
"sayang, apa kau tidak ingin pergi kemanaa gitu?" tanya Gama. ia sudah berhasil meluluhkan kemarahan istrinya. sekarang mereka sedang duduk di balkon kamar dengan mesranya. Ayyara menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. dan Gama masih dengan kebiasaannya, menempelkan tangannya di perut Ayyara.
"kenapa?"
"kita kan tidak pernah berbulan madu sayang. apa kau mau pergi ke suatu tempat? keluar negeri mungkin."
"emmm... tidak usah sayang. aku sudah sangat bahagia walaupun kita melewatkan bulan madu." jawab Ayyara.
Gama hanya memajukan bibirnya saja. dia ingin memberikan pengalaman yang terbaik kepada Ayyara.
"memangnya kenapa sayang? kok cemberut begitu?"
"aku hanya ingin membuatmu bahagia. aku ingin memberikan semua yang aku miliki,. ayoolah, alih-alih bulan madu, bagaimana kalau kita pergi berlibur saja? aku terlalu lelah bekerja sayang. aku butuh liburan." rayu Gama.
Ayyara nampak sedang memikirkan ajakan Gama. dalam keadaan hamil begini, akan sangat merepotkan kalau mereka bepergian.
"memangnya mau kemana?" tanya Ayyara lagi.
"terserah padamu. kemanapun kau ingin pergi, aku akan mengabulkannya." jawab Gama santai.
"lho kok terserah padaku? kan kamu yang butuh liburan sayang.." kata Ayyara heran. Gama yang minta liburan, kok malah bertanya kepada Ayyara.
"aku tidak punya ide... bantu aku,," mohon Gama lagi.
hufh.. ada-ada saja tingkah suaminya itu.
"emmm,, bagaimana kalau kita ke jogja sayang? kebetulan aku belum pernah kesana. pak Ito pernah bercerita tentang kampung halamannya itu padaku." muncullah ide Ayyara.
eng ing eng...
__ADS_1
jogja, tempat dimana semua kenangan cinta pertama Gama berada.
"jogja? emmmm..." Gama berfikir. tiba-tiba ia ingin membatalkan rencananya saat itu juga. fikirannya melesat kembali ke 2 tahun yang lalu...
"kenapa? tidak mau? tadi kamu yang mengajakku liburan, kok sekarang malah ragu sih.." cerca Ayyara.
"sayang... bukan begitu..." jawab Gama terbata.
"apa kau takut akan bertemu dengan wanita itu lagi? siapa namanya? aku lupa. itu, wanita yang sedang kau kunci di hatimu yang paling dalam, karna kau tak berniat melupakannya. kau hanya membutuhkan ku untuk menggeser posisinya saja.." kelakar Ayyara. mulutnya memang bicara asal begitu, tapi ia merasakan sakit di ulu hatinya.
"kenapa kau membahasnya?" Gama tak tau harus menjawab apa. jadi dia menjawab dengan pertanyaan. semburat wajahnya sendu menatap kepada Ayyara.
"maaf.. aku tidak bermaksud mengorek lukamu.." kata Ayyara lirih. ia jadi merasa bersalah karna sudah membahas masa lalu yang paling menyakitkan bagi suaminya itu.
"tidak apa-apa." gama berusaha tersenyum. tapi getir.
"aku tidak peduli dengan masalalumu sayang, yang terpenting, kau masa depanku sekarang." hibur Ayyara. ia ingin menebus rasa bersalahnya.
betapa beruntungnya dia, dipertemukan oleh wanita luar biasa seperti Ayyara. wanita yang selalu memiliki kebesaran hati dalam menyikapi masalah. wanita yang selalu berusaha untuk tetap kuat walaupun banyak hujatan dan cacian yang tertuju kepadanya. wanita yang selalu sederhana walaupun ia menjadi istri seorang Gama Maziantara Gunda.
ya, selama menikah, Ayyara tak pernah berfoya-foya walaupun kehidupan bak seorang putri kembali padanya. ia hanya membeli apa yang dibutuhkannya. ia bahkan tak pernah meminta perhiasan atau sejenisnya kepada Gama.
"sayang? kok malas melamun sih?" peotes Ayyara. karna sepertinya suaminya itu tak mendengarkan apa yang ia ucapkan.
"ya?"
"jadi gimana?" desak Ayyara.
"baiklah, kita akan ke jogja. aku akan menyuruh Arfan untuk mempersiapkan semuanya."
__ADS_1
Arfan, si jomblo itu akan sangat senang bisa kembali ke jogja. karna itu artinya, dia akan libur dan tidak mengurusi pekerjaan selama bosnya itu ada dijogja. itu memang sudah menjadi bonus rutin yang diberikan Gama pada sekretaris yang merangkap sebagai penasehat hukum di GD Group itu.
"tapi aku tidak mau naik pesawat lho ya.."
glek.! apa lagi maksud bumil ini?
"jadi naik apa? transportasi yang paling cepat itu pesawat sayang."
"iya, tapi aku tidak mau yang cepat. aku mau yang lambat dan lama sampainya.."
apa lagi ini tuhan?
"jadi mau naik rakit? atau sepeda? atau jalan kaki?" tanya Gama. pria itu sudah kehilangan kesabarannya.
dimana-mana itu kalau mau bepergian ya pilih moda tranportasi yang paling cepat, bukannya yang paling lama. keanehan apalagi yang akan menghantui Gama? tiba-tiba ia jadi merinding sendiri.
"kita naik kereta api saja ya. tapi jangan yang kelas bisnis. terlalu sepi. aku maunya yang kelas ekonomi."
tuhhh kan...
tiba-tiba sekujur tubuh Gama lemas tak bertenaga. semangatnya sudah terbang entah kemana. dia merasa sangat menyesal karna sudah membahas masalah luburan. susahnya jadi suami...
.
.
.
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
hayoo.. kalian mau protes apa? wkwkwk.