Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Runtuhnya Dunia Gama.


__ADS_3

sudah 4 hari Ayyara berada dirumah sakit. dan selama masa penyembuhan itu, Gama dengan setia menunggui istrinya itu tanpa beralih sedikitpun.


ia baru saja kembali dari ruangan Wulan untuk menanyakan kapan Ayyara diperbolehkan untuk pulang. dengan wajah yang sumringah, dia masuk kedalam kamar perawatan.


“sayang!” panggilnya. karna dia tidak melihat Ayyara di ranjangnya. tidak ada sahutan.


“sayang.!” panggilnya lagi. “apa kau dikamar mandi?” tetap tidak ada sahutan.


ia kemudian membuka pintu kamar mandi, tapi tetap tidak menemukan Ayyara disana. ia mencoba menelfon, tapi suara dering ponsel Ayyara ada di ruangan itu. ia mencari sumber suara dari ponsel Ayyara. ponselnya ada diatas meja. ia mengambil ponsel itu dan menatapnya.


“kemana dia? pergi tidak membawa ponselnya.” gumamnya pada dirinya sendiri.


tiba-tiba netranya terpaku pada sesuatu yang ada di atas meja. tepat dibawah ponsel milik Ayyara tadi. sebuah kertas. ia kemudian mengambil kertas itu dan membaca tulisannya.


teruntuk Gama Maziantara Gundala.


tolong jangan pernah memaafkan sikapku ini. aku tidak akan menuntutnya darimu. aku melakukan ini dengan banyak pertimbangan. dan akhirnya, aku memilih untuk menyakitimu. semoga kau bisa segera melupakanku.


Ayyara Manda


seketika langit terasa runtuh. tubuh Gama bergetar tak terkendali. lututnya melemas dan tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia baca. jadi dia membacanya berulang kali. dan istrinya tetap sama.


benarkah Ayyara meninggalkannya?


“sayang.!!! leluconmu ini tidak lucu.!!!” teriak Gama kembali. “dimana kamu.?!!!”


dengan menahan air mata yang hampir membanjiri pipinya, Gama masih berusaha menolak kenyataan kalau ia telah ditinggalkan oleh Ayyara. ini pasti mimpi. Ayyara pasti sedang bercanda. tidak mungkin wanita itu akan meninggalkan dirinya. ia sangat tau betapa istrinya itu sangat mencintainya. jadi tidak ada alasan untuk Ayyara meninggalkan dirinya.


“sayang.!!!!! keluarlah.! kau membuatku takut!” teriak Gama lagi.

__ADS_1


butuh waktu sepuluh menit baginya untuk mencerna apa yang sedang terjadi. apa Ayyara benar-benar telah meninggalkannya? tidak mungkin. tapi kenapa? mereka bahkan tidak punya masalah apapun. hubungan mereka baik-baik saja selama ini. tidak mungkin Ayyara akan meningalkannya. tidak mungkin.


“Fan.! Arfan.!!” teriaknya memanggil Arfan. yang dipanggil segera masuk.


“ada apa tuan?” tanya Arfan. dia terkejut melihat wajah Gama yang sudah pucat pasi seperti mayat.


“cari. cepat cari istriku. cepat temukan dia.!!” teriak Gama membabi buta. ia menjambak rambutnya sendiri dengan sangat keras.


Arfan yang kebingungan pun sigap memerintahkan anak buahnya yang sedang berjaga di sekitar ruangan perawatan Ayyara untuk segera mencari wanita itu. Gama dan Arfan tidak ketinggalan. dengan wajah yang panik, Gama bahkan membuka satu persatu pintu kamar. berharap Ayyara ada disalah satu kamar itu.


sedangkan Arfan, segera memeriksa CCTV yang terdapat di sekitar kamar untuk mengetahui kemana Nyonya mudanya itu pergi. setelah mendapatkannya, ia segera kembali ke kamar vvip tempat Ayyara di rawat .


dengan mata yang memerah, gama terus memperhatikan rekaman cctv yang sedang ditunjukkan oleh Arfan.


nampak Ayyara yang sudah berganti pakaian dan mengenakan sebuah topi dan masker keluar dari dalam kamar perawatannya. entah darimana dia mendapatkan topi dan masker itu. saat itu, tidak ada penjagaan di sana. anak buah Arfan teralihkan perhatiannya oleh seorang yang sedang berteriak-teriak minta tolong di dekat meja perawat


“kemana dia? kalian ini bisa bekerja tidak!!!” pekik Gama saat rekaman itu berakhir. ia memarahi anak buahnya yang sudah menunduk ketakutan. kali ini mereka benar-benar kecolongan.


