Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Kedatangan Nia.


__ADS_3

hari sudah hampir menjelang siang. matahari sudah nampak terik diatas kepala. Ayyara tengah tiduran di balkon kamarnya sambil memainkan ponsel. entah kenapa belakangan


ini ia malas sekali melakukan sesuatu. ia selalu mengantuk dan mudah sekali tersinggung.


"Nona.." sapa pak Ito, pria paruh baya yang tak pernah melepaskan blangkon dari kepalanya itu masuk ke dalam kamar dan membawakan Ayyara sepiring buah-buahan.


"trimakasih pak Ito." kata Ayyara tanpa menoleh kepada pak Ito.


"kak Yara.!" pekik seseorang dari balik punggung pak Ito. Ayyara sangat mengenali suara itu.


"Nia?!" kata Ayyara berbinar. tidak menyangka kalau Nia akan datang kesini.


"hehehehe.."


"bagaimana kau bisa ada disini? dengan siapa kau datang?" tanya Ayyara kemudian mengampiri Nia. pak Ito permisi untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.


"diantar sama Arfan." jawab Nia santai.


Arfan? kenapa pria itu menyuruh Nia untum datang kesini? batin Ayyara.


"baguslah kau datang. aku sedang merasa sangat bosan sekali. ayo kita ke taman.." ajak Ayyara. tiba-tiba moodnya kembali ceria.


Nia mengikuti langkah kaki Ayyara yang girang. dalam perjalanannya, ia tak berhenti mengagumi seisi rumah itu. setelah sampai di taman belakang rumah, Ayyara mengajak Nia untuk bersantai di sebuah gazebo.


"kau tidak ke kantor?"

__ADS_1


"tadi aku ke kantor kak, tapi aku bertwmu dengan suamimu, lantas dia menyuruhku untuk datang kesini. suamimu bilang kalau kau sedang bosan dirumah karna tak ada yang menemani. dengan senang hati aku menerima tawaran itu. lagipula malas sekali aku dikantor melihat Dafa dan tante Rini." jelas Nia.


"Kenapa ibunya ada dikantor?" selidik Ayyara.


"ya biasa lah kak, dia membawa gerombolannya dan meminta jalan-jalan gratis sama Dafa. benar-benar payah."


hmmh. kalau seperti ini terus perusahaannya akan bangkrut. padahal sudah susah payah Ayyara mencari investor.


"apa Dafa menyetujuinya?"


"itu yang aneh kak. kali ini si Dafa tidak mengiyakan permintaan tante Rini. mereka bahkan sampai adu mulut. seru sekali pokoknya. sayang sekali kak Yara tak melihatnya."


Dafa? melawan ibunya? yang benar saja?


Nia memang informan yang sangat cepat memberitakan perihal apa saja yang terjadi di perusahaan. gadis mungil itu selalu melaporkan sedetail-detailnya kepada Ayyara.


"mengundurkan diri? kenapa?"


"apa Dafa belum memberitahu kepada kak Yara?"


"tidak. belum. aku belum menerima informasi apapun darinya." jawab Ayyara.


kenapa Dafa tiba-tiba ingin mundur? membuat Ayyara penasaran saja.


"sudahlah. jangan bahas itu." lama-lama Ayyara bosan juga dengan cerita itu.

__ADS_1


Nia itu gadis yang ceria. ia tak pernah kehabisan ide untuk bercerita. makanya Ayyara senang mengobrol dengan Nia. selalu saja ada bahan untuk diceritakan. kali ini dia membahas kekasihnya yang 2 tahun lebih muda darinya.


"kau sudah punya pacar lagi? ya ampun Nia... baru juga berapa minggu putus, sudah dapat gebetan aja." seloroh Ayyara.


"hehe,, ya mau bagaimana lagi kak. aku ini memang terkenal di kalangan para pria. dan aku tidak tega kalau harus menolak perasaan pria yang menyukaiku.." bela Nia.


"dasar kamu ini." hardik Ayyara. Nia hanya tertawa saja.


"kak, aku ikut bahagia melihat kak Yara yang belakangan ini lebih banyak tertawa. aku tidak perlu mengkhawatirkan kak Yara lagi. sepertinya suamimu itu orang yang sangat baik. aku senang kak Yara sudah menemukan kebahagiann sekarang."


Ayyara trenyuh mendengar ucapan Nia. ia kemudian memeluk gadis itu dengan erat.


"trimakasih Nia, kau selalu ada untukku, selalu mendukungku. aku tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun." kata Ayyara lagi. ia juga senang bisa bertemu dengan Nia yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


lama mereka bercengkerama. sampai tak terasa hari sudah beranjak sore. tapi mereka belum puas mengobrol. Ayyara masih ingin lebih lama bersama Nia.


"Nia. bagaimana kalau kita pergi belanja saja?" tiba-tiba ide cemerlang muncul di benak Ayyara. Nia yang mendengar ajakan itu tentu saja langsung mengiyakan. siapa yang tidak mau diajak belanja?


"tapi nanti kalau suamimu marah bagaimana kak?" tibq-tiba Nia merasa khawatir.


"tenang saja. aku akan meminta izin dulu dengan suamiku. ya kalau tidak diizinkan apa boleh buat, kita tak jadi pergi." kata Ayyara.


sebagai seorang istri, memang Ayyara berkewajiban memberitahu suaminya kemanapun ia akan pergi. ia tidak ingin Gama mengkhawatirkannya. karna kalau ia sampai membuat Gama khawatir, pria itu akan memangsa Ayyara semalaman. tanpa ampun. tak peduli dengan kelelahan Ayyara.


Nia memanyunkan bibirnya. ia berharap Gama akan mengijinkan mereka untuk pergi belanja. karna sudah lama sekali mereka tak bersenang-senang.

__ADS_1


__ADS_2