Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Xtra Chapter.! Adik Untuk Ana dan Jun.


__ADS_3

“Sayang..!! Cepatlah.! Nanti kita terlambat.!” Teriak Gama


dari luar kamar mandi.


Sudah hampir satu jam Ayyara berada didalam kamar mandi, dan


istrinya itu belum keluar juga.


“Sayang.! Ada yang tidak beres dengan perutku.” Lirih Ayyara


dari dalam kamar mandi. Dia keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang


pucat pasi.


“Kamu kenapa?!” Tanya Gama dengan wajah yang langsung


khawatir.


“Entahlah. Perutku tidak nyaman.”


Dengan sigap Gama menggendong istrinya itu dan membaringkannya


di ranjang.


“Tunggu sebentar. Aku akan memanggilkan dokter Wulan.”


“Tidak usah. Oleskan minyak kayu putih saja.” Pinta Ayyara


kemudian.


Gama menuruti. Iapun segera mengambil botol minyak kayu


putih dari dalam laci dan mengoleskannya ke bagian perut dan pinggang Ayyara.


“Anak-anak sudah pergi?” Tanya Ayyara ditengah rintihannya.


“Sudah, baru saja.”


“Bagaimana ini? Padahal kita harus ke acara turun tanah anak


Arfan dan Dewi.”


“Tidak perlu memikirkan itu. Aku akan menelfon Arfan untuk


mengabari kalau kita tidak bisa datang.” Jelas Gama lagi.


“Aku jadi tidak enak. Mereka pasti kecewa.” Kata Ayyara


dengan raut wajah yag pias.


“Hei, tidak perlu memikirkan itu.”


Dan Gamapun mendaratkan ritualnya di dahi, mata dan bibir


istrinya dengan mesra.


Dan anehnya, rasa sakit di perut Ayyara perlahan mulai


mereda. Dan satu jam kemudian bahkan sudah tidak sakit sama sekali. Membuat


Gama menggeleng heran saja.


“hahahaha. Ternyata kecupanku adalah obat paling mujarab


ya..” Seloroh Gama dengan terkekeh. Membuat wajah Ayyara memerah karna malu.


Seolah sakitnya itu hanya dibuat-buat saja.


Bahkan saat mereka sudah didalam mobil dan sedang menuju ke


kediaman Arfan dan Dewi pun, Gama masih saja terkekeh. Drama pagi yang aneh.

__ADS_1


Sementara Ayyara sudah kalah malu. Ia hanya mengatupkan


bibirnya rapat-rapat dengan sesekali melirik tajam kearah suami yang duduk


disampingnya itu. Dia sudah kalah malu.


Gama menyadari, jika ia terus tertawa seperti itu, itu akan


menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Bisa-bisa nanti malam tidak dapat jatah


dari istrinya. Dan Gama tidak mau hal itu terjadi.


Dengan lembut Gama menarik tubuh istrinya dan


menyandarkannya di dadanya. Mengusap lembut kepala istrinya.


“Maaf, aku tidak bermaksud menertawakanmu. Maaf kalau aku


membuatmu tersinggung.” Ucap Gama lirih.


Ayyara tidak tau, kalau Gama sedang menahan senyum di atas


kepalanya. Kegeliannya tidak bisa hilang begitu saja.


“Kita mampir ke toko dulu ya, beli hadiah buat dedek kecil.”


Pinta Ayyara kepada Gama.


“Fadil, kau dengar itu?”


“Iya tuan.”Jawab Fadil dengan sigap. Kemudian mengarahkan


mobil ke sebuah toko langganan Ayyara.


Setelah selesai membeli kado, merekapun langsung meluncur ke


kediaman Arfan dan Dewi.


keluarga Arfan dan Dewi. Mereka semua tau tentang kebaikan yang selalu


diberikan oleh Gama dan Ayyara kepada Arfan dan Dewi. Dan sekarang mereka tau


kalau Gama merupakan pebisnis yang sangat menghargai karyawannya.


Ayyara langsung saja menghampiri Dewi yang sedang


menggendong putri kecilnya. Memberi selamat atas kelahiran anak pertama mereka.


Dan tidak lupa menyerahkan bungkusan kado  yang  sudah dibelinya tadi.


“Trimakasih banyak Yara,” ujar Dewi dengan tatapan bahagia.


“Sama-sama. Selamat datang didunia emak-emak,,hehehe”


seloroh Ayyara.


Gama yang sedang berbincang dengan Arfan melirik kearah Ayyara


dan Dewi, kemudian iapun berinisiatif untuk menghampiri istrinya dan ikut


berbincang-bincang bersama mereka.


Acaranya sangat meriah. Hampir semua keluarga besar dari Arfan


dan Dewi datang. Ayyara merasa sangat senang bisa berada di keramaian seperti


itu. Mereka sangat hangat. Mereka juga selalu bersikap ramah kepada Ayyara.


Kadang Ayyara merasa risih saat mereka memperlakukan Ayyara seperti tamu


kehormatan saja.

__ADS_1


Ayyara sempat merasa trenyuh saat melihat Gama menggendong


anak Arfan dan Dewi. Tiba-tiba hatinya merasa sedih. Ia teringat dengn kedua


anaknya, yang  waktu kecil tidak pernah


merasakan hangatnya dekapan Gama. Itu karna kebodohan dan keegoisannya sendiri.


Gama menebarkan senyuman mempesona kepada istrinya. Ayyara tidak


mengerti, kalau senyuman itu merupakan sebuah kode dari Gama.


Gama dan Ayyara pulang tidak sampai menunggu acara berakhir.


Karna Gama masih khawatir kalau-kalau Ayyara belum pulih benar. Gama sangat tau


sifat istrinya itu. Ayyara mungkin sedang menahan sakit karna tidak enak jika tidak


datang keacara itu.


“Sayang, kamu tampan sekali tadi saat menggendong anak Arfan.”


Puji Ayyara jujur saat mereka sudah sampai dirumah. Membuat Gama jadi salah


tingkah saja.


“Benarkah?” Tanya Gama dengan tatapan menggoda. Diselingi


dengan senyum jahil di bibir seksinya.


Karna pancingan Ayyara, jadilah Gama cepat-cepat menarik


istrinya itu masuk kedalam kamar.Ia harus merealisasikan otaknya yang sudah


traveling lebih dulu.


“Sayang. Kenapa sih?!” Tanya Ayyara masih belum mengerti


jika Gama sedang ‘lapar’. Ia bingung kenapa Gama menariknya seperti itu.


“Ayo kita buatkan adik untuk Ana dan Jun..” Seloroh Gama dengan


kerlingan menggodanya.


“Ha? Mereka kan masih kecil sayang.” Tolak Ayyara dengan


halus.


“Tidak apa-apa.  Biar


rumah ini tambah ramai.” Gama beralasan.


Tidak perlu menunggu persetujuan dari istrinya. Karna


senyuman Ayyara sudah cukup memberinya jawaban. Berkali-kali Gama mendaratkan


kecupan hangat di seluruh wajah istrinya. Entah kenapa, semakin hari, rasa cintanya


semakin bertambah. Ayyara adalah istri paling sempurna dimatanya. Dan sampai


kapanpun dia tidak akan pernah menyia-nyiakan Ayyara atau membuatnya bersedih.


***


yuhuuu,, ada yang kangen sama mereka? nih Mak kasih obatnya. jadilah ya,, walau cuma sedikit.


Mak mau tanya nih, kira-kira perlu gak kita buat Diperistri Tuan Muda Season 2??


hehehehehe,,,


lope,, lope,, lope,, buat kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2