“tapi anda harus melihat ini tuan.” kata Arfan sambil menunjukkan rekaman cctv yang lain. Gama pun segera memperhatikan rekaman itu.


“Maya? kenapa dia ada disini? kenapa kalian tidak mencegahnya masuk?!” tanya Gama penuh penekanan. anak buahnya yang sudah berbaris rapi nampak sangat ketakutan. lutut mereka sudah gemetar sejak tadi.


tenyata Maya datang kemarin. dan tanpa sepengetahuannya wanita ular itu menemui istrinya. pasti ini ulah Maya. dengus Gama. apa yang mereka bicarakan?


“wanita itu bilang dia sudah mendapat izin dari anda tuan.” jawab salah satunya dengan suara yang terputus-putus karna gemetar.


“apa kau gila?!! aku tidak akan pernah mengizinkan wanita itu menemui istriku.!” Gama bertambah berang. “Fadil.! siapkan mobil.!” perintah Gama dengan kemarahan yang terus menggelayut di wajahnya.


“kau Fan. cepat temukan istriku bagaimanapun caranya. lakukan segala cara untuk menemukannya. cepat.!!”

__ADS_1


“baik tuan.” Arfan segera mengajak beberapa anak buahnya untuk melaksakan tugas itu.


sedangkan Gama pergi untuk menemui Maya. dia ingin menanyakan apa yang sudah wanita itu bicarakan kepada istrinya.


kebetulan, saat baru sampai di perusahaan Maya, wanita itu juga baru saja keluar. jadi mereka berpapasan di luar gedung.


dengan emosi yang membuncah, Gama segera mendekati Maya dan menarik kerah wanita itu. membuat orang-orang yang melihatnya terkejut bukan main.


“hei. apa-apaan kau ini Gama. lepaskan aku.!” teriak Maya seolah seperti sedang teraniaya. dia siap menumpahkan air mata palsunya dengan wajah yang dibuat setakut mungkin.


beberapa anak buah Maya langsung saja berusaha melepaskan bosnya itu dari cengkeraman Gama.


“dasar wanita ular. kenapa kau datang ke rumah sakit dan menemui istriku? hah?! jawab!” Gama tidak bisa lagi mengontrol emosinya. dia benar-benar sangat marah.


anak buah Maya yang berusaha melepaskan wanita itu belum bisa melepaskan cengeraman tangan kekar milik Gama di lehernya.


“katakan. apa yang sudah kalian bicarakan? kau pasti sudah bicara yang tidak-tidak dengannya kan?! cepat katakan.! atau aku akan membunuhmu.” ucap Gama lagi sambil menggeretakkan gigi-giginya.


“disini??” bisik Maya. reaksi Maya sangat mengejutkan. sangking terkejutnya, Gama jadi melonggarkan cengkeramannya di kerah Maya. dan saat itu juga anak buah Maya menarik tubuhnya menjauh dari Maya.


“hei Tuan Gama. sebenarnya apa maksudmu? aku sama sekali tidak mengerti.” kata Maya memperbaiki kerah bajunya yang sudah keriput. ekspresi wajahnya kembali berpura-pura bodoh.


“jangan berpura-pura.! katakan! dimana kau sembunyikan istriku?!!” teriak Gama lagi. ia memberontak ingin melepaskan diri dari cengkeraman anak buah Maya.


“kenapa kau bertanya tentang istrimu padaku? aku tidak melakukan apapun padanya. aku benar-benar tidak tau dimana dia berada.” ucap Maya lagi. menambah Gama emosi


“Maya, kalau sampai terjadi sesuatu dengan istri dan anakku, aku bersumpah aku akan menghancurkanmu dan keluargamu.” ancam Gama. aura membunuhnya bisa dirasakan oleh oang-orang yang menyaksikan kejadian itu.


“hemh!” Maya tersenyum sinis. kemudian ia masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan Gama dengan perasaan yang semakin marah.

__ADS_1


Maya tidak mengindahkan ancaman Gama. ia tau sifat Gama yang lembut. dan cara pria itu berbisnis sungguh berbeda dengan keluarganya. GD Group bahkan hampir tidak punya musuh karna di kenal sebagai perusahaan yang bersih dan sangat menghargai kompetitor. hal itu juga yang membuat keluarga Gundala sangat disegani di kalangan bisnis.


Maya memang tidak kenal takut. dia wanita yang sangat mengerikan. tapi Gama jauh lebih mengerikan. sifat kejam yang selama ini terpendam di dalam dirinya, dengan tidak sadar Maya sudah membangunkannya. wanita itu tidak tau hal apa yang akan Gama lakukan kepadanya. Gama pasti akan membuatnya menyesal seumur hidup. sayang, Maya tidak menyadari hal itu.


__ADS_2