Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Permintaan 'Ibu Negara'.


__ADS_3

pasangan yang sedang berpelukan dengan tubuh polos itu terlelap sampai malam. mereka bahkan melewatkan makan malam mereka.


saat jam sudah menunjukkan pukul 02.30 dini hari, Ayyara terbangun karna perutnya keroncongan. ia merasa sangat lapar. ia terbangun dan melirik suaminya yang sedang berkelana di alam mimpi. ia terus memperhatikan wajah itu lekat.


saat sedang tidur saja suaminya ini nampak begitu tampan. apa memang dia selalu setampan ini? gumam Ayyara pada dirinya sendiri.


perut Ayyara kembali berbunyi, membuyarkan lamunannya terhadap wajah tampan suaminya. ia merasa sangat sangat lapar. dia harus makan sesuatu.


"sayang..." bisiknya. dia berniat membangunkan Gama. tapi juga merasa tidak enak harus membangunkan pria itu. jadi dia memanggilnya dengan suara lirih. Gama yang sedang bermimpi tentu saja tidak mendengarkan suara Ayyara.


"sayang.." kali ini dengan suara agak keras, Ia menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu. semakin lama, goyangannya semakin kuat karna Gama tak juga terbangun.


"hm? apa?" tanya Gama setengah panik plus setengah nyawa. matanya jelalatan mencari yang entah apa.


"aku lapar..." ujar Ayyara.


"lapar? jam berapa memangnya ini?" tanya Gama masih mengumpulkan nyawanya. dia baru ingat kalau mereka tak makan malam. pantas saja Ayyara kelaparan. bumil itu biasanya tak berhenti mengunyah.


"mau makan apa?" pertanyaan spontan yang akan sangat disesali oleh Gama.


"nasi uduk kaki lima yang ada di dekat rel itu."


masih dengan setengah nyawa Gama mendengarkan. ia belum sadar kerepotan apa yang sedang menantinya.


"sayang... kok tidur lagi? kau bilang akan membelikanku makanan." rengek Ayyara.


"tahan sebentar bisa tidak.? sebentar lagi pagi, setelah buka aku akan langsung bergegas membelikanmu nasi uduk."


keberisikan dan rengekan Ayyara berhasil mengumpulkan nyawa gama yang berserakan. ia melirik jam di atas nakas, jam 3 dinihari? gila.! dengusnya dalam hati. ia terpaksa membuka matanya lebar-lebar. sekarang ia sudah sepenuhnya terbangun.

__ADS_1


"aku maunya sekarang sayang, perutku sangat lapar."


"kalau kusuruh Bi Ima saja yang buatkan bagaimana?"


"iihh,, kok bi Ima? dia pasti sedang tidur sekarang sayang."


"ya jam segini tukang nasi uduknya juga belum bangun Yara sayangku..." rayu Gama. gila saja jam 3 dini hari, mau cari nasi uduk dimana dia?


perlahan kedua ujung bibir Ayyara tertarik kebawah. sudah ada air yang menggenang di ujung matanya. benar-benar korelasi yang sempurna antara bibir dan mata.


dan air mata itupun jatuh. membuat Gama langsung terbelalak.


"kenapa menangis?" tanya pria itu langaung mengusap air mata istrinya.


"aku lapar... hiks.. hiks.. mau nasi uduk..."


sungguh luar biasa. apa istrinya itu belum makan sejak sebulan yang lalu? jadi yang selama ini dia kunyah didalam mulutnya itu apa? angin? kenapa dia sampai menangis begitu karna lapar? Gama tak habis fikir. dia tak menemukan jawabannya, dia hanya bisa mengutuki hormon istrinya yang bertingkah berlebihan.


kalau bumil bertingkah luar biasa seperti itu, siapa yang bisa disalahkan? ya pastinya pelaku nya lah ya... siapa lagi kalau bukan suaminya. Ayyara yang bahkan tak pernah bawel menjadi cengeng seperti itu. sungguh membuat Gama kalang kabut.


dengan menggerutu pelan sambil memakai pakaiannya yang berserak di lantai, Gama terus memaki dirinya sendiri. ia berfikir keras, dimana ia akan menemukan penjual nasi uduk di jam segini?


sepeninggal Gama, Ayyara kembali menenggelamkan tubuhnya dalam selimut dan bersiap menjemput mimpinya lagi. benar-benar....


"Toni.! Toni.!" panggil Toni yang masih melotot di depan layar cctv.


"tuan?" kepala security itu sungguh terkejut. ia kira tadi suara tak berwujud yang memanggil namanya. "ada apa tuan?" heran, tidak pernah-pernahnya tuannya itu keluar jam segini.


"ayo, temani aku mencari nasi uduk." titah Gama.

__ADS_1


"nasi uduk? sekarang tuan?" Toni tambah terkejut.


"iya. perintah ibu negara. bahaya kalau tidak dituruti." kelakar Gama lagi.


Toni yang mendengar itu hanya menaikkan sebelah alisnya. ia tahu maksud dari 'ibu negara'


"apa kau tau dimana tempat menjual nasi uduk?" tanya Gama lagi. karna dia benar-benar tak bisa berfikir saat ini.


"tunggu sebentar tuan. sepupu saya penjual nasi uduk, mudah-mudahan dia sudah bangun." kata Toni seraya menghubungi sepupunya itu melalui ponselnha.


ternyata Tuhan sedang membantu Gama. kebetulan yang sangat tidak biasa. sepupu Toni ternyata sedang mengiapkan barang dagangannya. Gama senang bukan kepalang. ia langsung memesan 25 bungkus. dengan harga tiga kali lipat.


setengah jam kemudian, pesanan 'ibu negara' datang. dengan senang hati Gama langsung membawa satu dari 25 bungkus nasi uduk itu kekamarnya. selebihnya ia menyuruh Toni untuk membawanya ke dapur. ia ingin menunjukkan kepada Ayyara tentang keberhasilannya. bahwa tidak ada yang tidak bisa Gama lakukan. dadanya penuh dengan kebanggaan.


"sayang,, ini nasi uduknya..." panggil Gama membangunkan Ayyara. Ayyara menggeliat.


"sayang,, aku sangat mengantuk. aku ingin tidur, bukan ingin makan." gumam Ayyara masih dalam keadaan terpejam. istrinya itu malah kembali menenggelamkan diri dalam selimut.


seketika dada Gama menjadi bergemuruh tidak karuan. ia ternganga dengan wajah konyol menatap tidak percaya kepada Ayyara yang sudah terlelap di balik selimut. runtuh sudah kebanggaannya.


.


.


.


udahan ya crazy up nya,, otak mak udah kriting nih..🤯🤯😵😵😵


tanggung jawab kalian pokoknya. harus bisa bikin otak mak lurus lagi.

__ADS_1


tinggalin jejak jempol kalian okeyy? biar otak mak kembali seperti semula.😅


😘😘


__ADS_2