Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Seharusnya Kita Tak Saling Menyukai.


__ADS_3

"Yara... aku mencintaimu..."


deg.!


jantung Ayyara berdetak tak terkendali. rasanya mau melompat keluar dari dalam dadanya. apa yang baru saja Gama katakan? apa ia tak salah dengar?


"apa kau mendengarku?"


"Gama....." Ayyara tak tau harus berkata apa. semua kata-katanya tertahan di ujung lidah.


Gama bangkit berdiri. Ayyara fikir pria itu akan pergi keluar dan meninggalkannya. tapi nyatanya bukan seperti itu. perlahan Gama mendekatkan wajahnya ke wajah Ayyara. ia menatap dalam netra Ayyara. sampai jarak mereka hanya beberapa centi saja. Ayyara bahkan bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Gama.


"apa yang kau........" Ayyara tak sempat menyelesaikan kata-katanya karna Gama lebih dulu melu**t bibirnya.


Ayyara membeku. tak bisa bergerak. ia sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Gama. ia bahkan tak bisa menghindar. ia berusaha melepaskan bibirnya, tapi tangan kekar Gama memegangi kepalanya dan tak memberi ia ruang untuk bergerak. Gama terus saja melakukan aksinya walau Ayyara sudah hampir kehabisan nafas.


Ayyara memukul pelan dada Gama. ia berusaha menyadarkan pria itu. tapi bukannya melepaskan ciumannya, lidah Gama malah semakin merangsek masuk kedalam mulut Ayyara, mengobrak abrik semua yang ada didalamnya.

__ADS_1


semakin lama, Ayyara tak bisa lagi memberontak. fikirannya ingin menolak, tapi hati dan tubuhnya malah ikut terhanyut dengan apa yang dilakukan oleh Gama. perlahan diapun mulai mengikuti permainan Gama dan membalasnya. lama mereka melakukan hal itu.


perlahan Gama melepaskan pagutannya. ia menempelkan keningnya di kening Ayyara sambil mengatur nafasnya. begitu juga dengan Ayyara. ia berusaha mengendalikan dirinya. ada sedikit rasa sesal di hatinya. tidak seharusnya mereka melakukan ini.


"kenapa kau nampak sedih? kau tidak menyukainya?" tanya Gama menatap lekat wajah Ayyara.


"tidak, bukan begitu. kita tidak seharusnya melakukan ini. pernikahan kita akan berakhir beberapa bulan lagi. seharusnya kita tidak saling menyukai..." ucap Ayyara lirih.


"saling menyukai? apa itu berarti kau juga menyukaiku?" tanya Gama. matanya berbinar.


"Gama... kita terikat dengan kontrak." kata Ayyara mengalihkan pertanyaan Gama.


"kau tidak perlu khawatir. aku akan mengurus itu nanti. lagipula aku belum menepati janjiku tentang kasus kedua orangtuamu. bersabarlah, aku sedang mencari tau. setelah semua informasinya kudapat, aku akan segera memberitahumu."


Gama kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Ayyara. kali ini Ayyara diam saja. ia malah memejamkan matanya. entah apa yang dia tunggu.


cup.

__ADS_1


Gama mengecup kening Ayyara dengan lembut.


"kenapa kau memejamkan mata? memangnya apa yang kau harapkan?" goda Gama sambil tersenyum jahil kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi. meninggalkan Ayyara yang menahan rasa malu sampai membuat pipinya merona. wajahnya memanas seketika. kemudian ia merebahkan tubuhnya dengan kasar dan menenggelamkan diri didalam selimut. ia sangat malu. apa dia sedang mengharapkan ciuman kedua dari Gama? astaga.!


Gama terus tersenyum sepanjang ia mandi. hatinya merasa sangat bahagia. tidak menyangka kalau Ayyara ternyata juga punya perasaan padanya. padahal kalau melihat sikap Ayyara, gadis itu selalu berusaha menghindar darinya. memberi batasan untuk mereka.


setelah selesai mandi. Gama keluar dengan hanya mengenakan handuk yang di kaitkan sebatas pinggang. sementara tubuhnya lebih banyak terekspos. apalagi dada bidangnya yang seksi dan basah itu. sangat menggoda. ia melirik Ayyara yang bergerak-gerak didalam selimut. dengan tersenyum ia kembali menghampiri Ayyara dengan perlahan. berjongkok dan mendekatkan wajahnya di dekat kepala Ayyara. kemudian membuka selimutnya dengan tiba-tiba.


"apa yang kau lakukan didalam sana?" selidik Gama.


glek.!


Ayyara menelan salivanya. pemandangan seksi apa yang sedang dilihatnya ini? sangat menggoda. wajah yang tampan, rambut basah, mata coklat, hidung mancung, dan bibir yang padat sekaligus seksi. bibir yang baru saja melu**t bibirnya. tiba-tiba hati Ayyara kembali berdesir. perasaan aneh kembali menyergap hatinya. menggelitik sampai Ayyara merasa geli.


pandangan mereka bertemu, hal itu membuat si junior Gama kembali terbangun. padahal sudah susah payah tadi ia menidurkannya di kamar mandi dengan bantuan sabun. sekarang malah terbangun lagi. buru-buru Gama berdiri dan langsung membalikkan badannya. kemudian ia langsung masuk kedalam ruang ganti. sesampainya disana, ia berdiri mematung sambil menundukkan wajah, ia melihat juniornya yang sedang menonjol di balik handuk yang dia kenakan.


"sialan kau!." ia memaki si junior yang tak tau apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2