Diperistri Tuan Muda

Diperistri Tuan Muda
Terungkap.


__ADS_3

“tuh kan. aku bilang juga apa sayang..” protes Ayyara. wajahnya memerah karna malu. entah bagaimana besok kalau dia bertemu dengan Arfan.


setelah merapikan pakaiannya, Gama membantu mengancingkan pakaian Ayyara yang terbuka. semangatnya sudah full charge. moodnya juga sudah kembali. si junior juga sudah kembali tertidur di sarangnya.


“sayang, kau pulang saja duluan. aku masih banyak pekerjaan. mungkin aku akan lembur malam ini..” jelas Gama. pantas saja dia minta di charge, ternyata pria itu berencana lembur toh...


“baiklah, kalau begitu aku pulang dulu yaa,,”


sebelum keluar dari ruangan Gama, Ayyara mendapatkan ‘sangu’ di keningnya. sebuah kecupan hangat dari sang suami. kemudian Gama mengantarkan Ayyara sampai ke depan pintu ruangannya.


diluar ruangan, Ayyara sempat berpapasan dengan Arfan. keduanya saling menundukkan wajah menahan kecanggungan dan rasa malu.


kalau Ayyara punya alasan untuk malu, tapi kenapa Arfan juga ikut malu? dia kan tidak bersalah. tentu saja dia bersalah karna masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


saat melihat Arfan, Gama seperti mengingat sesuatu.


“sayang.! aku lupa memberitahumu. jangan pulang dulu. aku ingin membahas sesuatu denganmu.” panggil Gama kembali. Ayyara yang mendengar itu juga tak jadi melanjutkan perjalanannya. ia membalikkan badannya dan kembali masuk kedalam ruangan Gama dengan masih menahan rasa malu terhadap Arfan.


anehnya, Gama nampak biasa-biasa saja. diwajahnya sama sekali tak ada ekspresi malu karna Arfan memergoki aksi mereka tadi.


ketiganya duduk di sofa. Gama duduk berdampingan dengan Ayyara, sedangkan Arfan duduk diseberang mereka. Arfan mengeluarkan tablet dan menunjukkan sebuah foto kepada Gama dan Ayyara. foto seorang pria muda yang tampan tapi terlihat sedikit berantakan.


“siapa itu?” tanya Ayyara penasaran.


“sayang. aku akan memenuhi janjiku untuk mengungkapkan kasus kecelakaan kedua orang tuamu.”

__ADS_1


sedikit banyak Ayyara bisa menarik kesimpulan dari situasi itu. ia menatap dalam kepada Gama dan Arfan, kemudian melihat foto pria didalam tablet.


“apa dia pelakunya?” tanya Ayyara tidak sabar.


“sejauh penyelidikan saya seperti itu Nona, dialah yang menyebabkan kecelakaan itu."


ada rasa sakit dan lega yang secara bersamaan datang ke hati Ayyara. ia lega karna kasus ini telah menemukan titik terang. rasa sakit di hatinya dikarenakan otaknya kembali memutar tragedi itu, yaitu wajah penuh luka kedua orang tuanya.


“aku seperti pernah melihatnya disuatu tempat.” gumam Gama.


“tentu saja Tuan. dia adalah Dian, adik dari Nona Maya.” jelas Arfan lagi.


deg.!!


“apa?!” Gama tak kalah terkejut. ia menoleh ke arah Ayyara. istrinya itu mematung dan matanya menatap lurus ke foto Dian yang ada diatas meja.


“kenapa? kenapa dia melakukannya? apa salah orang tuaku?” air mata mulai menggenang di sudut mata bening Ayyara. membuat Gama tak tega melihatnya.


