Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Keras Kepala.


__ADS_3

selama kehamilan Ayyara, Gama menjadi malas pergi ke kantor. membuat Arfan terus memaksa dan membuat Gama sebal dengan tingkah Arfan. Arfan terus saja mengganggunya dan setiap hari datang kerumahnya.


"kau saja lah yang mengurusnya.” kata Gama seenak jidatnya. pria itu bersandar di sandaran sofa sambil mengelus-elus perut istrinya yang sedang mengunyah buah apel. sama sekali tak memikirkan perasaan si jomblo Arfan.


Arfan menahan emosi. ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan untuk menetralisir emosinya.


“tidak bisa tuan. banyak proyek penting yang sangat membutuhkan anda.” Arfan masih coba memberitahu.


“hallahhh,,, biasanya juga kau bisa menyelesaikannya dengan baik.” Gama masih ogah berangkat bekerja. padahal sudah seminggu dia dirumah terus. kegiatannya tak lain adalah mengelus-elus perut Ayyara yang bahkan belum membuncit.


“baiklah, kalau begitu, berikan saya posisi CEO agar saya bisa menyelesaikan semuanya dengan baik." kali ini Arfan mengancam dengan wajah datarnya.


“apa?! kurang ajar kau Fan!. berani-beraninya kau meminta posisiku?!!” ancaman Arfan berhasil menarik perhatian Gama.


sedangkan si bumil tak terpengaruh sedikitpun dengan keributan kecil yang terjadi didepannya. ia terus mengunyah buah apel dan matanya serius menatap kearah televisi yang sedang menayangkan drama korea kesukaannya. ia tak peduli dengan posisi CEO yang akan direbut oleh Arfan.


tak punya pilihan lain, dengan menyeret kakinya, Gama memaksa dirinya berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. setengah jam kemudian, pria gagah itu kembali dengan sudah mengenakan setelan lengkapnya. ia berjalan menghampiri Ayyara yang masih di posisinya menonton drama korea.

__ADS_1


“sayang. aku harus pergi kekantor ya,, baik-baik dirumah.” mendengar Gama pamitan, Ayyara langsung mengalihkan pandangannya kepada suaminya itu.


“aku ikut.” ucapnya tiba-tiba.


“kenapa ikut?”


“aku juga harus mengecek perusahaanku. bagaimana kalau si Dafa kampret itu membuatnya bangkrut?” seloroh Ayyara, ia kemudian bangkit dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya. Ayyara belum tau tentang rencana Gama untuk mengakuisisi perusahaan Ayyara.


kepergian Ayyara membuat Gama kembali duduk di sofa. dan membuat Arfan kembali mendengus dengan kasar. tapi tidak sampai didengar Gama. masalahnya hari sudah hampir siang, dan sebentar lagi rapat sudah akan dimulai. Arfan terus melihat jam di pergelangan tangannya. pasangan somplak itu membuatnya gila. rambutnya bisa lebih dulu beruban kalau begini ceritanya.


didalam mobil, Gama juga masih terus mengelus-elus perut Ayyara. dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan sekitar. ia tak peduli dengan jiwa jomblo Arfan dan Fadil, sopir mereka yang masih bujang itu. padahal didalam hati kedua pria lajang itu terus mengumpati tingkah uwu kedua majikannya itu.


“sayang, sudahlah. apa tidak bosan terus menerus memegangi perutku?” akhirnya Ayyara bertanya mewakili Arfan dan Fadil. kedua jomblo itu saling tatap saat mendengarnya. mereka menahan tawa.


“biar. aku suka. aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. aku akan terus mengelus perutmu ini sampai dia keluar dari sana. aku ingin jadi orang yang pertama menyentuh dan memeluknya saat dia lahir.”


“tidak bisa lah sayang. memangnya kamu mau jadi bidannya? orang yang pertama kali menyentuhnya sudah pasti adalah dokter yang membantu persalinan.” jelas Ayyara. iya kan?

__ADS_1


mendengar itu Gama nampak tidak terima. ia mengerucutkan bibirnya. hatinya cemburu membayangkan bukan dia orang pertama yang akan menyentuh anaknya nanti.


“enak saja.! tidak boleh.!”


“ya terus mau bagaimana? apa kamu saja sayang yang membantuku melahirkan?”


“ya bukan begitu juga.!” dengus Gama. ia tak mau kalah. pokoknya ia tak mau anaknya disentuh orang lain sebelum dirinya. sikap keras kepala Gama kambuh lagi. membuat si duo jomblo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ocehan konyol Gama.


Gama masih emosi, ia masih merasa tidak rela. di otak cerdasnya ia mencari cara konyol untuk langsung menggendong anaknya begitu ia lahir nanti. ia terus menekuk wajahnya. Ayyara hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat kelakuan absurd suaminya itu. ternyata Gama masih menyimpan sisi kekanak-kanakan seperti itu. geli sekali rasanya. hilang sudah kegagahan dan kewibawaannya karna sikap absurdnya itu.


.


.


.


ya kali Gama mau jadi dukun beranak.. 🤣🤣 siapa yang mau bantuin Gama?? biar langsung di sleding pas kepala bayinya nongol.🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2