Dikira Satpam Ternyata Sultan

Dikira Satpam Ternyata Sultan
Dibikin Pusing


__ADS_3

Nadin tersenyum sinis, kali ini dia siap berperang melawan pria menyebalkan itu. Nadin telah mengatur strategi untuk itu.


"Kita lihat saja, Rasyid... kuatan mana nahan rindu, aku apa kamu! Enak aja dia mau nyerein aku setelah dia menguasai tubuh ini. Dia pikir jadi janda enak apa? Berani sekali dia mau menjandakan aku. Mau ngajak perang, oke mari perang!" gertak Nadin, kesal.


Tak ingin menunda peperangan di antara mereka, Nadin memulai aksi pertamanya dengan meneror pria itu.


Pertama-tama ia mengirimkan sebuah foto dengan penampilan dan pose yang cukup menggoda.


Setelah itu dia pun memeberikan caption panas di sana, "Honey, beneran ni nggak pengen. Nanti si adek karatan loh!" tulisnya. Selepas itu, tak lupa Nadin juga memberikan emoji hati retak pertanda saat ini dia sangat merindukan kebersamaan mereka. Padahal itu hanyalah akal-akalan Nadin untuk memancing suami gilanya itu, agar mau pulang.


Nadin tertawa sendiri. Menertawakan kegilaannya. Nadin tak peduli meskipun Rasyid menilainya wanita murahan. Yang penting Rasyid mau pulang dan menjelaskan adanya apa yang sebenarnya terjadi.


Sebenarnya Nadin bisa saja meminta penjelasan dari Vio maupun Yoga, tapi Nadin sengaja tak ingin. Ia ingin Rasyid sendirilah yang menjelaskan masalah yang mengakibatkan dirinya punya niat untuk bercerai.


"Sebenarnya aku bukan wanita yang rumit, Honey, tapi kamu yang menuntutku untuk bersikap seperti ini. Selamat berpusing-pusing ria, Baby. Aku bakalan jadi virus mematikan bagi hidupmu. Lihat saja nanti," ancam Nadin dengan senyum termanis nya.


Ya, begitulah Nadin sekarang. Ia tak mau cengeng dan melo-melo menghadapi hidupnya. Nadin berjanji tak akan ada air mata lagi dalam hidupnya. Sekalipun Rasyid memulainya. Sebisa mungkin ia berjanji untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi secara dewasa. Dan Nadin yakin, dia pasti bisa melumpuhkan musuhnya, meskipun itu seorang Rasyid.


***


Di lain pihak, Rasyid marah besar atas penolakan yang dilakukan Nadin. Bahkan wanita itu meminta semua nomer ponsel yang Rasyid miliki. Bahkan email pria itu.

__ADS_1


Rasyid kesal karena ucapan Nadin yang mengatakan bahwa tunjangan yang ia berikan sama sekali tak berarti apa-apa baginya. Terlebih Nadin juga mengatakan pada para pengacaranya bahwa Rasyid sangat kaya raya. Harusnya ia bisa mendapatkan lebih dari itu. Bukankah itu mananya menabuh genderang perang padanya.


"Katakan pada wanita menyebalkan itu, dia nggak berhak mengaturku!" ucap Rasyid pada kedua pengacaranya ini.


"Anda tidak bisa begitu, Tuan. Mau bagaimanapun nyonya adalah pihak kedua atas kasus ini. Jadi beliau berhak menyampaikan pendapat," balas pria itu.


"Tunggu, sebenarnya kalian kerja padaku atau padanya. Kenapa kalian terkesan selalu membelanya. Apakah ini artinya kalian bersimpati padanya?" tanya Rasyid kesal.


"Bukan begitu, Tuan. Kami memang senang dapet klien, artinya kami bakalan dapat uang. Tapi menurut kami, kasus anda sangat tidak masuk akal. Coba pikirkan, mana ada orang mau cerai tapi tak memiliki masalah. Bukankah pihak yang rumit adalah anda?" serang pria itu.


