
Kiara dan Kevin menemui orang tua Kiara. Mereka berdua ingin menjelaskan dengan berita yang pasti sudah sampai ke telinga Danu dan Sahila.
"Ada apa Kiara, Kevin. Malam-malam seperti ini kalian ingin bicara?" tanya Danu yang duduk di sofa bersebelahan dengan istrinya. Sementara Kevin dan Kiara duduk di hadapan mereka.
"Kiara tau mama dan papa sudah mendengar berita yang ada," ucap Kiara yang memulai penjelasannya dengan maksud dan tujuannya.
"Kalau begitu silahkan kalian jelaskan. Karena memang mama dan papa bingung dengan semua ini," ucap Danu.
"Maaf pak Danu saya tidak mengatakan sebelumnya. Jika sebenarnya saya dan Monica itu di jodohkan oleh papa. Tetapi saya tidak mencintainya begitupun Monica dan kami juga sudah mengakhiri hubungan kami dan saya menikah dengan Kiara,"
"Dan masalah kehamilan itu. Bukan saya orangnya. Saya tidak pernah melakukan hubungan sejauh itu. Itu hanya fitnah," jelas Kevin yang pasti akan mencari pembelaan pada dirinya. Karena memang bukan dia pelakunya.
"Dan satu lagi pah. Monica ini punya hubungan dengan kak Rangga," sahut Kiara.
"Rangga!" pekik Sahila dan Danu dengan serentak yang terkejut dengan apa yang di katakan Kiara.
"Iya mah. Om Mitra Winata menjodohkan Kevin dengan Monica dan atas persetujuan keluarga Monica. Namun ternyata di belakang Kevin. Monica menjalin hubungan dengan kak Rangga dan itu jauh sebelum Kiara datang ke Jakarta. Bukan hanya itu saja. Kak Rangga juga memanfaatkan Monica untuk mencari informasi dari Kevin. Yang artinya kak Rangga menjalin hubungan dengan Monica di sengaja untuk menghancurkan Kevin!" jelas Kiara tanpa ada yang di sembunyikannya.
"Rangga melakukan semua itu!" lirih Sahila yang tidak percaya.
"Masih banyak hal-hal yang tidak terduga yang di lakukan kak Rangga dan Kiara tidak bisa menjelaskannya," ucap Kiara.
"Rangga benar-benar keterlaluan. Kapan anak itu kembali. Aku ingin melihat wajahnya yang penuh ambisi sehingga banyak melukai orang lain. Apa anak itu tidak sadar. Jika apa di lakukannya. Hanya akan merugikan dirinya sendiri," ucap Danu memijat kepalanya yang pasti malu dengan kelakukan Rangga.
"Pada intinya Kevin tidak ada masalahnya dengan berita yang ada. Dan Kiara berharap mama dan papa tidak salah paham," ucap Kiara.
Danu dan Sahila tidak berpendapat lagi. Karena mereka sekarang hanya memikirkan Rangga. Sebagai orang tua pasti merasa gagal dengan apa yang di lakukan Rangga dan semuanya sangat tidak mudah. Sementara Kiara dan Kevin sudah jauh lebih lega sekarang dengan mereka yang sudah menjelaskan pada orang tua Kiara.
************
Monica sedang duduk di sofa dengan menyilangkan pahanya. Yang ternyata di hadapannya ada Daniel yang fokus dengan tablet dengan Daniel yang menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Akhirnya beritanya sangat cepat menyebar ya," ucap Daniel dengan menyungging senyumnya dan melihat ke arah Monica yang duduk di depan nya yang berekspresi datar.
"Pertemuan kita dengan kerja sama yang baik sangat menguntungkan kita berdua," ucap Daniel.
"Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan dan aku ingin kau kembali semua aset orang tuaku dan kembali kehidupan kami yang normal," ucap Monica.
"Jangan khawatir Monica. Aku akan mengembalikan kehancuran keluargamu yang dalam satu detik di hancurkan Mitra Winata. Dan dengan kamu melakukan semua ini. Kamu juga sudah menghancurkan mereka dan ini setimpal," sahut Daniel menyunggingkan senyumnya.
