Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Pengacau.


__ADS_3

di taman belakang sudah terdengar ramai. meja-meja sudah diatur sedemikian rupa dengan makanan diatasnya. lumayan banyak orang. mungkin ada sekitar 20 an orang yang sedang riuh mengobrol.


ibu-ibu sosialita itu berpakaian sangat mewah. Ayyara hampir saja dibuat insecure dengan keadaan disekitarnya. tapi ia memilih tak peduli dan terus saja berjalan menghampiri Mama yang juga sedang mengobrol dengan temannya.


"oh..? Yara sayang kau sudah datang?" sapa Mama saat melihat kedatangan Ayyara. Mama langsung menggandeng lengan Ayyara dan membawanya untuk bergabung dengan teman-teman sosialitanya. sontak semua mata menatap kearahnya. membuat Ayyara merasa malu.


"jeng.. siapa ini jeng?" tanya salah seorang teman Mama.


"perhatian semuanya. disini saya ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian semua. perkenalkan,, ini menantuku, namanya Ayyara." kata Mama. sontak membuat teman-temannya bergumam-gumam sendiri.


"wah.. cantik sekali jeng..." puji teman Mama.


selebihnya, Ayyara ikut berbaur dengan ibu-ibu itu. ia juga ikut duduk di salah satu kursi yang mengitari meja panjang dengan alas meja berwarna putih gading itu. mereka menerima Ayyara dengan hangat.


"oh iya jeng Mila... katanya mau membawa anggota baru? mana?" tanya Mama.


anggota baru berarti orang kaya baru dilingkungan mereka.

__ADS_1


"belum datang jeng, mungkin masih dijalan."


"baru pertama gabung kok sudah terlambat." timpal yang lain.


"maaf saya terlambat." ucap seorang wanita dari arah pintu masuk ke taman. Ayyara tak dapat melihat karna ia membelakangi arah tersebut. lagipula ia tak berniat untuk melihat si orang kaya baru. ia malas membalikkan badan.


"ohh,, sudah datang Jeng.. sini,, sini,, silahkan duduk.." kata orang yang bernama Mila tadi.


wanita yang baru datang itu langsung mengambil tempat duduk tepat dihadapan Ayyara. kebetulan kursi itu kosong.


"hai.. Yara.. kau nampak sangat baik." ucap Rini kepada Ayyara. gadis itu hanya mengerutkan dahinya dan menatap tidak suka kepada Rini. kenapa mantan ibu mertuanya itu ada disini? bagaimana ini? batin Ayyara mencoba mengendalikan diri.


"kamu mengenalnya jeng Rini? dia ini menantu keluarga Gundala." tanya Mila. pertanyaan itu langsung membuat semua orang menatap Rini dan Ayyara secara bergantian. merwka sedang menunggu jawaban.


"yentu saja aku mengenalnya. dia ini mantan menantuku." jelas Rini sambil tertawa sinis.


Ayyara ternganga. tidak menyangka kalau Rini akan menyerangnya seperti itu. Mama yang mendengar hal itu nampak sangat terkejut. Gama tak pernah bilang kalau ia telah menikahi seorang janda.

__ADS_1


"apa?"


"ya, dia ini adalah mantan istri dari putraku. aku tidak menyangka putra tunggal keluarga Gundala menikahinya. ternyata menantuku menjadi menantumu ya Nyonya Gundala.?" sindir Rini. dia tidak peduli kalau perbuatannya itu telah menyinggung perasaan lawan bicaranya.


suasana menjadi sangat canggung. Mila mencubit lengan Rini, memperingatkan agar Rini menghentikan aksinya itu. tapi Rini tak peduli. ia tidak rela kalau Ayyara mendapatkan pria yang lebih baik dari putranya.


"apa kalian tau kenapa putraku menceraikannya? mereka sudah menikah selama 4 tahun, tapi dia tak bisa hamil." Rini terus saja berkicau.


jleb.!


runtuh sudah harga diri Ayyara. ia melihat ke arah Mama. wajah Mama nampak sangat malu. ia menatap Ayyara dengan tatapan sedih. inilah yang Ayyara takutkan. kehadirannya akan membuat keluarga Gundala merasakan penghinaan seperti ini. Ayyara sudah tak tahan lagi. ia marah sekaligus malu, bukan kepada orang-orang itu, tapi kepada Mama. ia sudah melukai hati ibu mertuanya itu.


dengan perasaan marah. Ayyara bangkit dari duduknya dan langsung berlari pergi entah kemana. ia memaksa lututnya yang gemetar untuk melangkah. air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya yang merona. ia terus berjalan kaki kearah yang tak jelas.


sementara Mama menahan malu dan langsung membubarkan pesta itu. ia sangat marah, berani-beraninya ada orang yang mempermalukan dia dan menantunya. Mama bukan marah karna status janda Ayyara. tapi Mama marah kepada Rini yang baru datang tapi sudah langsung mengacau.


tapi perkataan Rini tentang Ayyara yang tak bisa hamil, mengusik perasaannya. ada rasa takut dihati wanita paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2