Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Perasaan Lega.


__ADS_3

"trimakasih karna sudah menjelaskannya kepada kami Yara. Mama tau itu pasti tidak mudah. tapi Mama punya satu pertanyaan lagi untukmu.." kata Nyonya Gundala setelah melepaskan pelukannya.


Ayyara menatap Mama dalam.


"apa kau menyukai putraku? jangan tersinggung, aku hanya tidak ingin kau merasa tersakiti dalam pernikahan ini Yara. kau tidak perlu berbohong. aku sudah tau kalau putraku mencintaimu, sekarang aku butuh kepastian darimu. agar kami tak merasa bersalah karna menikahkan kalian." Mama menatap Ayyara dalam. menunggu jawaban dari gadis itu.


dengan perlahan, Ayyara menganggukan kepalanya. kemudian ia menoleh kepada Gama.


"aku mencintainya Ma."


satu kata yang mampu mewakili segala perasaan Ayyara. Gama yang mendengar itu juga langsung menatap Ayyara dengan tatapan yang berbinar. ia tersenyum tipis kemudian meraih tangan Ayyara dan menggenggamnya erat.


"baiklah.. sekarang yang kami butuhkan hanya satu. cepat beri kami cucu." kelakar Mama mencairkan suasana yang menegang. ucapan Mama disambut gelak tawa.


Tuan dan Nyonya Gundala pamit, Gama dan Ayyara mengantarkan mereka sampai di depan rumah. sebelum masuk kedalam mobil, Tuan Gundala memeluk erat putranya itu sambil mengelis-elus punggung Gama. ia meminta maaf dengan perbuatan, bukan dengan kata-kata. dia hanya ingin memastikan kalau Gama tidak berubah menjadi seorang pria yang brengsek.


Gama dan Ayyara menarik nafas lega. ternyata tak sesulit yang mereka fikirkan. berkata jujur, saat belum dilakukan memang nampak sangat sulit, membuat kita tak berani memulai. tapi tak seburuk itu. yang perlu kita lakukan hanya yakin dan mengumpulkan keberanian untuk memulainya.

__ADS_1


"kau baik-baik saja?" tanya Ayyara. ia memperhatikan pipi Gama yang memerah. kini mereka sudah kembali ke ruang tamu.


Gama yang mendapat perhatian itu langsung tersipu malu. ia menutupi pipinya dengan telapak tangannya.


"maafkan aku..." ucap Ayyara lirih. "aku tidak menyangka kalau Papa akan semarah itu pada kita. tapi untunglah mereka mempercayai ceritaku."


"mulai hari ini, banyak yang harus kita lakukan. dalam waktu dekat, aku akan menyelenggarakan konferensi pers dan mengumumkan pernikahan kita ke publik. apa kau keberatan dengan itu?" tanya Gama.


sebenarnya Gama agak sedikit khawatir. dengan terbukanya pernikahan mereka ke publik, maka saingan bisnisnya akan tau kalau Gama punya kelemahan. diluar sana banyak orang-orang yang bahkan lebih licik dari Maya. mereka pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menyerang kelemahan Gama. tapi disisi lain, Gama bisa melindungi Ayyara secara terbuka. ia juga sudah berencana untuk menambah pengawal dirumahnya.


"kenapa tidak percaya diri?"


"apa aku pantas menyandang status sebagai istri dari seorang Gama Maziantara Gundala? pasti akan banyak orang yang mencemoohku."


"hei.. sayang... tak usah pedulikan apa yang orang katakan. kau cukup melihat dan mendengarkanku. tutup mata dan telingamu. biarkan mereka berkata sesuka hati mereka, tak perlu kau dengarkan. aku akan selalu ada disampingmu dan akan melindungimu."


Gama meyakinkan Ayyara dengan tatapan dan kata-kata. perkataan Gama ada benarnya. untuk apa dia mendengarkan perkataan orang lain? selama ia tak merugikan mereka, dibawa santai saja..

__ADS_1


"sini, aku obati pipimu..." kata Ayyara. sesaat kemudian ia sudah meraih kotak obat yang ada di laci. mengeluarkan sebuah salep dan membuka tutupnya. Gama mendekatkan wajahnya agar Ayyara mudah menjangkaunya.


"pasti sangat sakit..." gumam Ayyara yang melihat bekas tamparan yang memerah.


"jadi kau sama sekali belum melakukannya?" tiba-tiba keluar pertanyaan aneh dari mulut Gama.


"apa maksudmu?"


"kalau kau belum melakukannya, ayo kita lakukan sekarang." kata Gama mendekatkan wajahnya lebih dekat kepada wajah Ayyara. membuat Ayyara langsung membeku. bahkan ia bisa merasakan nafas Gama yang berhembus di wajahnya. Ayyara Memundurkan badannya sampai terhalang sandaran kursi. Gama segera memposisikan tubuhnya diatas gadis itu dengan bertumpu kepada kedua tangannya.


"kau dengar kan tadi Mama bilang apa? yuk kita buatkan cucu untuk mereka." goda Gama dengan tatapan nakal. senyumannya penuh dengan modus.


"disini?" tanya Ayyara malu-malu.


dengan tersenyum lebar, Gama membopong Ayyara menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. hatinya sedang berbunga-bunga. akhirnya, ia sudah sepenuhnya menaklukkan Ayyara. dan nampaknya Ayyara juga sudah pasrah dengan perlakuan Gama.


sore yang panas bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta itu.........

__ADS_1


__ADS_2