Karena penghiyanat yang di lakukan Monica. Mitra Winata tidak main-main dengan sekejap bisa sangat mudah menghancurkan Perusahaan Penerbangan milik orang tua Monica.
Keluarganya bangkrut dalam sekejap dan Monica tidak tinggal diam. Di tengah kehancuran yang di dapatkan keluarganya membuatnya bertemu dengan Daniel yang akhirnya Daniel menawarkan kerja sama. Monica setuju karena ingin membalas Mitra Winata.
Jadi berita dengan fitnah yang mengarah kepada Kevin. Adalah ulah Monica yang di dampingi Daniel.
"Satu lagi. Kau juga harus menghancurkan Rangga. Aku ingin di hancur sampai sehancur- hancurnya," ucap Monica dengan tatapan mata tajam yang penuh dengan kebencian.
"Bukannya kau mencintainya. Lalu kenapa ingin menghancurkannya?" tanya Daniel.
"Persetan dengan cinta. Dia sudah mempermaikan ku dan aku ingin dia mendapatkan balasan yang lebih parah," jawab Monica dengan penuh rasa sakit hati pada Rangga.
Perbuatan Rangga yang mempermainkan hatinya membuat Monica juga ingin membalaskan dendam dan Daniel yang awalnya bekerja sama dengan Rangga. Ternyata ingin menusuk Rangga dari belakang. Daniel merasa Rangga sudah tidak beres bekerja dan belakangan sering mendapat masalah baru.
Jadi Daniel tidak akan buang-buang waktu. Jika ada yang tidak beres bekerja. Maka dia akan melemparnya.
************
Keesokannya harinya.
Pagi ini Kiara dan Kevin akan kembalikan ke Jakarta. Masih ada masalah yang harus mereka selesaikan dan sekarang sudah sah menjadi suami istri yang membuat Danu dan Sahila lega dan tidak perlu khawatir lagi melepaskan Putri mereka bersama pria. Karena pria itu sudah menjadi suami Kiara.
Kiara dan Kevin sudah berada di dalam mobil yang akan melakukan perjalanan ke Jakarta. Sebelumnya mereka sudah pamitan pada orang tua Kiara dan juga adik dan kakak Kiara. Sementara Alana tetap tinggal di Surabaya yang ingin liburan.
__ADS_1
Kevin dan Kiara berada di dalam mobil yang Kevin menyetir mobil.
"Kamu lelah menyetir?" tahta Kiara.
"Kenapa memang ada yang mau gantian?" tanya Kevin menoleh ke arah Kiara.
"Apa salahnya membantu. Menyetir sebentar saja," sahut Kiara yang memang ingin gantian dengan Kevin. Karena melihat Kevin sudah 2 jam menyetir.
"Tidak apa-apa. Aku tidak capek kok," ucap Kevin.
Yakin tidak capek?" tanya Kiara yay tidak percaya.
"Iya Kiara. Menyetir hal yang biasa dan aku bisa sendiri dan sampai tujuan secepatnya," ucap Kevin.
"Tujuannya ke mana?" tanya Kiara.
"Ke Apartemen ku?" jawan Kevin.
"Kita tinggal di sana kembali?" tanya Kiara.
"Iya! Hanya saja ada bedanya," ucap Kevin.
"Apa bedanya?" tanya Kiara dengan dahinya yang mengkerut.
"Kali ini kita bukan hanya tinggal satu rumah. Tetapi juga satu kamar," jawab Kevin membuat Kiara tersenyum malu.
"Kenapa jadi membahas sampai ke sana," sahut Kiara jadi salah tingkah.
"Aku hanya mengingatkan kamu. Jika kita sudah menikah. Siapa tau aja kamu lupa," canda Kevin.
"Apa sih. Mana mungkin aku lupa," sahut Kiara yang tambah salah tingkah. Apa lagi di tatap Kevin seperti itu.
__ADS_1
"Sudah jangan menatapku seperti itu," sahut Kiara yang jadi malu-malu dan Kevin hanya tersenyum saja. Kebahagiaan ke-2nya memang sangat simpel.
Bersambung