Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Menemukanmu.


__ADS_3

dor..! dor..! dor..! dor..!


"Yara.! buka pintunya.. apa kau didalam?" Gama berteriak-teriak memanggil Ayyara.


rumah Ayyara nampak gelap gulita. tak terlihat ada penghuninya. beberapa tetangga Ayyara keluar dari rumah mereka saat mendengar ada orang yang berteriak-teriak di tengah malam.


"cari siapa masnya?" tanya salah seorang tetangga.


"pemilik rumah ini. apa ada yang melihatnya?" tanya Gama menghampiri mereka.


"sepertinya Yara sudah pindah mas.. sudah lebih dari 3 bulan rumah itu kosong. Yara juga tak pernah lagi pulang kesini."


Gama tambah frustasi. ia mengacak rambutnya dengan kasar. kemana lagi ia harus mencari istrinya itu?


ditengah kepanikannya, Arfan menelfon. memberitahu kalau Ayyara sudah ditemukan. saat ini Arfan dan anak buahnya sedang melacak CCTV yang di lewati Ayyara. dengan sigap Gama masuk kembali ke dalam mobilnya dan langsung mengemudikannya ke arah yang diberitahu oleh Arfan.


rintik hujan mulai berjatuhan dari langit. membuat titik-titik air di kaca depan mobil Gama. membuat pria itu bertambah khawatir saja. lama kelamaan hujan mulai deras. dalam hati ia tak berhenti berdoa..

__ADS_1


"Tuan..." sapa Arfan saat Gama sudah turgun dari mobilnya. ia memberikan payung ke pada Gama.


"dimana dia?"


"ini CCTV terakhir yang menunjukkan kalau nona berjalan ke arah sana Tuan," kata Arfan sambil menunjuk jalan didepannya. "tapi kami tidak bisa menemukannya."


Gama segera berlari menembus derasnya hujan ke arah yang di tunjuk oleh Arfan. ia bahkan tak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup. Arfan mengikuti tuannya itu, sedangkan beberapa anak buahnya ia suruh untuk berpencar dan mencari sekali lagi.


"Yara.!! dimana kau?!" teriak Gama ditengah berisiknya suara hujan. ia terus mengedarkan pandangannya ke segala arah. ia tak ingin melewatkan hal sekecil apapun.


dikejauhan, Gama melihat ada sosok seorang gadis yang tengah terduduk sambil memeluk lututnya. gadis itu berada di pagar pembatas jembatan yang sepi. tubuhnya nampak terguncang-guncang seperti sedang menangis. Gama mengenali gaun yang dipakai oleh gadis itu.


"sayang..." panggil Gama lirih. ia menyentuh pundak Ayyara untuk menyadarkan gadis itu.


Ayyara yang menyadari sentuhan di pundaknya perlahan mengangkat wajahnya. matanya sudah membengkak, entah sudah berapa lama ia menangis.


"Gama.? apa ini kau?" tanya Ayyara di tengah isak tangisnya. ia merasa sepertinya sedang berhalusinasi. ia sedang putus asa dan sangat mengharapkan kehadiran Gama saat ini.

__ADS_1


"ini aku..." ucap Gama lirih.. ia sungguh tak tega melihat kondisi Ayyara saat ini.


"kenapa kau baru datang? aku takut.. aku sangat ketakutan.. hiks,,hiks,,hiks,," tangis Ayyara langsung pecah. ia belum menyadari sepenuhnya kalau Gama yang ada dihadapannya adalah asli.


Gama langsung memeluk Ayyara. merengkuh tubuh yang basah kuyup itu.


"maafkan aku,, sungguh maafkan aku..." air mata Gama ikut mengalir.


"apa kau datang untuk menjemputku?"


"tentu saja. sekarang ayo kita pulang.." Gama membopong tubuh kuyup Ayyara. kemudian memasukkannya di dalam mobil. tubuhnya juga tak kalah basah kuyup.


sepanjang perjalanan, Gama terus memperhatikan wajah pucat Ayyara yang tersandar di pundaknya. sebelah tangannya tak lepas dari pipi gadis itu. Ayyara kedinginan, dan ia ingin memberikan sedikit kehangatan yang ia punya untuk Ayyara.


setelah sampai di rumahnya, Ayyara tak kunjung terbangun. sepertinya dia sangat kelelahan. dengan hati-hati Gama kembali membopong Ayyara masuk kedalam rumah. setelah itu membaringkan Ayyara di kamar gadis itu.


dengan secepat kilat Gama pergi ke kamarnya dan segera mengganti pakaiannya yang basah. kemudian ia kembali lagi ke kamar Ayyara. dengan tatapan ragu, ia terus menatap pakaian Ayyara yang masih basah. bahkan kasurnya juga jadi ikut basah.

__ADS_1


Gama menggigiti kuku jempol tanganya. ia memikirkan cara bagaimana untuk menggantikan pakaian Ayyara. sudah beberapa kali ia membangunkan gadis itu, namun Ayyara tak juga terbangun. sedangkan di rumah itu tak ada wanita lain yang bisa membantu menggantikan pakaian Ayyara.


dengan perasaan terpaksa, Gama mulai membuka kancing pakaian yang Ayyara pakai sambil menutup mata. tapi sedikit mengintip juga. dengan tangan yang gemetar, ia melepas semua yang ada ditubuh Ayyara sambil menutupinya dengan selimut. kemudian dengan susah payah memakaikan piyama kepada Ayyara. matanya memang tak meihat, tapi tangannya menyentuh. Gama menyadari kalau juniornya malah terbangun. entah kenapa ia merasa malu sendiri.


__ADS_2