
"Tuan Gama.!" panggil Nia setelah menghampiri pria itu.
tubuh Gama yang sudah basah oleh peluh itu berbalik melihat orang yang memanggilnya.
"Nia? dimana istriku? apa dia baik-baik saja? dia tidak apa-apa kan?" cerca Gama.
"kak Yara sudah dipindahkan ke ruangan perawatan Tuan. mari ikut saya." jawab Nia terbata. ia sempat merasa takut saat melihat Gama tadi.
dengan sigap Gama mengikuti Nia di belakang gadis itu. langkahnya yang kecil membuat Gama hampir tak sabar dan ingin berlari menemui istrinya itu. tapi ia tak tau ruangannya. terpaksa ia tetap mengikuti Nia dengan sesekali mendengus kasar.
mereka sudah sampai di lantai 4, lantai dimana hanya ada ruangan vvip yang biasa di gunakan oleh Gama dan keluarganya jika sedang sakit dan butuh perawatan intensif. ah.. kenapa ia tak kepikiran ke sana? Wulan pasti sudah mengurus perawatan Ayyara.
"Tuan?" sapa Toni. ia langsung berdiri saat melihat kedatangan Gama. pria itu tak menggubris sapaan dari Toni. ia langsung merangsek masuk kedalam ruangan.
dihadapannya, Gama seolah teriris hatinya menyaksikan istrinya terbaring lemah. seperti ada ribuan jarum yang menghunjam kedalam dadanya. perlahan ia mendekati ranjang Ayyara. matanya mulai mengeluarkan air. membasahi pipinya yang putih mulus itu.
"sayang..." ucapnya lirih. ia meraih tangan lemas Ayyara dan menggenggamnya. kemudian menempelkannya di pipinya. ia berusaha menghangatkan tangan Ayyara yang terasa dingin dan basah itu.
"sayang, buka matamu, aku ada disini... kumohon, buka matamu... jangan membuatku takut." ucapnya lagi. sementara air mata terus mengalir di pipinya.
walaupun Gama terus memanggil-manggil istrinya, tapi Ayyara tetap tak merespon. membuat Gama semakin ketakuta. tiba-tiba fikiran-fikiran buruk menghampirinya. bagaimana kalau Ayyara pergi? bagaimana kalau Ayyara tak bangun lagi? bagaimana kalau.....
__ADS_1
Gama berusaha mengusir fikiran jahat yang tiba-tiba lewat tanpa permisi ke otaknya. ia jadi membayangkan yang tidak-tidak.
"Tuan Gama.. Anda disini..." sapa Wulan yang baru saja maauk kedalam ruanga. itu.
mendengar ada yang datang, Gama buru-buru menghapus air matanya. malu kalau sampai ada yang melihatnya menangis. ternyata Gama masih memikirkan harga dirinya
"Nona baik-baik saja Tuan. dia hanya sedang tertidur." jelas Wulan tanpa diminta. ia tahu kalau Gama akan menanyakan hal itu.
wulan terhenyak saat melihat ada bekas airmata di netra Gama saat pria itu berbalik. itu adalah pertama kalinya ia melihat Gama menangis. merasa lucu, juga heran. tapi Wulan tak berani menunjukkan ekspresinya itu.
"tuan tak perlu khawatir, Istri dan Bayi anda sehat."
deg.!
"apa maksudmu?" ia ingin memastikan apa yang ia dengar.
"istri anda sedang hamil tuan. sudah 4 minggu" jelas Wulan lagi.
mendengar itu, wajah Gama menjadi terkejut sekaligus sumringah. benarkah apa yang baru saja ia dengar? Ayyara hamil?
"anda tidak sedang berbohong kan dokter?" tanya Gama memastikan lagi.
__ADS_1
"tidak tuan. dokter spesialis obgyn sendiri yang memberitahu saya. selamat tuan atas kehamilan nona." ujar Wulan lagi. ia ikut merasa bahagia.
bukannya tertawa senang, Gama malah semakin tergugu sambil menenggelamkan wajahnya di perut istrinya itu. perasaannya kini campur aduk tidak karuan. tapi rasa bahagia tetap mendominasi perasaannya.
merasa ada yang bergerak-gerak di perutnya, Ayyara terbangun dan memicingkan matanya. ia mendapati Gama yang sedang sesenggukan di perutnya. apa dia menangis?
"sayang..." panggil Ayyara lirih. Gama langsung mengangkat wajahnya saat mendengar panggilan itu.
"sayang.. kau sudah bangun?" katanya seraya mengelap bekas air matanya. ia menatap dalam kepada Ayyara.
"kenapa kau menangis? apa kau tidak bahagia dengan kabar kehamilanku?" tanya Ayyara. dia sudah menebak pasti Wulan sudah memberitahu Gama.
"tidak sayang.. bukan seperti itu. aku bahagia. sangat bahagia." kata Gama lagi. kemudian ia mendaratkan sebuah kecupan di kening sang istri.
"benarkah?"
"tentu saja. siapa suami yang tidak bahagia mendengar hal ini?" pria itu terus mengelus kepala Ayyara dengan hangat. "trimakasih sayang..."
"tadi aku sempat takut kalau kamu tidak akan datang.... kenapa lama sekali... hiks.. hiks.." rengek Ayyara. air matanya mulai menggenang diujung.
"sssttt.. tidak usah takut. aku ada disini. aku akan selalu ada disini."
__ADS_1
...eng ing eng... masih mak tunggu sedekah jempolnya yaaa....😘😘...