Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Perkenalan Diri Yang Aneh.


__ADS_3

Gama terpaku menatap Gadis yang sedang berdiri di sampingnya. gadis yang baru saja memperkenalkan diri kepada Mamanya dengan senyum yang merekah di bibir ranumnya.


"Yara..." ucap Gama lirih... ia masih berusaha mencerna kenapa Ayyara menghampiri mereka.


"ada apa kau kemari?" tanya Gama di tengah kebingungan. ia tidak mengerti kenapa Ayyara sampai harus memperkenalkaan diri kepada Mamanya dan Maya.


"siapa dia?" tanya Maya yang nampak sebal karna mendapat gangguan dari seorang gadis yang aneh. matanya sinis menatap kepada Ayyara.


"dia..." Gama tak sempat menyelesaikan kata-katanya..


"saya kekasih Gama." singkat, padat dan jelas. cara memperkenalkan diri yang aneh. Ayyara masih tetap dengan senyumannya dan menatap lurus kepada Gama.


kedua wanita yang sedang duduk dihadapan Gama langsung terbelalak matanya. mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar?

__ADS_1


sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Ayyara tiba-tiba mengakui dirinya sebagai kekasih Gama? di hadapan Mama Gama pula?


beberapa saat yang lalu........


Ayyara merasa jenuh berkutat dengan pekerjaannya seharian. dia merasa butuh minuman manis untuk menambah semangatnya kembali. lagi pula matanya sudah mulai lelah karna menatap layar laptop sejak tadi. banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dafa sedang pergi berbulan madu ke luar negeri. sudah seminggu dan pasangan pengantin baru itu tak kunjung kembali. mau tidak mau, akhirnya semua pekerjaan Dafa terpaksa di ambil alih oleh Ayyara. dia tidak bisa melihat perusahaannya hancur gara-gara Dafa yang pergi berbulan madu.


"Nia, yuk ke cafe.. aku yang traktir. aku sedang ingin minum yang manis-manis." ajak Ayyara kepada pegawai mungilnya itu.


"tidak bisa kak.. pekerjaanku banyak sekali. kak Yara pergi duluan ya, nanti kalau aku sudah selesai aku nyusul kak Yara.." tolak Nia. memang bukan hanya Ayyara yang kewalahan, pegawainya juga. kebetulan akhir-akhir ini sedang banyak pelanggan.


Ayyara melangkahkan kaki ke eskalator yang berada tak jauh dari kantornya. setelah sampai di cafe yang ada di lantai bawah, dia segera memesan segelas jus terung belanda dan semangkuk sup buah. hari ini cuacanya lumayan panas, jadi ia memilih menu yang menyegarkan. sudut matanya sempat menangkap sosok Gama yang sedang berjalan diikuti oleh dua orang wanita. yang satu wanita paruh baya dengan tampilan yang elegan, dan yang satu lagi seorang wanita muda dengan penampilan yang sangat mewah dan juga sangat cantik. Ayyara sempat berfikir kalau itu pasti ibu dan adik Gama. ia tidak mengetahui kalau Gama merupakan anak tunggal.


"boleh saya bergabung?" seorang pria mengejutkan lamunan Ayyara. pria itu adalah Arfan. tanpa menunggu persetujuan dari Ayyara, ia langsung duduk di kursi tepat di depan Ayyara. sia melemparkan senyum ramahnya kepada gadis itu.

__ADS_1


"apa kabarnya nona Yara?" sapa Arfan kemudian.


"lumayan baik." jawab Ayyara terkesan cuek.


sekali lagi Ayyara melirik ke arah meja Gama, dan Arfan menyadari hal itu.


pesanan mereka sudah datang. dan tanpa menunggu lama, Ayyara langsung menyendokkan sup buah itu ke mulutnya.


"siapa yang sedang bersama tuanmu itu?" akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulutnya. sebenarnya ia sudah menahannya dari tadi, takut di cap sebagai orang yang ingin tau urusan orang lain. tapi rasa penasaran itu sudah menekan harga dirinya.


"nyonya besar, alias Mamanya tuan Gama. dan yang muda itu, dia adalah Nona Maya. saya rasa anda tau siapa dia. bukankah tuan Gama pernah menceritakannya?" jelas Arfan.


"oo. jadi itu wanita yang dijodohkan dengannya? cantik, sangat cantik. kenapa tidak dia menerimanya saja? lagipula mereka berada di level yang sama."

__ADS_1


"anda sudah tau alasannya. wanita itu tidak tulus dengan pernikahan. tuan Gama adalah orang yang sangat menghargai sebuah ikatan yang di sebut pernikahan."


benarkah begitu? kalau Gama tipe orang yang sangat menghargai pernikahan, lantas kenapa Gama memintanya menikah waktu itu? ditambah dengan perjanjian pra nikah yang semua isinya sama sekali tidak menjurus kedalam sebuah pernikahan yang sebenarnya. Ayyara tidak percaya dengan yang diucapkan oleh Arfan.


__ADS_2