
Cerita di kaki gunung 5 akhirnya selesai yang membuat berbagai cerita. Ada insiden yang terjadi ada juga hal manis yang terjadi di antara Kevin dan Kiara.
Seperti ungkapan perasaan. Namun mereka yang tau mengartikan semua ungkapan yang terjadi saat terjebak hujan.
Dan sekarang untuk Kiara sendiri sekarang telah kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan tugasnya di kaki gunung 5 bersama rekan-rekannya yang lain.
Dengan menaiki Taxi Kiara pulang kerumahnya dan berhenti di depan rumahnya dengan Kiara yang langsung masuk ke dalam rumah nya.
"Aku pulang!" sapa Kiara yang menghampiri ruang tamu yang ada Rachel dan Rangga di ruang tamu.
"Kiara kamu sudah pulang," sahut Rachel yang langsung menghampiri adiknya itu dan memeluknya dengan erat.
"Iya kak. Kenapa kangen ya sama Kiara," sahut Kiara.
"Nggak juga," sahut Rachel dengan gengsi.
"Hmmm, kenapa leher kamu?" tanya Rachel yang melihat leher Kiara yang sedang di perban.
"Oh ini bukan apa-apa. Ini kemarin saat di desa ada insiden penyerangan dan Kiara menjadi salah satu sandra mereka. Jadi sempat terluka," jawab Kiara.
Mendengar hal itu Rangga terkejut sampai Rangga berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Kiara.
"Jadi kamu ada dalam kejadian itu?" tanya Rangga dengan wajah kagetnya. Kiara menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Dan kamu menjadi Sandra dari penyusup itu?" tanya Rangga lagi.
"Iya kak. Tetapi Alhamdulillah Kiara tidak apa-apa. Kiara selamat dan hanya luka kecil," ucap Kiara yang merasa memang tidak perlu khawatir kepadanya.
"Tunggu-tunggu. Kak Rangga tau dari mana masalah penyusup?" tanya Rachel yang sejak tadi menyimak pembicaraan Rangga dan Rangga langsung terkejut mendengarnya dan wajah Rangga langsung panik yang lagi-lagi seperti di serang.
"Iya benar juga kak Rangga tau dari mana. Kiara kan belum cerita apa-apa. Bahkan tidak ada bawa-bawa nama penyusup?" tanya Kiara dengan heran juga.
Rangga keringat dingin yang jadi gelisah yang tidak tau harus menjawab apa. Namun Rangga yang berusaha untuk tenang.
__ADS_1
"Hmmm, ya, ya, taulah kan masalah itu sudah muncul di media," jawab Rangga dengan gugup yang mendapat alasan dengan cepat.
"Jadi berita itu di ketahui media?" tanya Kiara.
"Iya. Makanya kakak tau," jawab Rangga yang berusaha santai.
"Kok bisa media langsung tau. Apa lagi itu kejadiannya di desa terpencil dan bahkan bukan di desa pertama Kiara dan yang lainnya datangi pertama," gumam Kiara yang penuh dengan kebingungan.
"Ya mana kakak tau. Yang penting beritanya sudah naik," sahut Rangga.
"Tapi kamu benar-benar tidak apa-apa kan?" tanya Rangga.
"Iya kak Kiara baik-baik aja. Dan lukanya juga sudah tidak sakit lagi," jawab Kiara yang merasa jauh lebih baik memang.
"Sial. Gara-gara Daniel mengirim orang untuk membuat rusuh di tempat itu. Kiara hampir saja celaka," batin Rangga yang hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
"Apa kak Rangga sekarang mengikuti berita tentang Kevin. Kenapa dia begitu gercep tau masalah isu-isu yang berhubungan dengan Kevin. Bahkan seperti kak Rangga mengawasi setiap pergerakan Kevin," batin Rachel yang melihat Rangga penuh dengan kecurigaan.
Rachel tau Rangga memang ingin menyaingi Kevin. Namun untuk urusan Rangga bekerja sama dengan siapa. Rachel tidak tau menau dan Rachel malah khawatir jika Rangga sudah melangkah terlalu jauh dan bisa membuat Kiara yang justru menjadi korbannya.
"Kak Rangga tunggu!" panggil Rachel yang menyetop Rangga yang ingin keluar dari rumah bahkan sudah tengah malam.