"Kalian... assahhhh.. kenapa kalian jadi ikutan bikin pusing seperti wanita itu sih. Kalo kalian nggak mau ambil kasus ini, biar aku minta pengacara lain aja yang handle!" ucap Rasyid kesal.


Sumpah, berurusan dengan Nadin ternyata lebih rumit dari pada berurusan dengan lawan-lawannya di bidang bisnis. Rasyid begitu kuat tak tertandingi jika di dunia bisnis. Tapi di dunia percintaan, dia begitu mlempem. Apa lagi suara Nadin, sanggup menggetarkan hatinya. Bagaimana dia bisa menyanggupi syarat itu. Syarat untuk bertemu. Ini sangat mustahil. Yang ada Nadin pasti akan membabat habis dirinya. Sedangkan ia tau, ia pasti akan kesulitan melawan wanita barbar itu jika kambuh.


"Kenapa berurusan dengan wanita serumit ini sih? udah dikasih banyak uang juga, masih aja nolak. Maunya apa sih?" gerutu Rasyid kesal.


"Sebaiknya anda memang harus memikirkan terlebih dahulu perceraian ini, Tuan. Jangan sampai anda menyesal. Istri anda sangat baik menurut kami. Sayang kalo diceraikan," ucap pengacara itu memberi nasehat.


"Baik kalian bilang? dia itu barbar, susah diatur. Dia tu nggak ngerti apa yang aku takutkan. Dia itu egois dan memikirkan dirinya sendiri. Menyebalkan. Kalian sama saja dengan dia, Sama-sama bikin aku pusing. Sudahlah, terserah dia aja. Mau nunggu aku ya tunggu saja, pokoknya aku nggak mau pulang," jawab Rasyid tegas. Membuat pengacara itu menggeleng-gelengkan kepala.


Rasyid yang mereka kenal selama ini begitu tegas dan tidak plinplan mengambil keputusan. Tetapi keoonan pria itu muncul hanya karena melawan seorang wanita. Bukankah ini sangat ajaib.

__ADS_1


"Menurut saya, apa yang di katakan nyonya ada benarnya Tuan. Sebaiknya anda memang menenangkan diri terlebih dahulu. Nanti kalo anda tenang, silakan anda pulang. Ingat, istri anda akan menerima anda dengan tangan terbuka. Tolong jangan sia-siakan dia," ucap pak pengacara itu lagi.


Rasyid enggan mendengarkan nasehat-nasehat yang membuatnya tambah pusing itu. Harusnya cukup Nadin saja yang membuatnya oleng. Jangan Orang-orang yang ia bayar juga mau ikut ikutan membuatnya pusing. .


Rasyid tak ingin tambah pusing. Ia pun memilih penutup panggilan telpon itu.


Menggerutu kesal, mengumpat kesal, itulah yang bisa Rasyid lakukan sekarang.


Tak ingin terus hanyut dalam masalah yang terjadi dengan Nadin, Rasyid pun memilih untuk kembali bekerja. Memeriksa daftar nama yang mau melamar menjadi asisten pribadinya. Menggantikan Yoga.


Namun, ketika ia mendengar ponselnya bergetar, Rasyid pun memilih meletakkan kertas-kertas itu. Lalu membuka pesan yang ia dapat.


Jantung Rasyid berdetak sangat kencang. Pesan tersebut ternyata dari wanita yang ia hindari.


Beberapa foto panas milik Nadin, bahkan ada foto mereka berdua sedang berciuman. Caption yang ditulis wanita itu pun sukses membuatnya panas dingin. Membuat Rasyid berteriak kelas.


"Aaggggghhhh.... Sialll!!!!" umpatnya.


(Baru awal Pak Owner, istrimu masih punya banyak cara membuatmu tak tenang! Masih aman kah hati? 😜😜😜)


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2