
"sayang, apa kau sudah lelah? ayo kita pulang..."
perkataan Gama sontak membuat Dafa, Celine, dan juga Rini terkejut bukan main. terlebih lagi Ayyara. ia sampai tak bisa berkata-kata saat Gama menggenggam tangannya dengan sangat erat. ia memandang wajah Gama dengan mata yang hampir saja copot.
"kalau begitu kami permisi dulu, maaf karna tidak bisa berlama-lama disini. sepertinya calon istriku ini sudah sangat lelah."
mereka semua tambah semakin terbengong-bengong mendengar perkataan Gama. terutama Rini. calon istri? apa Ayyara adalah calon istri Gama? kenapa Ayyara tidak memberitahu dia dan Dafa tentang hal ini? apa Ayyara berniat membalas dendam kepada putranya? Rini sama sekali tidak mengerti bagaimana Gama yang tampan dan hebat itu bisa tertarik dengan Ayyara yang notabenenya tak bisa mempunyai keturunan. pasti Gama belum tau tentang masa lalu Ayyara. batin Rini.
Ayyara masih terbengong, melihat tangan Gama yang terus menggenggam tangannya sambil menariknya pergi dari tempat itu. ia masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. ia terlalu terkejut sehingga kesadarannya buyar entah kemana. kata-katanya tercekat di tenggorokan. sesekali ia beralih menatap punggung Gama yang berjalan didepannya. apa yang baru saja terjadi? batinnya.
Gama mendudukkan Ayyara di sebuah bangku taman yang masih di lingkungan gedung pernikahan. ia melihat wajah Ayyara yang memucat. ia membelikan Ayyara air mineral dari pedagang asongan yang mangkal di sekitar gedung.
"minumlah, kau pasti sangat terkejut." Gama menyodorkan botol air mineral yang sudah ia buka sebelumnya.
dengan tangan yang gemetar, Ayyara meraih botol itu dan langsung meneguknya sampai habis tak bersisa. setelah selesai ia mengusap bekas air dimulutnya dengan lengannya begitu saja. kemudian ia mengangkat wajahnya untuk melihat Gama yang sedang berdiri di hadapannya.
"dasar pria gila.!" Ayyara marah dengan nada lirih. tenaganya masih belum pulih karna keterkejutannya, jadi ia tak bisa berteriak. Gama hanya nyengir saja mendengar makian itu.
__ADS_1
"apa yang sudah kau lakukan?"
"maaf, aku spontan saja mengatakan itu." jawab Gama santai.
"apa? spontan? kau benar-benar sudah gila ya.?!"
"jangan marah begitu. aku kan sudah minta maaf padamu. lagipula ini bukan sesuatu yang buruk."
"bukan sesuatu yang buruk kau bilang? apa hobimu mempermainkan orang begini?" Ayyara menatap Gama dengan tajam. yang ditatap kemudian malah duduk di sebelah Ayyara.
"Yara.." panggil Gama santai. seolah mereka sudah sangat dekat. "apa kau tidak melihat ekspresi mantan suamimu yang sangat terkejut tadi? juga mantan ibu mertuamu? mereka sekarang pasti sedang berfikir keras."
"hei.. dengarkan aku. aku sama sekali tidak bermaksud mempermainkan ataupun mempermalukanmu. aku tiba-tiba saja melakukannya. aku minta maaf."
"iya, kenapa? kenapa kau melakukan hal yang tiba-tiba begitu?"
"aku hanya berfikir kalau itu akan menarik."
__ADS_1
"hah! apa kau tau alasan itu membuatmu nampak aneh? apa aku nampak seperti mainan bagimu?! sebenarnya kenapa kau melakukan ini.!!!" Ayyara mulai terisak. air mata yang sejak tadi dibendung kini tumpahlah sudah, mengalir membasahi pipinya.
"hei.. hei.. jangan menangis." rayu Gama celingukan. ia melihat ke kakan dan ke kiri, barangkali ada yang melihat mereka.
Gama terdiam, menunggu sampai Ayyara berhenti menangis.
"trimakasih... kau menyelamatkan harga diriku.." ucap Ayyara lirih. tak bisa dipungkiri, walaupun cara Gama gegabah seperti itu, pria itu sudah menyelamatkannya dari rasa malu. Gama yang mendengar itu langsung menoleh kepada Ayyara. dan ada sesungging senyum dibibirnya.
"kenapa kau membantuku?" tanya Ayyara. sekarang ia sudah mulai tenang.
"aku merasa tidak tega saat melihatmu sedih menatap mantan suamimu."
"darimana kau tau dia mantan suamiku?" tanya Ayyara heran. apa Gama sudah menyelidiki latar belakangnya? tapi kenapa?
"bagaimana bisa aku tidak tau? setiap tamu undangan yang datang selalu membicarakanmu. aku hanya tidak sengaja mendengarnya.
"oo.." pantas saja.
__ADS_1
"aku ingin menawarimu sebuah kerja sama yang sangat menarik. jika kau tertarik, datanglah ke cafe x besok siang, dan aku akan menjelaskan semuanya padamu." jelas Gama.
bagaimana dia bisa tau itu menarik atau tidak? sedangkan Gama sama sekali tak membocorkannya sedikitpun.