Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Godaan.


__ADS_3

setelah hampir 3 menit, Gama mulai melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah lelah dihadapanya dengan tatapan sendu.


"kau baik-baik saja?" kata Gama menyelidiki setiap inci wajah Ayyara. gadis itu hanya mengangguk pelan. merasakan sentuhan tangan Gama yang hangat di kedua pipinya.


banyak yang ingin di tanyakan Ayyara kepada pria yang masih berdiri didepannya itu, tapi semua kata-katanya tercekat ditenggorokan. ia sedang menikmati perasaan menggelitik dihatinya. mencoba mengatur nafasnya kembali. ia menatap netra Gama yang jernih kecoklatan itu.


Ayyara tersadar dari hipnotis Gama. ia kemudian memundurkan tubuhnya menjauhi Gama. ia masih bisa merasakan detak jantungnya yang serasa ingin melompat.


"apa yang kau lakukan?" tanya Ayyara lirih.


"oh,? eh.. " Gama tak bisa menjawab. ia baru saja tersadar dengan kelakuan absurd nya. kenapa dia memeluk Ayyara?


"maafkan aku. aku tidak sengaja melakukannya. aku hanya menghawatirkanmu.." ucap Gama kemudian. ia celingukan merasa tak enak hati. "apa kau terluka?"


"tidak, aku baik-saja. tidak luka sedikitpun." jawab Ayyara. perasaannya juga jadi tidak enak.


"istirahatlah, aku akan menyuruh bi Ima untuk membuatkan makan malam untukmu."

__ADS_1


ya, setelah mendengar itu, Ayyara bisa merasakan perutnya yang kelaparan. kejadian itu membuatnya lupa makan.


Gama mengutuki dirinya sendiri saat sudah berada diluar kamar Ayyara. ia bahkan mengetuk-ngetuk kepalanya pelan. ia tak sadar kalau di ujung tangga, Arfan sedang memperhatikannya dengan tersenyum. ternyata Ayyara sudah mampu membuat Gama kelabakan seperti itu.


saat melihat Arfan, Gama jadi salah tingkah sendiri. apalagi saat ada senyum yang tersungging di bibir Arfan.


"sejak kapan kau ada disitu?" dengus Gama.


"apa? anda tidak melihat saya? saya sudah berdiri disini sejak anda datang tadi tuan." jawab Arfan sambil menahan tawa. bagaimana Gama bisa melihatnya? sedangkan tatapan mata Gama ditutupi oleh rasa khawatir kepada Ayyara


"jangan membual.!" hardik Gama lagi. kemudian ia berjalan menuju ke dapur untuk menemui bi Ima dan memerintahkannya untuk membuat makan malam yang lezat.


dikamarnya, Ayyara masih berusaha menenangkan jantungnya. kenapa tiba-tiba Gama memeluknya seperti itu? kenapa jantung Gama berdetak sangat cepat? apa jangan-jangan Gama sudah mulai menyukainya?


pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul dibenaknya. ia ingin menyangkal kalau hatinya juga sedang goyah saat ini. apa dia juga menyukai Gama? begitu?


perlahan ia mengelus dadanya dan menarik nafas dalam. ia meyakinkan hatinya untuk tidak menyukai Gama. terlalu banyak hal yang menyakitkan nanti kalau dia menyukai pria itu.

__ADS_1


Ayyara baru saja akan menarik selimutnya dan bersiap untuk tidur. saat tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya.


setelah pintu terbuka, muncullah Gama yang sedang membawa nampan dan sepiring bubur abalone. pria itu meletakkan nampan di atas nakas. Ayyara yang melihat itu langsung duduk lagi.


"makanlah dulu sebelum tidur." perintah Gama. dia duduk di pinggiran ranjang Ayyara dan mengambil mangkuk berisi bubur itu.


"aa..!" kata Gama menyuruh Ayyara untuk membuka mulutnya. ia menyodorkan sesendok bubur ke mulut Ayyara.


"tidak usah. aku bisa makan sendiri." kata Ayyara merebut mangkuk itu dari tangan Gama dengan tiba-tiba. kenapa Gama memperlakukannya seperti seorang pasien? padahal dia baik-baik saja. membuat suasana canggung saja. batin Ayyara.


Gama yang mendapat penolakan hanya tersenyum tipis sambil menggeleng-gelangkan kepalanya. ia memperhatikan Ayyara makan dengan sangat lahap.


"jangan menatapku begitu. kau membuatku grogi." celetuk Ayyara.


"enak?" tanya Gama kemudian.


"enak. bi Ima memang pandai memasak. ini sangat lezat." kata Ayyara sambil menyuapkan suapan terakhir kemulutnya.

__ADS_1


melihat Ayyara yang sudah selesai makan, Gama segera mengambil mangkuk dari pangkuan Ayyara dan meletakkan kembali ke atas nampan. kemudian ia meraih tisu dan mengelap sisa makanan di bibir Ayyara. Ayyara terkesiap dan membuat jantung gadis itu kembali berdegup kencang.


kenapa Gama terus saja menggodanya?? batin Ayyara kesal.


__ADS_2