"Apa sih Rachel," sahut Rangga.
"Kak Rangga mau kemana sih malam-malam seperti ini hah?" tanya Rachel.
"Tidak semuanya menjadi urusan kamu. Aku ada pekerjaannya," tegas Rangga.
"Pekerjaan apa?" tanya Rachel.
"Rachel sejak kapan kamu harus tau semuanya hah! Kamu ini kenapa sih belakangan ini banyak tanya, selalu ingin tau semuanya," ucap Rangga dengan menaikkan volume suaranya.
"Bagaimana aku tidak ingin tau jika kak Rangga sudah semakin kemana-mana," ucap Rachel.
__ADS_1
"Apa maksud kamu. Aku itu ingin kerja. Kamu ngerti nggak sih," tegas Rangga dengan menekan suaranya.
"Apa yang kakak kerjakan selain mengusik Kevin," sahut Rachel dengan menekan suaranya.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu?" tanya Rangga yang menegakkan kepalanya kepada Rachel.
"Aku yang bertanya pada kak Rangga. Apa yang terjadi sebenarnya. Jangan-jangan apa yang terjadi belakangan ini di tempat Kiara bekerja. Itu ada hubungannya dengan kakak," tuduh Rachel.
"Jaga bicara kamu Rachel. Kamu seperti ini seolah-olah ingin membela Kevin. Kamu lupa apa yang di lakukannya kepada Kiara. Apa kamu lupa dengan penderitaanku Kiara," tegas Rangga.
"Aku tidak lupa semuanya. Lalu dengan kakak yang terus menerus berusaha untuk saingan dengan Kevin apa ada gunanya. Apa bisa mengembalikan semuanya. Tidak bisa kak. Jadi jangan melakukan hal yang semakin jauh dan ujung-ujungnya Kiara yang menjadi korban," tegas Rachel mengingatkan Rangga.
"Aku melakukan semua ini demi Kiara dan aku tau apa yang harus aku lakukan," tegas Rangga yang penuh penekanan.
"Jadi aku minta sama kamu untuk tidak bertanya, siapa dan apa. Karena aku yang berjuang sendiri untuk membalas semua perbuatan mereka kepada keluarga kita. Jadi kami duduk manis dan menunggu bagaimana mereka menderita berkali-kali lipat dari pada keluarga kita," tegas Rangga.
"Lalu bagaimana dengan Kiara. Bagaimana jika mengingat siapa Kevin. Apa kakak pikir semua akan sesuai dengan rencana kakak," sahut Rachel dengan suara berteriak.
Keributan Rangga dan Rachel ternyata membuat Kiara sampai terbangun dan mendengar perang mulut itu.
"Suara apa itu," gumam Kiara yang memijat kepalanya dan Kiara yang merasa terganggu langsung menuruni ranjang dengan Kiara yang keluar dari kamar.
"Kiara tidak akan ingat apa-apa. Dia tidak akan mengingat masa kelam itu sampai kapanpun. Selagi Kiara tidak menyentuh rumah itu," tegas Rangga dengan penuh penekanan pada Rachel.
Ternyata pembicaraan itu di dengarkan oleh Kiara yang sudah berada di balik tembok Villar yang penghubung rumah dengan rest kue mereka.
"Jadi aku minta padamu hanya mengawasi Kiara dan menjauhkannya dari orang-orang yang ada di masa lalunya dan aku hanya akan terus berjuang untuk membuat mereka menderita," tegas Rangga yang langsung pergi dari hadapan Rachel.
"Kak Rangga!" panggil Rachel dan Rangga tidak peduli dan langsung pergi.
"Kenapa kak Rangga semakin lama. Semakin ambius," gumam Rachel dengan memijat kepalanya yang terasa sangat berat dengan Rangga sejujurnya membuat ke khawatiran.
Sementara Kiara yang berada di balik tembok yang berdiri dengan napasnya yang naik turun yang penuh dengan kebingungan dan tiba-tiba memijat kepalanya yang terasa sakit.
__ADS_1
Muncul bayangan-bayangan hitam dan lagi-lagi air mata Kiara kembali jatuh dan hal itu beberapa hari ini sering sekali terjadi membuat Kiara semakin bingung.
Bersambung