Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Kembalinya si Wanita Iblis.


__ADS_3

Angin malam berhembus menerpa wajah lelah Ayyara. Ia memandang jauh kelautan lepas yang gelap. Hanya ada titik-titik cahaya yang nampak di kejauhan. Mungkin itu kapal-kapal para nelayan yang sedang menjemput rezeki.


Ia menggenggam erat pagar besi pembatas kapal feri yang sedang ia naiki itu dengan sangat erat. Mencoba menyalurkan rasa sakit yang teramat sangat dihatinya kepada besi yang tidak bernyawa itu. Air matanya terus saja meleleh. Mengalir deras membasahi pipinya. Ia memegang perutnya seolah ingin melindungi janinnya.


“aku akan melindungimu sayang. Aku berjanji dengan seluruh hidupku.” Gumamnya lirih. Ia berharap sang bayi bisa mendengarnya.


Di kepalanya selalu terlintas sosok Gama dengan wajah paniknya. Pria itu pasti sedang kalang kabut mencari dirinya sekarang.


“maafkan aku... Maafkan aku..” Lirihnya.


Ayyara tidak punya pilihan. Ia harus merelakan salah satu diantara suami atau anaknya. Ia kembali teringat dengan kedatangan Maya dua hari yang lalu dirumah sakit.


...****************...


Siang itu, Ayyara sedang bermain dengan sosial medianya. Saat ada ketukan pintu di luar kamarnya. Ia langsung tersenyum sumringah. Dia fikir itu Gama yang baru pulang dari membelikan camilan untuknya. Dia terkejut ternyata itu adalah Maya.


“hai..” Sapa Maya. wanita itu terus sana menerobos masuk dan langsung duduk di sofa.


“Maya. Sedang apa kau disini?” Tanya Ayyara geram. Entah, baru melihat wanita itu saja sudah membuatnya benci setengah mati. Apalagi jika ia teringat dengan ancaman-ancaman yag pernah dilontarkan oleh mulut licik wanita itu. “bagaimana kau bisa masuk?” Tanya Ayyara lagi. Karna setaunya di depan ruangannya ada anak buah Gama yang menjaganya.


“mereka membiarkanku masuk. Aku dengar kau sedang sakit. Kebetulan aku sedang ada urusan di dekat sini. Jadi sekalian saja aku mampir.” Jawab Maya dengan santai. “aku membawa ini untukmu.” Kata Maya lagi sambil meletakkan keranjang penuh buah ke atas meja.


“sudahlah. Jangan basa basi. Katakan saja apa tujuanmu datang kemari” sungut Ayyara.


“apa kau baik-baik saja? Apa lukamu parah?” Tanya Maya dengan menelisik setiap bagian wajah Ayyara.


“hei.!” Dengus Ayyara.


“baiklah, baiklah.” Kata Maya sambil mengangkat kedua tangannya untuk membuat Ayyara tenang. “aku ingin memberimu sebuah tantangan yang sangat menarik. Aku yakin pasti kau akan menerimanya.”


“apa kau tidak minum obat hari ini? Sepertinya gila mu kambuh. Apa perlu kupanggilkan dokter?” Sindir Ayyara tidak mau kalah.


“tidak, trimakasih. Aku sudah minum obat tadi.”


“cih. kalau kau datang hanya untuk berbasa basi, lebih baik kau pergi sekarang sebelum suamiku datang.” Ancam Ayyara.

__ADS_1


“oh.. Ya,, suami hebatmu itu. Ngomong-ngomong aku masih sangat menginginkannya . Haha.” Gelak Maya. Membuat Ayyara mengernyitkan keningnya.


“apa lagi yang sedang kau rencanakan Maya?”


“sudah kubilang aku ingin memberikanmu sebuah tantangan. Aku terus kefikiran tentang ucapanmu waktu itu. Kalau kau adalah wanita yang punya keberanian yang besar. Jadi aku mendapat ide cemerlang ini. Mau tau tidak?”


Ayyara hanya menaikkan sebelah alisnya. Entah kenapa perasaannya tidak enak.


Maya bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Ayyara.


“aku menantangmu untuk meninggalkan Gama. Katamu kau punya cukup banyak keberanian, jadi kau pasti berani meninggalkannya kan?” Kegilaan Maya belum berakhir rupanya. Wanita licik itu selalu bisa melihat celah dari segala situasi.


“apa maksudmu?”


“hemh” Maya tersenyum sinis. “apa kau tidak penasaran siapa yang membuatmu seperti ini?” Tanya Maya. Dengan tatapan bangga ia kemudian menunjuk dirinya sendiri


“kau gila?!”


“kenapa terkejut? Bukankah kau sudah tau aku ini gila? Sekarang aku memutuskan untuk tidak tanggung-tanggung. Sekalian saja menjadi gila. Hahahaha” tawa maya menggelegar.


“emmm,, kalau masalah licik, jam terbangku sudah tinggi. Kau pasti tau itu. Jadi bagaimana? Kau terima tantanganku?” Jawab Maya lagi dengan bangganya.


