
Kemampuan Rasyid untuk berkamuflase tidak diragukan lagi. Selepas memberi pelajaran wanita jahat itu. Ia pun langsung mengajak Yoga ke club milik Emelda. Ia ingin menemui para gadis yang dipekerjakan paksa oleh wanita itu.
"Bos!"
"Hemmm."
"Yakin mau ke sana?"
"Ya, pastikan semua gadis yang dipekerjakan paksa oleh wanita rubah itu bisa keluar dari sana. Beri pekerjaan kalo mau. Kalo nggak, pulangkan mereka ke daerah masing-masing," jawab Rasyid sembari memfokuskan padangannya ke layar ponsel miliknya. Membalas pesan yang dikirim oleh istrinya. Rasyid tak ingin membuat kesalahan yang sama. Sebab ia tahu, Nadin memiliki sifat sensitif plus posesif terhadap miliknya.
Melihat sang big bos hanya senyam senyum sendiri, membuat Yoga kepo.
"Napa, Bos?" tanya Yoga.
"Napa kenapa?" balas Rasyid.
"Nggak sih, itu kenapa senyum-senyum sendiri?"
"Kepo! ini urusan suami istri tau."
"Ya elah, Bos. Gitu aja!" Yoga tersenyum.
"Kalo situ iri, cari istri sana! Ngapain kepo ama kehidupan pribadi orang," gerutu Rasyid.
"Do'ain aja, Bos! Bentar lagi nyusul kok!" jawab Yoga, sembari tersenyum sumringah.
"Sama neng Vio ya? Caelah ce ek be ka ceritanya?" canda Rasyid.
Yoga tersenyum.
"Gimana rasanya balikan sama mbak mantan?" canda Rasyid lagi.
__ADS_1
"Kepo!" balas Yoga.
"Hah? Dasar gila!" jawab Rasyid, masih bersemangat membalas pesan dari sang istri.
Yoga terkekeh.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di club milik Emelda. Namun, Rasyid dan Yoga menghentikan niat mereka. Terlihat ada keributan di depan club. Rasyid yakin, itu adalah anak buah Horison, sebab ia melihat ada mobil pria itu di sana.
"Sebaiknya kita putar balik aja, nggak ada gunanya nglayani mereka," ucap Rasyid.
"Siap, Bos!" jawab Yoga, kemudian ia pun memundurkan mobilnya, siap meninggalkan tempat keributan ini.
Namun, baru beberapa detik mobil itu melaju, terlihat seorang wanita berlari menyeberang jalan, melintas tepat di depan mobil yang di kendarai oleh Yoga.
Tak ingin mencelakai wanita itu, Yoga pun menginjak rem itu secepat mungkin.
Beruntung sang wanita selamat. Namun, beberapa orang terlihat meneriaki wanita itu.
Yoga dan Rasyid hanya melongo terkejut. Apa lagi melihat banyaknya preman yang mengejar wanita itu.
Tanpa berpikir panjang, Yoga pun menginjak pedal gas. Meninggalkan tempat berbahaya ini. Beruntung para preman itu tidak melihat wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
Mereka pun berhasil meloloskan diri dengan selamat.
***
Di lain pihak...
Tak sengaja, Nadin menemukan sebuah surat wasiat yang sengaja Zarin tulis untuknya.
Sebuah kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bukan hanya itu, Zarin juga meminta maaf atas apa yang ia sembunyikan selama ini.
__ADS_1
Nadin tercengang ketika membaca surat tersebut. Sungguh, gadis malang ini tidak menyangka, bahwa ternyata ibunya bukan mati bunuh diri. Tetapi sengaja di racun oleh Emelda dan juga ayah kandungnya. Agar mereka berdua bisa bersatu dan menikah.
"Hah, hah, apakah ini benar Nona Vio? Sungguh, aku tidak percaya ini. Ini sangat gila, Nona!" ucap Nadin, shock.
"Maaf, Nona... soal ini saya tidak tau. Anda tau sendiri kan, saya bekerja pada ibu nyonya setelah ibu anda meninggal. Jadi kronologinya seperti apa saya kurang jelas," jawab Violeta jujur.
"Ya, aku tau itu. Aku ingat. Tapi, Astaghfirullah... kenapa oma baru kasih tau sekarang? Apa alasannya?" tanya Nadin bingung.
"Mungkin, dia ingin melindungi putranya dari hukum. Nona kan tau, tuan Anton adalah putra satu satunya di keluarga ini," jawab Violeta.
"Tapi ini sangat tidak adil untuk mamaku, Nona Vio. Sungguh, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran omaku," jawab Nadin, kecewa.
"Nona tau betul bagaimana nyonya Zarin dengan susah payah menjaga nama baik keluarga ini. Berkali-kali ia diselingkuhi, tapi terpaksa ia memaafkan dan menutupi keburukan suami. Hanya demi apa? Hanya demi menjaga kehormatan keluarga. Terlahir dari keluarga terpandang dan memiliki nilai baik di mata masyarakat itu tidak mudah, Nona. Itu sebabnya saya tidak kuasa untuk menghakimi beliau. Sebab terlalu banyak pengorbanan dan luka yang harus beliau bayar, hanya demi mempertahan apa yang orang tuanya wasiatkan kepadanya," jawab Violeta dengan mata berkaca-kaca. Sebab sedikit banyak dia bisa memahami bagaimana menjadi seorang Zarin.
"Maafkan aku Nona Vio, aku tidak bisa memahami apapun untuk saat ini. Sungguh, aku hanya berpikir, ini sangat tidak adil untuk ibuku," jawab Nadin, masih dalam keadaan shock.
"Saya tau itu, Nona. Saya pun tak mau memaksa Anda untuk memahami apapun saat ini. Namun, aku harap, maafkanlah nyonya Zarin. Dia sangat menyayangimu. Hanya saja, ia tidak memiliki kekuatan untuk melawan Emelda. Emelda memiliki rahasia yang bisa menghancurkan nama baik keluarga ini," jawab Violeta, jujur.
"Rahasia? Rahasia apa itu?" tanya Nadin, semakin merasa bodoh. Sebab, pada kenyataannya ia tidak tahu apa-apa tentang keluarganya.
"Apakah Nona akan marah pada saya , jika saya menceritakan semuanya?" tanya Violeta.
"Tidak, tentu saja tidak, memangnya kamu ada hubungannya dengan semua ini?" balas Nadin.
Violeta mengangguk. Lalu ia pun menjawab, "Nona jangan salah sangka, saya tidak ada hubungannya dengan kejahatan apapun. Tapi saya adalah hasil satu sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi."
Nadin semakin tidak mengerti dengan ucapan asisten omanya ini. Bagaimana tidak? kata demi kata yang dilontarkan wanita itu, hampir semuanya mengandung teka-teki yang sulit untuk Nadin mengerti.
Bersambung...
Jangan lupa like komen n votenya ya🥰🥰
__ADS_1