Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Xtra Chapter.! Hadiah Pernikahan Untuk Arfan.


__ADS_3

Satu hari sebelum pernikahan Arfan.


Seperti biasa, Gama sedang bersantai di taman belakang sambil menikmati secangkir teh dan camilan semur telur puyuh. Sambil sesekali memperhatikan istrinya yang sedang membersihkan pot-pot tanaman hiasnya.


Sudah berkali-kali Gama menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar. Beberapa kali pula Ayyara membiarkan sikap aneh suaminya itu.


Tapi lama kelamaan Ayyara sebal juga saat Gama tidak berhenti mendengus.


"sayang, kenapa sih? wajahmu kok begitu? Seperti ada masalah serius dikantor." tanya Ayyara. Dia menghentikan aktifitasnya mencabuti rumput di pot.


"hhhhh hufh.!" Gama malah menjawab dengan dengusan. Membuat Ayyara semakin kesal.


Suara dengusan Gama itu terdengar sangat mengebalkan. Telinganya hampir meledak karna menahan emosi.


"sayang?!" kali ini Ayyara memanggilnya dengan suara yang lebih keras. Membuat Gama melirik istrinya dengan malas.


"sayang. Apa kado yang akan kita berikan kepada Arfan? Besok adalah hari pernikahannya dan aku sama sekali belum terfikirkan apapun." jelas Gama dengan suara lemah seperti orang yang baru selesai dihajar massa.


"jadi itulah yang sedang kau fikirkan? Sayang? Astaga. Aku kira perusahaan sedang dilanda masalah."


"ini juga masalah serius sayang. Aku kan sudah berjanji akan memberinya hadiah pernikahan."


"dan, selama ini kau sama sekali belum memikirkan apa yang ingin kau berikan pada Arfan? Ya ampun, sayang.." jawab Ayyara, ia kemudian berjalan menghampiri Gama dan duduk disebelahnya.


Dan Ayyara jadi ikut berfikir. Mengingat Gama berjanji akan memberikan hadiah pernikahan yang tidak akan pernah terlupakan. Ayyara fikir selama ini suaminya itu sudah mempersiapkannya. Tapi ternyata belum sama sekali.


"ah.! Pesawat.!" pekik Gama. "bagaimana kalau kita hadiahi dia pesawat pribadi sayang?" ujar Gama yang sedang mendapat ide yang sangat cemerlang.

__ADS_1


"pesawat pribadi? Yang benar saja sayang.." Ayyara nampak kirang setuju dengan ide aneh suaminya itu.


"kenapa? Kan belum ada orang yang memberikan pesawat sebagai hadiah pernikahan." mata Gama berbinar membayangkannya.


"sayang, kau saja tidak punya pesawat pribadi, kemana-mana masih menggunakan pesawat komersial, masa iya mau memberikan pesawat pribadi kepada Arfan? dia pasti tidak suka sayang, menurutku itu berlebihan. Berilah sesuatu yang mermanfaat dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama. Kalau pesawat kan hanya bisa digunakan sesekali." jelas Ayyara mengutarakan ketidak setujuannya dengan ide Gama.


"jadi apa dong? Apa kau punya ide?" Gama berubah kecewa setelah mendengar penjelasan istrinya. Tapi juga membenarkan perkataannya.


Gama tidak menunggu jawaban Ayyara, karna sepertinya istrinya itu juga sedang memikirkan sesuatu. Lantas dia meraih ponselnya dari atas meja kemudian mencari suatu informasi disana.


"ah.! Aku tau. Yang beda.!" pekik Gama lagi setelah diberi ide oleh mbah jujel.


"apa? Apa?" tanya Ayyara antusias.


"ini! Kita beri seratus kotak sekaligus!" jawab Gama sambil menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepada Ayyara.


Sepertinya Gama sedang oleng. Bisa-bisanya dia berfikir untuk memberi alat kontrasepsi sebagai hadiah. Benar-benar ide yang menjerumuskan.


"sayang! Apa kau mau Arfan tidak punya anak selamanya? Aneh-aneh saja." dengus Ayyara kesal.


"ya jadi apa dong? Aku bingung." ekapresi wajah Gama kembalo kecewa. Dua ide briliannya ditolak mentah-mentah oleh Ayyara.


"kalau menurutku, kita hadiahi saja dia rumah sayang, bagaimana?"


"tapi kan dia sudah punya rumah, ya walaupun masih ngontrak sih. Tapi, bukankah itu terlalu biasa sayang?" Gama mengernyitkan keningnya.


"tidak penting kalau itu biasa sayang, yang penting kan manfaatnya. Rumah itu nanti bisa mereka tinggali setelah menikah dan untuk seterusnya."

__ADS_1


Gama nampak berfikir sejenak sambil mengusap-usap dagunya. Lantas kemudian dia mulai mengangguk-angguk.


"boleh juga sayang. Sekaligus aku ingin memberikannya mobil dan isi rumahnya sekalian." Gama setuju dengan ide Ayyara.


"isi rumahnya tidak usah sayang. Bagaimana nanti kalau tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.? Apa kau tau, kalau istri itu adalah desain interior terbaik bagi rumah mereka? Dan aku sangat yakin, kalau Dewi juga seperti itu. Biarkan mereka memilih sendiri barang-barang untuk interior mereka. Kita beri saja tambahan uang untuk mereka. Ya.."


"sayang. Kau jenius.!" ujar Gama kemudian langsung bangkit dan memeluk istrinya dengan erat.


Lega sudah perasaannya. Kenapa tidak dari kemarin dia membicarakan hal ini kepada Ayyara.? kan dia tidak perlu berlama-lama pusing memikirkan hadiah untuk Arfan.


Gama merenggangkan pelukannya, kemudian menatap Ayyara dengan tatapan lembut dan berbinar. Dan kemudian mendaratkan kecupan hangat di kening istrinya.


"teimakasih sayang..." ujar Gama lembut.


Ayyara hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat kekonyolan suaminya. Bisa-bisanya dia berniat mengikuti petunjuk konyol dari mbah jujel.


Gama kemudian menelfon sekretarisnya untuk menyiapkan semua yang sudah diberitahu oleh Ayyara. Mencarikan rumah yang bagus untuk Arfan dan Dewi. Dan sekaligus menyuruh mereka untuk menyiapkan cek yang punya angka 8 nol didalamnya.


.


.


.


pemirsah, yang kepo visual Gama versi otak keriting Mak, bisa cus cek di IG Mak ya...


@makee949

__ADS_1


😘😘😘😘😘


__ADS_2