Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Dafa Menggila.


__ADS_3

Gama masih cemberut sambil menekuk wajahnya saat memasuki lobi gedung kantornya. ia jadi merasa tak bersemangat. entah bagaimana ia memimpin rapatnya nanti. sedangkan fikirannya di penuhi dengan kebencian kepada si dokter obgyn yang bahkan tidak ia kenal.


beberapa karyawan kantor mengangguk hormat kepada Gama dan Ayyara. tapi gama tak membalas sapaan mereka seperti yang biasanya Gama lakukan. maklumlah, otaknya sedang dipenuhi oleh dendam. jadi lagi error.


saat sudah sampai di lantai dua, Gama masih menggenggam erat tangan istrinya. Ayyara nampak bingung melihat suaminya yang seperti tanpa nyawa itu yang terus menarik Ayyara sampai mereka hampir tiba di depan lift. melewati kantor Ayyara.


“sayang...” panggil Ayyara. Gama masih tak menggubris.


“sayang.!” panggil Ayyara lagi. kali ini Gama melihat Ayyara dengan bingung.


“lepaskan tanganmu.. aku harus ke kantorku, bukan kekantormu...” ucap Ayyara lagi.


“oh? eh... iya..” jawab Gama gelagapan. kemudian ia melepaskan genggaman tangannya.


Ayyara berjalan masuk kedalam kantornya membiarkan Gama membawa kegalauannya.


semua karyawan langsung sumringah melihat Ayyara masuk kedalam kantor. terlebih lagi Nia. gadis mungil yang sedang bahagia memakai barang gratisan dari Ayyara itu langsung menghambur memeluk Ayyara.


“kak Yara... kenapa baru datang? kami sangat merindukanmu...” cecar Nia. “selamat atas kehamilanmu kak... semoga lancar sampai persalinan” doa Nia.


perkataan Nia diamini oleh enam karyawannya yang lain. mereka juga turut berbahagia atas kehamilan Ayyara. karna sedikit banyak mereka tau cerita dibalik perpisahan kedua bos mereka itu.


di balik ruangannya, Dafa mendengarkan tentang kehamilan Ayyara. tiba-tiba hatinya terasa hancur. seperti puluhan pisau tengah menghujam jantungnya. ia memegangi dadanya yang mulai terasa sesak itu. lututnya mulai terasa lemah. sedetik kemudian Dafa sudah melorot di balik pintu ruangannya.


Ayyara hamil. hanya itu yang terus memenuhi fikirannya. apa kini kesempatannya untuk merebut Ayyara kembali telah hilang?


setelah susah payah Dafa berusaha menenangkan perasaan hancurnya, ia memanggil Ayyara keruangannya. dihadapan mantan istrinya itu, Dafa menyembunyikan kesakitannya dengan sangat baik.


“ada apa?” tanya Ayyara dingin.


Dafa mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari dalam lacinya. kemudian menyerahkannya kepada Ayyara.

__ADS_1


“apa ini?” tanya Ayyara sambil membuka amplop itu.


“ini surat pernyataan kalau aku akan mundur dari posisi ceo dan melepaskan tanggung jawabku atas manajemen. aku akan meninggalkan perusahaan ini Yara.” ucap Dafa lagi.


apa? kenapa dia tiba-tiba ingin mundur? batin Ayyara.


tapi Ayyara tidak peduli dengan alasan apapun yang dimiliki Dafa. yang penting perusahaannya kembali ketangannya. itu sudah cukup. ia tak ingin tau lebih jauh tentang mantan suaminya itu.


Ayyara sedang serius membaca surat itu. tapi tiba-tiba ia dikejutkan oleh sikap Dafa yang tidak terduga.


“Dafa?!!! apa yang sedang kau lakukan?!” tanya Ayyara kepada Dafa yang tengah berlutut di hadapannya.


“kembalilah padaku...”


sebuah perkataan yang aneh dan tak terduga.


“apa maksudmu?” tanya Ayyara mengerutkan keningnya.


“aku mencintaimu yara.. kumohon kembalilah padaku.” ucap Dafa lagi.


“Yara.!” pekik Dafa. ia menghentikan langkah kaki Ayyara dengan meraih pergelangan tangannya.


“lepaskan.!” teriak Ayyara. suaranya sampai terdengar dari luar ruangan. membuat semua karyawan mereka sontak menoleh kearah ruangan. walaupun mereka tetap tak bisa melihat apapun.


“Yara,, kumohon kembalilah padaku. setelah kepergianmu, aku baru menyadari betapa berartinya kau untukku.”


“aku sudah menikah Dafa, dan sekarang aku sedang mengandung anak suamiku.” jelas Ayyara lagi.


“aku tidak peduli. aku hanya menginginkanmu. tapi aku akan tetap menerimanya jika kau kembali padaku.” Dafa sudah semakin hilang akal. pria itu terus saja bicara ngelantur.


“Dafa.! Kau gila.! kau sudah beristri dan sekarang berani-beraninya kau berkata perkataan tidak masuk akal seperti itu?”

__ADS_1


“ya.! aku memang sudah gila.!” Dafa balik berteriak. ia bangkit dari berlututnya dan menatap Ayyara dengan penuh amarah.


Ayyara yang terkejut dengan teriakan itu langsung membeku ditempat.


“aku sudah gila.! aku gila karna terus memikirkanmu walalupun kau sudah menjadi istri pria lain.! aku gila karna terus menginginkanmu walaupun aku sudah berusaha keras melawannya.! aku gila mendapati kenyataan kau hidup dengan lebih baik setelah berpisah dariku.! aku gila memikirkan semua itu.!!!!” teriak dafa tak terkendali.


“aku sangat membenci perasaan ini Yara. aku benci melihat suamimu itu memperlakukanmu dengan baik, melebihi perlakuanku padamu.” ucapan Dafa mulai melemah. “ayo kita kembali bersama. bukankah kau juga menginginkannya?” Dafa bertanya pertanyaan aneh.


“apa maksudmu?” Ayyara mulai ketakutan. tangannya gemetaran.


“aku tau, beberapa waktu lalu kau mencoba kalung di sebuah toko perhiasan di mall, bukankah kalung itu adalah kalung yang sama persis seperi kalung yang pernah kuberikan padamu dulu?” desak Dafa.


ternyata waktu itu dafa juga sedang berada tak jauh dari sana, bersama dengan Celine, istrinya. sehingga ia melihat semuanya.


“kau sudah gila.!!” pekik Ayyara lagi. kemudian ia berjalan kembali hendak keluar dari ruangan itu. tapi Dafa kembali meraih pergelangan tangannya.


“lepaskan Dafa.! dasar gila.!” Ayyara terus saja memberontak ingin melepaskan diri dari cengkeraman tangan Dafa. saat ini ia benar-benar merasa sangat takut.


brak.!!!!!!!!!


pintu ruangan itu terbuka dengan paksa. dan muncullah Gama dari sana.


buk.!!!!


Gama langsung melayangkan tinjunya ke wajah dafa. membuat pria itu langsung tersungkur ke lantai sambil mengaduh.


.


.


.

__ADS_1


cieeee,,, yang iri sama mantan...


siapa yang tegang diharapkan sedekah jempol dan vote nya...wkwkwkwk.😘😘


__ADS_2