
Mama terus memperhatikan Ayyara yang nampak tak semangat saat menyuapkan sarapan ke mulutnya. ia menatap dahi Ayyara yang nampak agak memerah.
"Yara, dahimu kenapa sayang?" tanya Mama lembut. Ayyara yang meedapat pertanyaan itu langsung melihat Mama dan Papa. mereka menatap Ayyara dan sedang menunggu jawaban.
"oh,, ini... mungkin nyamuk ma..." jawab Ayyara terbata. ia mengusap keningnya sebentar.
"nyamuk? apa di kamar Gama ada nyamuk Ma?" tanya Papa.
"mungkin saja Pa, kan kamar itu sudah lama tak di tempati. ahh.. seharuskah aku menyuruh mereka membersihkannya lagi." ujar Mama. "apa kau tidak bisa tidur nak? matamu berkantung." selidik Mama melihat mata Ayyara yang swperti mata panda.
"e,, i iya Ma. aku susah tidur semalam." jawab Ayyara, kalau saja Mama tau, anaknya itu yang sudah membuat Ayyara susah tidur.
"kau pasti sangat merindukan suamimu yaa,, sampai tak bisa tidur. biasa ada yang tidur disampingnu, tapi semalam kau tidur sendiri, wajar saja, seperti ada yang hilang kan?" tanya Mama. seperti mengingat masa lalunya dulu saat ditinggal Papa keluar kota.
ha????? tapi bukan begitu yang Ayyara rasakan.
__ADS_1
"hehehehe.." Ayyara tak tau harus menjawab apa.
"Yara,, hari ini Mama berencana untuk mengenalkanmu kepada teman-teman Mama. tidak apa-apa kan?"
"mengenalkanku Ma?" tanya Ayyara bingung. bagaimana ini? ia sama sekali tak menginginkan hal itu. sebentar lagi ia dan Gama akan berpisah. kalau sampai banyak orang yang tau, itu akan membuat mereka susah nantinya. pasti akan banyak masalah yang muncul. ahh.. Ayyara sama sekali tak ingin membuat masalah. ia ingin pergi dengan baik-baik..
"diluaran sana, kabar tentang pernikahan kalian sudah tersebar, teman-teman Mama terus mendesak Mama untuk mengenalkanmu pada mereka. jadi Mama fikir tak ada salahnya jika kamu tampil ke publik. hal ini juga akan berdampak baik pada kalian berdua." rayu Mama lagi.
tidak. sama sekali tidak baik. hal itu akan membuat masalah besar. apa yang harus Ayyara lakukan? ia ingin menolak, tapi hatinya juga tak bisa mengatakannya secara langsung kepada Mama. Mama pasti akan kecewa. alasan apa kira-kira yang bagus agar dia bisa melarikan diri hari ini? ya, untuk hari ini saja.
hari sudah beranjak siang,, fisik Ayyara masih sibuk membantu Mama dan beberapa asisten dapurnya. mereka memasak banyak sekali makanan. tapi fikiran Ayyara tetap melalang buana mencari cara. sejauh ini, ia belum menemukan rencana yang cocok.
waktu sudah menunjukkan jam 15, itu artinya sebentar lagi acara akan dimulai. berkali-kali Ayyara mendesah panik. untung saja Mama tak melihat tingkahnya itu.
"Yara sayang, bersiap-siaplah, sebentar lagi teman-teman Mama akan datang, Gama sudah menyiapkan gaun untukmu di kamar."
__ADS_1
gaun? Gama?
dua kata itu terus terngiang-ngiang di benak Ayyara. kenapa Gama mengirimkan gaun untuknya? sampai saat ini Ayyara belum juga menemukan cara. apa dia memang tak punya kesempatan untuk pergi? sepertinya ia memang harus tetap disini dan menerima rencana Mama untuk mengenalkannya.
Ayyara menatap gaun indah yang tergeketak di atas ranjang. gaun berwarna biru dengan sulaman bunga di bagian dadanya. sanhat indah dipandang. dengan terpaksa Ayyara meraih gaun itu dan memakainya. ia sama sekali tak bersemangat.
setelah mengenakan gaun itu, dan sedikit mengoles make up ke wajahnya. Ayyara mematut dirinya didepan cermin. ia terpesona dengan bayangannya sendiri. gaun itu terlihat sangat pas di tubuhnya, juga berpadu dengan kulitnya. tak nampak berlebihan sama sekali. dia tak menyangka kalau Gama punya selera yang bagus dalam memilihkan pakaian untuknya.
tok..tok..tok.. pintu diketuk dari luar.
"Nona, sudah saatnya anda keuar. Nyonya sudah menunggu anda. acaranya akan segera dimulai." terdengar suara sesorang wanita dari luar kamarnya.
"ya.. baiklah. aku akan segera keluar."
sekali lagi Ayyara memantapkan hatinya. ia menarik nafas dalam kemudian mengeluarkannya perlahan untuk menenangkan hatinya. ini benar-benar momen yang mendebarkan. ia terus memikirkan masalah yang mungkin timbul nantinya.
__ADS_1
ahh.. andai Gama ada disini.