
keluarga Gundala menyambut kehamilan Ayyara dengan suka cita. Gama bahkan mempersiapkan pesta kecil untuk menyambut kepulangan Ayyara dari rumah sakit.
yang paling berbahagia setelah Gama adalah Nyonya Gundala tentunya. wanita paruh baya itu nampak sangat sibuk menyiapkan hidangan untuk pesta kecil itu. ia sangat bahagia, kehamilan Ayyara menghapus semua kekhawatirannya selama ini.
perhatian keluarga Gundala membuat Ayyara merasakan kasih sayang yang sempat hilang. kini ia merasa kembali mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya. ia merasa bahagia luar biasa. walaupun ada perasaan sedih dihatinya kalau teringat tentang kedua orang tuanya.
setelah pesta kecil itu selesai, Nyonya Gundala langsung pamit untuk menghadiri acara arisan rutinnya. senyum sumringah terus mengembang di sudut bibirnya. didalam otak tuanya, dia sedang merencanakan sesuatu.
sambutan yang sangat meriah untuk Nyonya Gundala saat ia telah sampai di sebuah restoran mewah milik salah seorang anggota arisannya. ya, diantara semua anggota arisannya, Nyonya Gundalalah yang paling di segani. selain ia merupakan Nyonya paling kaya diantara mereka, aura dan sikapnya sangat bijaksana, sehingga membuat anggota lainnya merasa segan padanya.
“maaf aku terlambat..” ucapnya kepada para anggota yang sudah menempati tempat duduk masing-masing didalam sebuah ruangan vvip itu.
di tempat duduk yang hanya berjarak 2 orang dari tempat duduknya, duduklah seorang Rini, dengan terus mencibirkan ujung bibirnya, Rini terus saja melirik kearah Nyonya Gundala. entah kenapa dihatinya dipenuhi rasa iri terhadap wanita anggun itu.
“kenapa lama sekali Nyonya?” basa basi seorang anggota kepada Nyonya Gundala.
“maafkan aku, menantuku baru saja pulang dari rumah sakit, jadi aku menyiapkan pesta kecil untuknya.” jawab Nyonya Gundala jujur.
diujung, Rini bergumam dengan dirinya sendiri menanggapi jawaban Nyonya Gundala. ada rasa senang saat tau kalau Ayyara masuk ke rumah sakit. dasar mantan mertua durjana.
“memangnya menantumu sakit apa Nyonya?”
“biasalah, dia kelelahan. sepertinya dia terlalu banyak beraktifitas.” jawab Nyonya Gundala.
“makanya, seharusnya dia diam dirumah saja sambil ungkang-ungkang kaki. sudah dapat suami kaya raya begitu masih saja bertingkah.” sindir Rini dengan kata-kata tajamnya.
“apa maksud anda Nyonya Rini?” tanya Nyonya Gundala, ia tidak terima menantunya dikata-katai seperti itu.
__ADS_1
“oohh,, anda mendengarnya? maafkan saya, mulut saya ini memang licin, tolong di maklumi ya Nyonya...” kata Rini dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak tulus. diam-diam dia tetap mencibirkan bibirnya.
“oh ya, bagaimana dengan menantu anda Jeng Rini? apa pengobatannya sudah berhasil?” tanya anggota lain yang duduk bersebelahan dengan Rini. dasar mulut licin. sepertinya semua permasalahan hidupnya dia umbar kemana-mana, sampai semua orang tau kalau menantunya sedang menjalani pengobatan.
“memangnya sakit apa?” timpal Nyonya Gundala. ia jadi penasaran. tapi pertanyaan itu tak ia khususkan kepada Rini.
“itu lho,, sudah beberapa bulan menikah, tapi menantunya Jeng Rini belum hamil juga.” yang lain yang menjawab.
“wahhh,,, kok kasusnya sama ya dengan Ayyara? jangan-jangan memang lakinya yang bermasalah.” pancing Nyonya Gundala. dia siap-siap akan meledakkan bom yang sudah ia rakit diperjalanan tadi.
“Nyonya Gundala.! tolong jangan bicara sembarangan begitu. putraku sama sekali tidak bermasalah. cuma nasibnya saja yang sial. dua kali menikah, tapi kedua istrinya tak bisa hamil.” bantah Rini. ia bahkan sampai bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Nyonya Gundala.
orang-orang yang duduk di sebelah Rini nampak berusaha menenangkan horang kaya baru itu. mereka tak ingin sampai terjadi keributan antara Nyonya Gundala dan Rini. bisa runyam masalahnya.
“bukan salah perempuannya. menantuku sendiri yang bercerita, kalau selama empat tahun menikah, mantan suaminya sama sekali tak pernah menyentuhnya diranjang. jangan-jangan dengan istri yang sekarang juga begitu?” Nyonya Gundala semakin besemangat melemparkan umpannya.
“apa?”
“kok begitu?”
“tega sekali.”
“jangan-jangan suka sesama jenis lagi..”
“kok bisa ya?”
telinga Rini memerah mendengar bisik-bisik tetangga itu. hatinya memanas. ia telah termakan umpan yang dilemparkan oleh Nyonya Gundala. kali ini dia mendapatkan lawan yang setimpal. mulut Nyonya Gundala jauh lebih licin, tapi licin yang elegan.
__ADS_1
pengaman bom sudah ditarik, sekarang tinggal menunggu bomnya meledak saja.
“benarkah itu jeng Rini?”
mendapatkan pertanyaan seperti itu, Rini terlihat gelagapan. ia sama sekali tak mengetahuinya. benarkah yang baru saja dikatakan Nyonya Gundala itu? wajah Rini memerah. ia malu dan bingung harus menjawab bagaimana.
“apakah anda sudah menyelidiki kebenarannya? bisa jadi si Yara itu berbohong karna dia tidak bisa hamil kan Nyonya?” kata Rini mengalihkan pertanyaan.
“karna sudah tau kebenarannya, makanya aku menceritakannya. aku baru saja selesai membuat pesta penyambutan untuk calon cucuku yang ada di perut Yara..”
DUAR!!!!!!!!!!!!!!
meledak sudah bomnya. Nyonya Gundala merakitnya dengan sangat baik.
rasa terkejut sedang menghantap ke dada Rini. membuat dadanya sesak dipenuhi emosi. ia tidak percaya mantan menantunya itu bisa hamil. jadi apakah selama ini Dafa benar-benar tak pernah menggauli Ayyara? buktinya setelah Ayyara menikah dengan orang lain, dia langsung hamil. apakah masalah sebenarnya adalah... dafa?
“tidak mungkin...” gumam Rini. tapi gumaman itu terdengar oleh Nyonya Gundala.
“apanya yang tidak mungkin? maksudmu aku berbohong? begitu? menantuku masuk kerumah sakit akibat ia kelelahan karna hamil. aku tidak mungkin menyebarkan kebohongan, seperti seeorang...” jawab Nyonya Gundala melirik kearah Rini yang wajahnya sedang merah padam. sesungging senyum muncul di kedua sudut bibir Nyonya Gundala. didalam hati, tentu saja ia bersorak sorai sangking gembiranya.
mampus kau.! seenaknya saja menjelek-jelekkan menantuku. batin Nyonya Gundala.
dengan menghentakkan kakinya, Rini menyambar tasnya yang ada diatas meja lalu ia buru-buru pergi dari sana. ia sudah kalah malu. ia pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa rasa malu. dalam hati ia terus mengutuki wanita kaya yang elegan itu.
.
.
__ADS_1
.
sudah? kalian senang kan? kalian pasti lagi nyukurin si emaknya Dafa kan? hayoo,, ngaku...