“apa motifnya?” tanya Gama


“masalah yang melibatkan keluarga Wira tuan. mereka mendesak ayah Nona Ayyara untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang yang menguntungkan mereka, tapi beliau tidak mau menuruti dan menolaknya. karna rancangan undang-undang itu hanya menguntungkan kalangan pebisnis saja. Dian yang saat itu bertanggung jawab untuk memuluskan rancangan undang-undang itu terus mengancam dan berkata akan menyakiti nona Ayyara dan berbohong kalau dia sudah menculik dan akan mencelakai Nona Ayyara. karna itu kedua orang tua Nona pergi ketempat yang sudah Dian persiapkan dengan mengikuti mobil Dian. tapi nahasnya, mobil mereka malah terjebak di tengah rel kereta api dan saat itu ada sebuah kereta yang sedang melintas.”


mendengar penjelasan Arfan seperti mendapat ribuan hujaman pisau ke jantung Ayyara. dadanya dipenuhi oleh emosi dan kemarahan. bagaimana bisa ada orang selicik itu di dunia ini? yang tega menghabisi nyawa orang lain hanya demi keuntungan bisnis semata.?


“sebenarnya masalah itu juga sudah diketahui oleh penyidik yang bertugas tuan. tapi keluarga Wira berhasil mencegahnya. dan kenyataan itupun terkubur seiring waktu.”

__ADS_1


bukan hanya Ayyara yang marah dengan kenyataan itu, tapi Gama juga. ia geram karna ada pengusaha yang sikapnya buruk seperti itu. benar-benar menjijikkan.


“jadi selama ini penyidik bukan tidak mengetahuinya? melainkan menyembunyikannya dariku?” wajah Ayyara bergetar karna marah.


“tega sekali mereka.!” emosi Ayyara hampir saja meledak. untung saja Gama segera mencegahnya.


“sayang... sudah. serahkan saja masalah ini padaku. aku akan membalaskannya untukmu. ingan kandunganmu..” Gama berusaha menenangkan Ayyara.


calon buah hati mereka berhasil meredam emosi Ayyara. dia sadar, kalau dia meledakkan emosinya, itu akan berpengaruh tidak baik terhadap kandungannya. Ayyara hanya bisa menangis meraung-raung.


tangan Gama menyentuh perut Ayyara untuk menenangkan istrinya itu. sebenarnya dia juga marah, sangat marah. ia tidak tega melihat air mata Ayyara yang terus berlinang. ia mendekap tubuh istrinya itu dengan erat. jangankan Gama yang notabenenya adalah suami Ayyara, Arfan saja yang mendapati kenyataan itu geram setengah mati.


ingin rasanya Gama mencabik-cabik keluarga Wira. dari mulai Maya, sekarang malah Dian, adik Maya yang terlibat dengan kecelakaan mertuanya.


Ayyara masih sesenggukan di dada suaminya. membuat kemeja gama sedikit basah karna air matanya. dia ingin menemui dan meninju wajah pria bernama Dian itu. tapi dia tidak tau kemana harus mencari pria itu.


“fan. urus masalah ini sampai selesai. jangan sampai ada kesalahan.” titah Gama kemudian.


“baik tuan.” jawab Arfan patuh. kemudian meninggalkan ruangan Gama.


“sayang, sudahlah. jangan bersedih. aku berjanji akan membalasnya. kalau tidak bisa lewat hukum, aku akan melakukan hal yang sama persis dengannya.” Gama sudah dibutakan oleh kemarahan. padahal tadi dia yang menenangkan Ayyara, tapi sekarang malah dia yang lebih marah.


“jangan sayang. aku tidak ingin kau menjadi orang jahat sepertinya. biar bagaimanapun, selesaikan masalah ini melalui jalur hukum yang berlaku.” bujuk Ayyara. ia tidak ingin Gama melakukan hal kotor seperti itu. karna kalau Gama melakukan hal itu, berarti Gama sama saja dengan mereka. melalui jalur hukum, itu menandakan kalau mereka lebih baik dari keluarga Wira.


diam-diam, Ayyara mengepalkan tanggannya. ia berusaha sekuat tenaga menahan emosi. dia memang marah, tapi untungnya logikanya masih berjalan dan tidak sampai membutakannya.

__ADS_1


__ADS_2