Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Solusi Dari Gama.


__ADS_3

sudah hampir satu bulan lamanya, tapi berita-berita di tv dan media sosial masih di penuhi dengan berita konferensi pers yang dilakukan oleh Gama dan Ayyara. beberapa waktu yang lalu Gama secara resmi memperkenalkan Ayyara kepada publik.


sejak saat itu kehidupan pribadi Ayyara menjadi konsumsi publik. setiap hari banyak sekali wartawan yang mencari dan ingin mewawancarainya. setiap hari ia harus kucing-kucingan, dan itu membuatnya sangat lelah. ia jadi jarang pergi ke kantor dan hanya tiduran dirumah saja tanpa melakukan apapun.


seperti hari ini. didepan gerbang rumah Gama, terdengar ada yang sedang beradu mulut dengan Toni, si kepala security. mereka adalah wartawan yang sejak kemarin berusaha menemui Ayyara. Ayyara hanya melihatnya saja dari balkon kamarnya. Gama tak membolehkan Ayyara di wawancarai kecuali dengan dirinya.


tapi yang anehnya, dari sekian banyak berita yang beredar, tak satupun yang membahas tentang pernikahannya terdahulu. tidak mungkin kalau para wartawan itu tidak mencari tau, sepertinya berita tentang itu sengaja di blokir oleh seseorang. siapa lagi kalau bukan Gama. pria itu tentu tak ingin masa lalu istrinya terungkap ke publik. bukan karna ia malu, tapi ia lebih memikirkan perasaan Ayyara kalau sampai hal itu terungkap.


Gama baru selesai mandi, ia hanya mengenakan handuk sebatas pinggang saja. Ayyara segera membantu Gama untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"sayang, pakai shampo apa? kok baunya tidak enak begini?" protes Ayyara saat aroma yang tidak sedap masuk ke rongga hidungnya.


"oo.. ini aku coba shampo baru. wanginya tidak enak ya?"


"iya,, aku tidak suka, wanginya terlalu menusuk sayang." jelas Ayyara.


"yasudah, besok aku ganti yang biasa saja."


kenapa pagi-pagi sudah membahas tentang shampo sih? batin Gama. padahal wanginya enak menurutnya.


"tidak ikut kekantor?" tanya Gama.

__ADS_1


"tidak sayang. rasanya malas sekali harus kucing-kucingan dengan wartawan. hari ini aku akan dirumah saja." kata Ayyara mengikatkan dasi ke leher suaminya.


"jadi mau dibawakan apa nanti kalau aku pulang?"


"apa saja, asal darimu, aku sudah senang."


ya,, begitulah rutinitas Gama setelah pulang dari kantor beberapa bulan ini. saat Ayyara tak pergi ke kantor dan hanya berdiam diri dirumah, Gama akan membawa beberapa bungkus makanan untuk istrinya itu. dan hal itu yang selalu Ayyara tunggu saat Gama pulang. gadis itu akan tersenyum sumringah saat melihat Gama menenteng kantung plastik berisi makanan. entahlah, rasa bahagia itu tak bisa di jelaskan. padahal hanya makanan biasa saja, rapi rasanya senang sekali.


"baiklah, aku pergi dulu ya,, jaga diri baik-baik. aku akan menelfonmu nanti." pamit Gama sambil mengecup kening, mata, dan bibir Ayyara.


Ayyara mengantarkan suaminya itu sampai di ruang tamu saja. karna Gama yang melarangnya. Gama segera masuk medalam mobil dan berangkat menuju kantor.


"sudah kau siapkan Fan?" tanya Gama kepada Arfan.


Gama mengangguk-angguk mengerti.


setelah sampai di kantor, Gma langsung naik ke ruangannya, sementara Arfan mampir ke kantor travel untuk memanggil Dafa.


Dafa merasa was-was saat Arfan memberitahu kalau ada satu hal yang ingin di sampaikan oleh Gama. Dafa jadi jantungan. terus memikirkan tentang apa kira-kira yang akan di bicarakan oleh Gama. ia terus menyeka keringatnya dengan saputangan saat masih berada di dalam lift yang membawanya dan Arfan menuju ke ruang kerja Gama.


"silahkan tuan..." kata Arfan mempersilahkan Dafa untuk keluar dari lift dan membimbingnya masuk kedalam ruangan Gama.

__ADS_1


"Tuan. saya sudah membawa tuan Dafa." Arfan memberitahu.


Gama yang sedang berada di balik meja kerjanya langsung mendongakkan kepalanya melihat kearah dua orang itu.


"silahkan duduk tuan Dafa."


dengan ragu, Dafa duduk di sofa yang ada di tengah-tengah ruangan itu. entah kenapa ia merasa kecil dihadapan Gama.


"maaf mengganggu waktu Anda tuan Dafa. tapi ada yang harus saya bicarakan dengan Anda."


"ada apa tuan Gama?" tanya Dafa ragu. ia takut kalau-kalau perusahaannya akan diusir dari gedung itu.


"silahkan dibaca ini." kata Gama memberikan amplop coklat kepada Dafa. pria itu segera mengeluarkannya dan membaca isinya.


"apa ini tuan Gama?" tanya Dafa masih kurang mengerti.


"itu adalah surat perjanjian, kalau GD Group akan berinvestasi kepada bisnis anda secara penuh. tapi dengan syarat, anda harus melepaskan diri dari perusahaan anda sekarang dan memberikannya kepada Ayyara. kami akan membantu anda untuk memulai perusahaan anda sendiri. kami juga akan menerjunkan tim ahli untuk membantu anda." jelas Gama.


Dafa yang tercengang mendengar penjelasan dari Gama semakin berkecil hati.


"kenapa anda melakukan itu tuan Gama?"

__ADS_1


"saya hanya tidak ingin melihat istri saya sedih memikirkan tentang perusahaan itu. saya sedang memberi anda solusi, jadi tolong diterima."


perasaan Dafa semakin menciut. ia cemburu kepada Gama karna mampu melakukan apapun untuk Ayyara. tidak sepertinya, yang sepanjang hidupnya selalu di kendalikan oleh ibunya dan tak bisa melakukan semua keinginannya sendiri. entah kenapa dalam hatinya terbersit kalau dia menginginkan Ayyara kembali.


__ADS_2