Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Cemburu.


__ADS_3

Ayyara mendengus kesal saat keluar dari ruangan Dafa. ia menekuk wajahnya tanda ia sedang marah besar. tega sekali Dafa menawarkan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu. setelah menguras habis hartanya sekarang dia mau mendepak Ayyara begitu saja? tidak akan dia biarkan. Ayyara akan melawan sampai haknya kembali padanya.


kenapa selalu saja ada masalah yang timbul? kenapa Dafa dan ibunya tak pernah puas mengganggu Ayyara? sebenarnya apa yang mereka inginkan darinya?


drtt,, drtt,,


ponsel Ayyara bergetar. ada sebuah pesan yang masuk. ponsel itu sudah diambilkan oleh Arfan dari villa.


“sayangku... sedang apa?” dari Gama. pesan itu membuat sesungging senyum di bibir manisnya. entah kenapa Ayyara merasa sangat berbunga-bunga. kemarahannya pada Dafa seketika hilang sudah.


“sedang bekerja...” jawab Ayyara dengan menambahkan emot hati di ujung kalimatnya.


“aku bosan. bisakan kau kemari?”


“aku sedang sibuk sayang...”


“ayolahhh... aku rindu..” rengek Gama.


Ayyara trus tersenyum sendiri sepanjang ia menatap layar ponsel. baru saja bertemu beberapa jam yang lalu, masak sudah rindu sih,, batin Ayyara.


agak lama tidak ada balasan dari Gama. Ayyara menunggunya. ia terus menatap ponsel yang ia geletakan di meja di sampingnya.


apa dia sedang sibuk? batin Ayyara. tiba-tiba ia juga merasa rindu kepada suaminya itu. kenapa ia jadi ketularan konyol sih? rindu Gama menular padanya. apa rasa rindu memang bisa menular? kalau ia, berarti ia termasuk penyakit yang berbahaya dong.


Ayyara memilih tetap fokus pada pekerjaannya. banyak sekali yang harus ia kerjakan, dan perhatiannya jadi teralihkan karna ia merindukan Gama. ia masih menunggu balasan dari pria itu.


“kau menungguku?” tiba-tiba Gama sudah ada di hadapannya. membuat Ayyara tertawa senang. “ayo kita makan siang..” ajak Gama lagi. Ayyara mengangguk semangat mendengar ajakan Gama.

__ADS_1


Gama mengemudikan sendiri mobilnya dengan perlahan. ia sengaja ingin menghabiskan waktu bersama istrinya. sedangkan Ayyara merasa tidak sabar dengan cara Gama mengemudikan mobil. sangat lambat.


“sayang, bisakah kau cepat sedikit. aku sudah sangat lapar.” Gama melirik ke samping dan mendapati Ayyara sedang menatapnya dengan memelas. pria itu tertawa perlan.


Gama menghentikan mobilnya di parkiran sebuah hotel bintang 5. itu adalah salah satu hotel miliknya. ia tak melepaskan genggaman tangannya sedikitpun. padahal Ayyara sudah cukup malu karna setiap orang memandang kearah mereka.


pihak restoran yang ada si hotel itu sudah menyiapkan ruangan khusus untuk Gama dan Ayyara. karna Arfan sudah menelfon mereka sebelumnya.


"Tuan Gama.!" pekik seorang wanita dari tempat yang tak jauh dari mereka. wanita itu sedikit berlari mendekati Gama dan Ayyara yang baru saja memasuki area restoran.


Celine? batin Ayyara.


"nona Celine.! sungguh sebuah kebetulan kita bertemu disini untuk yang kedua kalinya." sapa Gama ramah. ia tidak sadar sedang mendapatkan tatapan kematian dari istrinya.


"saya langganan tetap disini Tuan. makanan mereka sangat lezat. jadi saya memanfaatkannya untuk meeting bersama dengan client. makanan lezat adalah 'sogokan' yang tak pernah ditolak." kata Celine mengangkat 2 jarinya dan menggerakkannya.


"apa kalian akan makan siang disini?" tanya Celine lagi.


"ya,"


"kalau begitu, silahkan menikmati makan siang kalian yaaa. saya permisi dulu..." kata Celine. kemudian ia berjalan meninggalkan restoran.


Ayyara masih cemberut, tapi tak terlalu kentara. Gama bahkan tak menyadarinya. Ayyara tidak suka melihat Gama yang ramah pada wanita lain. itu menyakiti hatinya.


walaupun sudah didalam ruangan vvip, tapi Ayyara masih saja menundukkan wajahnya. dia menggerutu dalam hati. ia terus memandang kebawah meja yang berbentuk bulat itu sambil mengetuk-ngetukkan jari jemarinya si kursi yang ia duduki.


"sayang, mau pesan apa?" tanya Gama yang sedang membaca daftar menu yang baru saja dibawakan oleh si manajer restoran. pria itu langsung mengangkat wajahnya melihat lurus kepada gadis yang duduk dihadapannya. tak ada respon dari Ayyara.

__ADS_1


"sayang?!" panggilnya sekali lagi.


"terserah saja. pesankan aku apapun." kata Ayyara jutek.


Gama mengernyitkan keningnya. nada bicara Ayyara mengisyaratkan kepada Gama kalau istrinya itu sedang marah. tapi marah karna apa? Gama tak tau.


tak mau memperburuk suasana, akhirnya Gama memesan dua porsi steak dan dua jus jeruk kepada si manajer restoran. manajer itu langsung pergi setelah mendapat pesanan dari Gama.


setelah kepergian si manajer, Gama langsung bangkit dari duduknya dan mendekati istrinya. ia memeluk istrinya itu dari belakang. mencoba merayu.


"kira-kira,, apa salahku ya? maukah kau memberitahuku?" ucap Gama dengan sangat hati-hati. ia menciumi rambut Ayyara untuk membujuknya.


"fikirkan sendiri.!" dengus Ayyara.


ternyata dia benar-benar sedang marah.batin Gama.


bagaimana aku tau? aku sudah memikirkannya tapi tetap tak menenukan kesalahanku. batin Gama.


"sayang, aku sudah memikirkannya. ayolahh.. beritahu aku, siapa apa yang aku fikirkan salah. kalau kau tidak memberitahuku, darimana aku bisa tau? sayang... ayolah,, beritahu aku.. kalau kau memberitahuku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi." bujuk Gama. ia harus mengalah dalam posiai seperti ini, kalau tidak akan jadi semakin rumit. ia sangat tau bagaimana sifat wanita, tidak mau memberitahu tapi menuntut laki-laki untuk mengerti.


"kau nampak sangat akrab dengan Celine. sepertinya hubungan kalian sangat dekat ya.." sindir Ayyara.


oh,, jadi dia cemburu. batin Gama lagi. kini dia tau alasan Ayyara marah padanya. entah kenapa rasa cemburu Ayyara malah membuatnya bahagia. iapun terswnyum senang di belakang Ayyara.


"tidak sayangku, aku tidak sedekat itu dengannya. kami hanya sebatas rekan bisnis. aku hanya menjaga sopan santunku pada rekan bisnis. itu saja. tidak lebih. percayalah padaku. jangan marah lagi ya..." rayu Gama kemudian ia bergeser ke samping Ayyara dan langsung mel***t bibir ranum itu.


"Sayang... jangan begini... nanti ada yang melihat bagaimana?" kata Ayyara terputus-putus di tengah pergulatan mereka. tapi Gama tak peduli. yang penting Ayyara tak marah lagi. itu saja.

__ADS_1


__ADS_2