“kau tidak berfikir aku akan menerima tantangan bodohmu itu kan?”


“Yara,,, Yara,, Yara,, kau fikir Gama mu itu akan bisa selalu melindungimu? Contohnya adalah ini. Selalu saja ada celah bagi orang licik seperti ku. Kami ditunjukkan banyak sekali cara untuk menyakiti orang yang tidak kami suka. Apa kau ingin dia juga terluka karna keegoisanmu itu?” Tanya Maya lagi. Kali ini dia hampir mengelus perut Ayyara yang tentu saja langsung ditepis oleh Ayyara.


“sebenarnya kenapa kau melakukan ini padaku?! Apa kau begitu menginginkan suamiku?”


“Gama.. Sebenarnya aku sudah tidak menginginkan dia lagi.”


“lantas kenapa kau masih melakukan hal menjijikkan seperti ini?”


“suamimu itu, sudah membuat harga saham perusahaanku turun drastis. Dia sudah mencabut semua kontrak kerja sama kami.”


“itu adalah kesalahanmu. Kau sendiri yang bertindak diluar nalar.”

__ADS_1


“kenapa itu salahku? Bukannya kau yang datang menemuiku waktu itu? Bukankah itu tidak adil jika kau berkata itu adalah kesalahanku?”


“sudahlah Maya. Pergilah. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.”


“fikirkan tawaranku ini baik-baik Yara. Karna aku selalu punya cara untuk menyingkirkanmu. Kalau aku tidak bisa menyingkirkanmu, maka aku akan menyingkirkan bayi yang ada diperutmu ini.” Kali ini tatapan Maya sangat menakutkan. Ayyara bisa melihat ancaman yang nyata di mata itu. “pergilah ketempat dimana suamimu itu tidak bisa menemukanmu. Atau aku akan benar-benar menyingkirkan bayi ini.” Maya semakin mempertegas ucapannya.


Tubuh Ayyara merinding. Bulu kuduknya berdiri.


“ini adalah kesempatan terakhirmu untuk melindungi calon anakmu. Waktumu sampai besok, karna besok aku akan membuat sedikit keributan kecil agar kau bisa keluar dari ruangan ini tanpa ada yang melihatmu. Dan ini, hadiah terakhirku. Gunakanlah dengan baik.” Kata Maya menyerahkan sebuah paper bag kepangkuan Ayyara. paper bag itu berisi sebuah masker dan topi yang besar.


Ayyara merasa bodoh. Ia heran kenapa ia tidak bisa membalas ancaman Maya kali ini.? Apa karna wanita itu telah menyinggung harga dirinya tentang sikap berani? Tapi ini bukan masalah harga diri. Bagaimana jika Maya benar-benar melukai bayinya? Dia tidak akan sanggup kehilangan bayi dalam perutnya. Lantas apakah dia harus meninggalkan suaminya demi menyelamatkan bayinya?


...****************...


Sepanjang malam Ayyara terus memikirkan jalan keluar. Dia bisa saja memberitahu Gama soal ini. Tapi hal itu tetap tidak menjamin keselamatan bayinya. Seperti yang dikatakan oleh Maya. Akan selalu ada celah untuk wanita itu menyingkirkan bayinya. Malam ini ia meminta Gama untuk tidur bersama dengannya di ranjangnya. Dan terlelap di pelukan suaminya itu sepanjang malam.


Dan seperti itulah akhirnya Ayyara memilih meninggalkan suaminya. Dia memilih menjadi seorang istri yang jahat bagi Gama. Demi menyelamatkan bayinya dari si wanita iblis, Maya.


Sebelum pergi meninggalkan kota jakarta. Ayyara menemui Nia dan meminta gadis mungil itu untuk mengelola perusahaan travelnya menggantikan dirinya. Hanya untuk sementara waktu, janjinya pada Nia. Kemudian dia menarik semua uang tunai yang ia miliki di kartu atm pribadi miliknya. Jumlahnya cukup untuk membiayai hidupnya selama 6 bulan kedepan. Setelahnya, dia bisa mencari pekerjaan sambilan sambil menunggu kelahiran si buah hati.


Biar, ia menjadi wanita yang egois, yang tega meninggalkan suaminya begitu saja. Dia bisa membayangkan betapa sakitnya pria itu setelah kepergiannya. Karna dia tau sedalam apa cinta Gama untuk dirinya. Dia mencoba bertahan demi sang buah hati yang ada diperutnya.


Dia memutuskan pergi bukan karna dia tidak percaya kalau Gama bisa melindunginya. Terlebih kepada dia mencari jalan aman untuk keluarga kecilnya. Untuk masa depan yang ada diperutnya. Biarlah orang dewasa sepertinya dan Gama yang menanggung rasa sakit karna perpisahan ini. jika ia sudah kuat nanti, dia akan kembali.


bolehkah?


.


.


.


ayoo,, sedekah vote dan hadiahnya,, masih ditunggu,, masih ada kesempatan pemenang minggu depan..


😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2