminta ia terus memastikan gadis itu tidak mengantuk dan tetap terjaga.
Rasyid tidak peduli, meskipun ia tahu Nadin terpaksa memeluknya, ia senantiasa menjaga gadis itu. Agar jangan sampai terlalu kedinginan. Jika tuan putri manja itu sakit, maka dirinyalah yang akan dihajar oleh dua nenek yang saat ini selalu memantau gerak-geriknya.
Tiga puluh menit berkendara, akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Nadin.
Pelan namun pasti, Nadin turun dari motor yang dikendarai oleh Rasyid. Bibir Nadin masih terkunci rapat. Sedangkan Rasyid, pria kaku nanti dingin ini malah memberikan pesan yang cukup menghangatkan hati.
"Langsung mandi, pekek air hangat. Lima belas menit lagi aku kirim makan buat kamu," ucap Rasyid sembari menatap kasihan pada bibir Nadin yang terlihat sedikit gemetar.
"Ingat, setelah mandi, jangan lupa pakek baju hangat. Mengerti!"
Nadin mengangguk.
"Udah, sekarang masuk!" suruh Rasyid lagi.
__ADS_1
Masih dengan sikap yang sama, Nadin pun membalikkan tubuh dan masuk ke dalam rumah. Sedangkan Rasyid sendiri juga sama. Ia melajukan kendaaranya pelan. Lalu memarkirkan motor itu di teras. Di tempat ia biasa menyimpan motor kesayangannya.
Di dalam rumah, Nadin semakin penasaran dengan perlakuan aneh Rasyid padanya. Meski pria itu telah menjelaskan, namun rasanya kurang. Kurang pas menurut Nadin.
Di samping itu, ada rasa tidak direla di sudut hati gadis itu. Entah rasa apa itu? Yang jelas saat ini, hatinya masih ingin bersama pria itu. Setidaknya malam ini saja. Menjelaskan kondisi hati yang menurutnya kurang baik ini.
Andai Nadin mampu berucap jujur. Ia ingin protes. Mengapa waktu cepat berlalu? Mengapa bisa secepat itu berpisah?
(Gimana, Nad? Kondisi hati masih aman kah😜)
Ketidakrelaan akan perpisahan sesaat ini, membuat Nadin nekat mengintip apa yang di lakukan pria yang diam-diam menjadi pelindungnya itu.
Entah mengapa? Nadin merasa senang melihat gerak-gerik pria itu padahal awalnya dia sangat membenci pria arogan menyebalkan itu.
"Ada apa denganku? Kenapa aku jadi pengen lihat dia terus?" ucap Nadin sembari mengelus dadanya.
Tak ingin kehilangan moment berharga ini, Nadin tetap melanjutkan aksinya, memerhatikan gerak-gerik pria itu.
Tanpa Nadin sadari, ada kepuasan tersendiri di surut hatinya ketika melihat setiap gerak yang Rasyid lakukan. Baginya, pria itu terlihat sedikit seksi, manis dan ahhhh... menggemaskan. Seperti itulah kira-kira.
__ADS_1
Rasa dingin yang ia rasakan, berangsur pergi. Seiring dengan kebahagiaan yang ia dapatkan ketika melihat apa yang dikerjakan pria itu.
Nadin semakin betah, ketika melihat Rasyid menyalakan kran dan menyemprotkan air itu di motor kesayangannya.
Sesekali, pria itu juga mengguyur tubuhnya dengan air yang keluar dari kran itu.
Senang, happy, tanpa beban. Seperti itulah rasa yang bisa Nadin tangkap ketika melihat Rasyid melakukan hal itu.
Di detik berikutnya, tanpa Nadin sadari, dari sudut matanya, Rasyid menangkap bayangan Nadin di balik gorden.
Tak ada prasangka apapun. Rasyid langsung menoleh ke arah gadis itu berada.
Spontan, Nadin yang berada di balik gorden pun terkejut. Tak ingin diintimidasi oleh pria menjengkelkan itu, Nadin pun langsung menutup gorden itu kasar.
Di sisi lain, Rasyid merasa heran dengan kelakuan gadis itu.
"Ngapain gadis manja itu ngintip-ngintip? bukannya mandi? Aneh sekali?" gumam Rasyid. Sepertinya ia belum menyadari, bahwa saat ini ia telah menjadi seseorang yang memiliki ari di dalam hati gadis itu.
Ya, Rasyid sepertinya masih belum bisa menangkap getaran hati Nadin. Pria itu terlalu lugu untuk mengerti bisikan hati. Baik itu bisikan hatinya sendiri ataupun bisikan hati gadis yang saat ini hendak ia jaga.
__ADS_1
Bersambung...