
Arfan menghempaskan tubuhnya yang lelah diatas ranjang di rumahnya. Sedangkan Dewi sedang sibuk mengangkut kado ke dalam kamarnya, Dibantu oleh sang adik ipar.
Kado yang mereka dapatkan cukup banyak.
Tapi yang menyita perhatian keduanya adalah dua buah kado yang tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil.
Satu dari Micko dan Mala. Dan yang satunya dari Gama dan Ayyara.
Dewi dan Arfan saling pandang. Setelah berdebat kecil, mereka akhirnya memutuskan untuk bergiliran membuka kado berwarna coklat dengan pita berwarna senada yang melingkar. Itu adalah kado dari Mala dan Micko. Dan itu adalah giliran Dewi yang membukanya.
Mereka berdua sangat antusias membukanya. Setelah kotak terbuka, yang pertama mereka lihat adalah sebuah kartu ucapan. Yang berisi ucapan selamat atas pernikahan mereka berdua.
Yang membuat tercengang adalah, dibawah kartu ucapan tersebut terdapat sebuah amplop, berisi voucher perjalanan bulan madu ke negara K. Selama dua minggu penuh dengan full fasilitas yang semuanya sudah dibayarkan oleh Micko dan Mala.
"wahh,, Mala benar-benar memberikan ini." seloroh Dewi. Mengingat beberapa waktu yang lalu mereka sempat mengobrol tentang keinginan bulan madu Dewi. Dan tanpa diduga, Mala dan Micko sudah mempersiapkan segalanya.
Dan hadiah selanjutnya adalah, sebuah lingerie yang lumayan transparan berwarna merah muda. Di bagian dada lingerie itu menempel sebuah stiker yang berbentuk '😁'
"sialan Mala.!" dengus Dewi.
Sedangkan Arfan tertawa dengan sangat kerasnya melihat istrinya yang terus mengomeli lingerie itu.
"sayangkuuu...." goda Arfan dengan kerlingan mata menggoda penuh arti. Dewi yang mendengar itu langsung memukul lengan suaminya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, kini waktunya bagi Arfan untuk membuka kado dari Gama dan Ayyara.
Kado berwarna hitam dengan ornamen emas, membuat kotak itu nampak sangat mewah. Ditambah dengan pita yang juga berwarna emas membentuk simpul yang manis di tengah-tengahnya.
Sebelum membukanya, Dewi dan Arfan saling pandang lagi. Entah kenapa, rasanya lebih bersemangat dibanding saat mereka membuka kado dari Micko dan Mala tadi.
Kotak sudah terbuka. Seperti yang ada didalam kado milik Micko dan Mala tadi, di kado yang di berikan oleh Gama dan Ayyara juga terdapat kartu ucapannya. Kata-katanya sama, yaitu berisi ucapan selamat atas pernikahan mereka.
Dibawah kartu ucapan, terdapat foto, Sebuah rumah mewah dengan halaman yang agak luas, dengan sebuah mobil sedan canggih keluaran terbaru yang nampak terparkir di halamannya.
Arfan tidak mempedulikan foto itu. Ia lantas meletakkan foto itu di lantai disampingnya begitu saja.
Kemudian dia mengambil sebuah amplop berwarna coklat dan lagsung menuangkan isinya ke atas lantai.
Dengan memicingkan matanya, Arfan membaca baris demi baris kertas-kertas itu, yang ternyata adalah sertifikat tanah dan bangunan yang mengatas namakan dirinya.
"ya ampun.. Sayang, lihatlah apa yang tuan Gama berikan kepada kita.." ujar Arfan sambil menyerahkannya kepada istrinya.
Mata dewi langsung berkaca-kaca, tidak menyangka kalau Gama dan Ayyara akan memberikan hadiah yang sangat luar biasa itu kepada mereka.
Belum hilang rasa terharunya, Arfan kembali meraih amplop kedua, yang juga berwarna coklat. Amplop kali ini ukurannya lebih kecil dari yang sebelumnya.
Arfan kemudian menuangkannya kembali ke atas lantai di hadapan mereka. Muncullah sebuah kartu, yang Arfan tau itu merupakan kunci mobil keluaran terbaru. Seperti yang ada di foto tadi.
__ADS_1
Kemudian terdapat juga STNK, dan Buku identitas dari mobil tersebut yang juga sudah mengatas namakan dirinya. Yang kali ini membuat Arfan semakin berkaca-kaca saja.
Dua hadiah yang sangat luar biasa.
Dan masih ada lagi. Kali ini tinggallah sebuah amplop berukuran paling kecil yang ada di dalam kotak. Dan karna Arfan sudah gemetaran karna menerima dua kado luar biasa dari Gama, dia jadi takut untuk membuka amplop yang terakhir.
Akhirnya Dewi yang meraih amplop itu dari dalam kotak, kemudian membukanya.
"astaga.!" teriak Dewi begitu mengetahui apa yang ada didalam amplop. Ia kemudian menunjukkan sebuah cek tepat kehadapan wajah suaminya sambil sebelah tangannya menutupi mulutnya yang ternganga.
Arfan tidak kalah ternganga. Sebuah angka yang membuatnya syok bukan main.
700.000.000.
Begitulah angka yang tertera di selembar cek itu.
Seakan belum puas dengan mengejutkan mereka berdua dengan dua hadiah super muahal dari Gama dan Ayyara, kini mereka juga dikejutkan oleh hadiah terakhir yang juga membuat mereka syok.
Ada secarik kertas yang menyertai selembar cek itu
"gunakanlah uang ini untuk membeli perlengkapan rumah. Karna rumah itu belum berisi."
Sebaris kalimat yang membuat mata Dewi dan Arfan semakin berkaca-kaca. Terharu luar biasa. Kado termahal yang tidak akan pernah mereka lupakan.
__ADS_1