Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Mood Booster.


__ADS_3

Gama sedang sibuk dengan tumpukan dokumen yang harus ia periksa satu persatu. ia nampak sangat serius. Arfan juga sama. GD Group tengah berada di pusaran perebutan akuisisi sebuah resort paling mewah dibali. otak bisnis Gama ingin memenangkan akuisiai itu. jadi mereka sedang mencari cara untuk membujuk sang pemilik resort.


drt,,drt,,


terdengar ponsel Arfan berdering. si jomblo langsung saja mengangkatnya. itu telfon dari salah satu anak buahnya.


"halo."


"........."


"benarkah? kerja bagus. segera kirimkan semua bukti-buktinya." perintahnya lagi. kemudian ia menutup telfon itu.


setelah anak buahnya mengirimkan apa yang dia minta, Arfan segera menunjukkan kepada Gama. membuat pria itu langsung mengalihkan perhatiannya.


"jadi dia penyebabnya? kerja bagus. secepatnya cari tau siapa dia." puji Gama dibarengi dengan titah kerajaannya. yang mendapat pujian langsung tersenyum bangga. Arfan memang tak pernah mengecewakan.


setelah menyelesaikan separuh pekerjaannya, Gama dan Arfan berleha-leha di sofa sambil merilekskan tubuh dan fikiran mereka.


ceklek.! suara pintu terbuka. kepala Ayyara nongol dari balik pintu.


"kalian sedang apa?" tanyanya.


"Nona?.."


"sayang.. kau datang?"


"sepertinya kalian sedang sibuk, aku akan kembali nanti.." kata Ayyara, ia tak ingin mengganggu pekerjaan suaminya.

__ADS_1


"tidak nona. kami sudah selesai. kalau begitu saya permisi dulu tuan. saya akan mencari tahu tentang pria itu" pamit Arfan. kemudian ia menganggukan kepala kepada sepasang suami istri itu. dan langsung menghilang di balik pintu.


"kemarilah..." panggil Gama dengan menepuk sofa disebelahnya. Ayyara menurut saja. ia duduk di sebelah suaminya itu dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Gama.


"ada apa? apa terjadi sesuatu?" kali ini Gama cepat tanggap. ia melihat seonggok awan yang sedang bergelayut di wajah istrinya itu.


"aku baru saja bertemu dengan Celine." jelas Ayyara. ia tak pernah menyembunyikan apapun dari suaminya.


"Celine? kenapa? apa dia mengganggumu?" Gama langsung curiga saja.


"tidak, bukan begitu. dia meminta maaf padaku. padahal aku tidak pernah menyalahkannya atas masa laluku." jelas Ayyara. kemudian dia menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir tanpa mengurangi dan menambahkan.


"jadi orang itu jangan terlalu baik sayang. kenapa kau malah bersikap manis seperti itu. apa kau tidak marah? wanita itu terus berhubungan dengan suamimu waktu itu walaupun dia tau kalian menikah. aku yang mendengarkannya saja sudah jijik." kata Gama sambil bergidik.


"bukan seperti itu. ini semua berkatmu sayang. kau berhasil menghapus semua rasa penyesalan dan amarahku. lagipula aku tidak ingin direpotkan karna memikirkan masa laluku. aku hanya akan memikirkan tentangmu saja kedepannya." jelas Ayyara.


"lantas, apa kalian membahas mantanmu?" ada nada tidak suka dari pertanyaan Gama.


"sedikit. kenapa?"


"wah,,wah,,wah,, semakin dibiarkan semakin berani ya.." Gama merubah posisinya kesamping. ia menatap lurus ke netra sang istri dengan tatapan lapar.


"sayang, jangan begitu.."


"kalau tidak boleh begitu, bagaimana kalau begini?" Gama langsung meraup bibir ranum istrinya dalam-dalam. dan mendorong perlahan sampai tubuh Ayyara terbaring di sofa.


"sa..yang.. jangan.. ini dikantor. bagaimana kalau ada yang melihatnya.?" Ayyara berusaha menolak tubuh kekar suaminya, tapi tenaganya kalah dengan rasa nikmat dari remasan tangan Gama di dadanya. perlahan dia juga menikmati luma**n demi luma**n dari suaminya itu.

__ADS_1


"sayang, aku sedang butuh mood booster sekarang. yukk.. junior sudah minta di charg." kata Gama. nafasnya tersengal-sengal. tubuhnya sudah dipenuhi oleh birahi. ia terus menatap lapar wajah wanita yang sudah berada dalam kungkungannya itu.


"disini? sekarang?"


bukannya menjawab pertanyaan Ayyara, Gama malah memperdalam aksinya. jari jemarinya lincah membuka satu persatu kancing baju Ayyara. dan... menyembullah dua benda kenyal kesukaannya. Gama langsung saja melahapnya dengan rakus.


rasa nikmat membuat Ayyara tak lagi memberontak. ia bisa merasakan junior Gama yang sudah membengkak dibawah sana. menekan pahanya diantara balutan celana yang membungkus kakinya. tangannya juga mulai melepaskan dasi yang melingkar di leher Gama dan perlahan melepaskan kancing kemeja milik suaminya itu. mereka benar-benar sedang dipenuhi oleh birahi.


ceklek.!!


"Tuan.! saya sudah......." Arfan tiba-tiba membuka pintu. ia melihat kepala dan punggung Gama yang berada dibalik sofa.


tatapan maut dari mata Gama mengarah kepada Arfan. seperti menusuk tepat ke jantung pria itu. sedetik kemudian Arfan menyadari ada kejadian apa di balik sofa. letak sofa yang membelakangi pintu tidak memperlihatkan adegan jelasnya. tapi Arfan segera mengerti.


dengan segera Arfan langsung menutup pintu kembali.


sial.! makinya dalam hati. walaupun dia tidak melihat, tapi memahami kondisi itu membuat fikirannya traveling ke luar negeri. jiwa jomblonya meronta-ronta minta dilepaskan.


.


.


.


nasib.. nasib.. jomblo.🤣🤣 (kalian yang sesama jomblo jangan senyum-senyum)


siapa yang setuju babang Arfan dikasih jodoh? cung!

__ADS_1


__ADS_2