Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Yang Tak Terduga.


__ADS_3

seharian ini perasaan Gama gundah gulana. ia lebih banyak melamun. bahkan saat sedang rapat dewan direksi pun Gama nampak tak bisa fokus dengan permasalahan yang disampaikan. saat sedang berada diruangannya ia hanya mondar-mandir tak jelas. pekerjaannya pun jadi terbengkalai. untung saja ada Arfan yang dengan sigap menggantikannya.


"tuan, anda kenapa?" Arfan yang sejak tadi penasaran dengan tingkah tuannya memberanikan diri bertanya.


"apa ada cara agar dia menerima penawaranku?" tanya Gama lirih.


"anda harus berusaha meyakinkannya sendiri tuan. seperti yang anda tau, Nona Yara pernah gagal sekali dalam pernikahan. saya kira kali ini dia lebih berhati-hati saja. anda harus menunjukkan ketulusan kepadanya." kata Arfan memberi solusi.


ketulusan seperti apa lagi yang harus dia tunjukkan.? beberapa hari yang lalu dia bahkan memohon kepada gadis itu.


hufh...


Gama menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.


telfon di atas meja kerja Arfan berbunyi. itu adalah panggilan dari resepsionis. pria itupun langsung mengangkatnya, sementara Gama masih duduk di sofa diruangan arfan dan menyandarkan tubuhnya. nampak sekali kalau ia sedang malas melakukan apapun.


"baiklah. suruh saja mereka keatas. aku akan menyampaikannya kepada tuan Gama." jelas Arfan di telfon. kemudian ia meletakkan telfon ketempatnya semula.


"ada apa?"


"dibawah, calon istri anda meminta bertemu tuan."

__ADS_1


"calon istri? apa maksudmu?" Gama memicingkan sebelah alisnya.


"nona Maya.. dia bilang kepada para karyawan kita kalau dia adalah calon istri anda. dan dia sedang bersama dengan nyonya besar." nelas Arfan sambil menahan tawa.


"apa.?! sialan." maki Gama. kali ini kenapa lagi wanita itu ingin menemuinya? bersama ibunya pula.


"jadi bagaimana?"


"biarkan saja. aku akan menemuinya." kalau maya datang sendiri, Gama tidak akan menggubrisnya. ternyata wanita itu pintar juga, ia datang bersama nyonya besar alias ibunya Gama agar Gama tak bisa menolaknya. dalam hati Gama mendengus kesal.


tring.!


pintu lift sudah terbuka. dan sampailah ia di lantai 2. dibelakangnya Arfan juga ikut. bukan untuk membuntuti tuannya itu, tapi ia akan membeli kopi untuk dirinya sendiri di lantai satu.


"kenapa mama kemari?" tanya Gama setelah mendapatkan tempat duduk.


"hei. kami rindu padamu. jadi kami kesini saja. iya kan ma?" kata Maya menunjukkan wajah ramahnya yang palsu. sedangkan Mama tersenyum sumringah.


"kau masih sibuk nak?" tanya mama. "kalau tidak sibuk, ayo temani kami belanja keperluan pertunanganmu..."


jreng,, jreng...

__ADS_1


keperluan pertunangan? apa maksudnya?


"Mama sudah tidak sabar menunggumu Gama. sepertinya kali ini Mama yang harus turun tangan langsung. biar Mama cepat dapat cucu."


muslihat apa lagi yang sudah dilakukan Maya terhadap mamanya? mereka bahkan membahas pertunangan tanpa dirinya. benar-benar tidak bisa di biarkan. kali ini Gama tidak akan diam saja.


"Ma, aku tidak akan menikahinya." kata Gama tegas. membuat Mama terkejut mendengarnya.


"apa maksudmu?"


"aku tidak pernah membahas pernikahan. yang jelas bukan dengannya. Maya, berhentilah mengganggu keluargaku."


"Gama kenapa kau berkata seperti itu? kau sudah menyakiti hatiku. kita kan sudah berjanji akan menikah?" Maya mulai sesenggukan menangis. sampai beberapa orang yang lewat memperhatikannya.


"Gama apa-apaan kamu?!" Mama nampak marah saat melihat Maya yang mulai menangis. ia merasa kecewa kepada putranya itu. ia tak pernah mengajarkan Gama untuk menyakiti perasaan wanita, apalagi sampai membuatnya menangis. apa dia sudah gagal mendidik putranya itu selama ini?


"Ma,, dia tidak benar-benar menginginkan pernikahan itu. baginya menikah denganku adalah bisnis." jelas Gama.


"memangnya kenapa? yang terpenting bagi Mama adalah kamu segera menikah dan segera punya anak. Maya tulus mencintainu nak.. mama bisa merasakannya. dia adalah wanita pebisnis yang hebat, wajar jika kamu menganggapnya seperti itu." Mama tetap kekeuh. sedangkan Maya tertawa dalam hati mendapatkan pembelaan yang tidak dia sangka itu.


"Ma...." Gama tidak tau bagaimana dia akan membuktikan ucapannya kepada Mama. ia menatap Maya dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"halo,, selamat sore..." ucapan lembut itu membuat Gama, Maya dan Mama sontak melihat kearah sumber suara.


"maaf mengganggu Tante,, saya ingin memperkenalkan diri. perkenalkan, nama saya Ayyara Manda." Ayyara berkata sambil membungkukkan badan tanda hormat. ia menebarkan senyuman yang sangat ramah dan manis kepada mereka.


__ADS_2