Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Jangan Terlalu Lama Melihat Kebelakang.


__ADS_3

Gama terus mengikuti setiap gerak gerik Ayyara dengan ekor matanya. ia masih duduk di meja makan. dia merasa ada yang aneh. baru kali ini ada seorang wanita yang memasak dirumahnya, selain bibi asisten rumah tangganya tentu saja. dia bisa merasakan hatinya berdesir untuk sesaat.


Ayyara telah selesai dengan pekerjaannya, gadis itu sedang berjalan menghampiri meja makan dengan membawa dua piring berisi nasi goreng yang baru saja ia buat. kemudian ia meletakkan satu piring ke hadapan Gama. aromanya saja sudah membuat hidung Gama bergerak-gerak. nampak sangat lezat.


"cobalah." Ayyara menawari sambil menyodorkan sendok kepada Gama. pria itu langsung menyuapkan nasi goreng kemulutnya.


"hmm.. enak. ternyata kau pandai memasak." puji Gama spontan. dia sampai terkejut dengan dirinya sendiri.


Ayyara hanya tersenyum tipis. kemudian ia pun segera memakan bagiannya. dulu, Ayyara sama sekali tak pandai memasak. bahkan memasak mie instan saja ia tak pandai, karna dulu hidupnya seperti tuan putri, segala hal yang ia butuhkan sudah disediakan oleh kedua orang tuanya. tapi setelah menikah dengan Dafa, ia pun mulai belajar memasak, waktu itu dia berfikir, mungkin dengan memasak makanan untuk suaminya setiap hari, Dafa akan membuka hati untuknya. dan ternyata tidak. masakan lezatnya tak bisa membuat hati Dafa berpaling dari kekasihnya.


"apa kau tak punya kekasih? sampai harus memintaku menikah denganmu seperti ini?"


"tidak.." jawab Gama tersenyum. "dulu aku pernah menyukai seorang wanita yang luar biasa."


"dulu?" tanya Ayyara mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"ya,, namanya Armala Anggun. ngomong-ngomong matamu mengingatkanku padanya." terang Gama tak malu-malu.


"Jadi aku mengingatkanmu padanya? Apa kau tau itu berarti kau belum bisa move on sepenuhnya.? Kau belum bisa melupakannya.?"


"dia sudah menikah, dan aku tidak pernah bilang kalau aku sudah melupakannya. Aku hanya sedang berusaha mencari seseorang yang bisa menghapus namanya dari hatiku, meletakkannya disudut, agar aku bisa menguncinya dengan baik dan tidak akan pernah membukanya lagi. lagipula Aku tidak berencana melupakannya. kau sendiri, kenapa bisa menikah dengan pria itu?"


"orang tuaku menjodohkan kami. walaupun awalnya aku tidak mencintainya, tapi aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku kecewa. Jadi setelah menikah aku memaksakan diri untuk mencintainya."


"dasar bodoh.! Untuk apa memaksakan perasaanmu kepada orang yang bahkan tidak pernah mencintaimu?"


"wanita itu memang miliknya sejak awal. Aku hanya tidak tau saja kalau mereka sudah menikah. Kalau saja mereka tidak terikat dengan pernikahan, tentu saja aku tidak akan pernah menyerah sampai dia menjadi milikku. semangat juangku juga tinggi, jangan meremehkanku." dengus Gama. ia menyuapkan sendok terakhir ke mulutnya.


"jangan terlalu lama melihat kebelakang, nanti kau bisa menabrak seuatu. Dan bisa saja itu membahayakanmu." tiba-tiba Ayyara menasehati.


"apa kau sedang mengejekku?"

__ADS_1


"aku cuma bilang." jawab Ayyara santai. kemudian ia bangkit dan mengambil piring kotor bekas makan mereka berdua, kemudian langsung mencucinya di bak cuci piring.


"wah,, ahahah,," Gama kalah telak. ia tak bisa membalas ucapan Ayyara.


rasa canggung di antara mereka perlahan mencair. apa pernikahan ini membuat mereka lebih dekat?


"apa aku salah? kalau tidak percaya, coba saja kau berjalan dan alihkan wajahmu ke belakang, aku ingin lihat apa yang akan kau tabrak." tantang Ayara.


"kau sendiri? apa kau sudah bisa melepaskan perasaanmu pada pria itu?" akhirnya Gama punya sesuatu untuk membalas Ayyara.


"ya. aku sudah bisa mengatasinya. sudah tuntas. tak ada yang tersisa." jawab Ayyara mantab.


perdebatan keduanya berlangsung sengit. masing-masing ingin mempertahankan fikirannya masing-masing. sampai tak terasa waktu sudah hampir tengah malam. setelah selesai berdebat, dan sudah tak ada bahan untuk di perdebatkan lagi, akhirnya mereka berdua masuk ke kamar mereka masing-masing.


malam pertama yang aneh bagi pasangan pengantin baru.

__ADS_1


__ADS_2