
Kiara menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dengan matanya yang melihat langit-langit kamarnya dan wajahnya yang penuh dengan pemikiran.
"Aku tidak tau harus bertanya kepada siapa lagi. Tuan Mitra Winata yang sangat membenciku dan membicarakan Lexus, keluargaku, seakan dia sangat mengenalku. Semua itu penuh dengan teka-teki yang membuatku tidak mengerti,"
"Jika aku bertanya pada Kevin. Dia hanya mengatakan lebih baik seperti ini. Karena jika aku tau maka akan semakin sakit. Semuanya membuat kepalaku ingin pecah. Aku tidak bisa menemukan kebenaran yang pasti ada yang di sembunyikan dari ku," gumam Kiara yang sebenarnya sangat lelah. Namun rasa penasaran itu juga semakin tinggi.
Kiara langsung duduk dengan menghela napasnya dengan berat. Kiara mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan kembali mengatur napasnya dan mencoba untuk berpikir tenang.
Kiara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela di kamarnya. Kiara melihat ke arah luar dan melihat Perpustakaan yang tepat di depan rumahnya yang berada di sebrang jalan.
Sangat lama Kiara melihat tempat itu dengan hati dan pikiran dia sendiri yang tidak tau apa yang di pikirkannya. Dia hanya mengingat Kevin saat itu datang kepadanya meminta maaf. Tetapi Kiara merasa ada yang asing dengan perpustakaan itu yang merasa banyak hal di sana.
Dan tidak lama berpikir dengan merenung tiba-tiba Kiara pergi begitu saja meninggalkan kamarnya. Tidak tau kemana Kiara tiba-tiba saja Kiara sudah keluar dari kamar itu. Keluar dari rumahnya begitu saja
Ternyata Kiara menyebrang jalan dan Kiara pergi keperpustakaan itu. Tidak tau apa yang di lakukannya kaki dan otaknya yang sejalan membuatnya terus melangkah menuju perpustakaan itu dan bahkan sudah masuk kedalam Perpustakaan itu.
Langkah Kiara yang berjalan melewati rak-rak buku sembari melihat-lihat dan memegang-megang buku itu. Tidak tau juga apa yang di lakukannya dia hanya berusaha dengan melangkah dengan secara perlahan melihat-lihat buku-buku yang tersusun rapi di rak tersebut.
Sampai tangannya berhenti di satu buku yang bersampul ungu seperti novel dan Kiara langsung mengambilnya yang tiba-tiba aja punya pikiran untuk mengambilnya.
"Jalan kehidupan cinta," gumamnya yang membaca judul buku tersebut.
Kiara membuka lembaran pertama dan ada namamu serta biografinya yang ternyata dia lah yang menulis buku itu.
"Aku sampai melupakan. Jika aku pernah menulis beberapa buku," gumamnya yang baru mengingat hal itu.
__ADS_1
"Ternyata tanpa aku sadari terlalu banyak hal yang aku lupakan dan aku tidak tau kenapa bisa aku melupakan semua itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa selalu saja ada hal-hal yang membuatku lupa dan tiba-tiba mendadak mengingat semuanya," batin Kiara menghela napas beratnya yang kembali membuka lembaran demi lembaran pada buku itu.
Namun tiba-tiba ada foto 3x4 yang terjatuh di lantai yang tertutup berasal dari buku itu membuat Kiara heran dengan dahinya yang mengkerut dan langsung berjongkok mengambil foto tersebut.
Kiara mengambil foto itu dan melihat foto apa itu. Betapa terkejutnya Kiara saat melihat foto itu adalah foto dirinya dan Kevin. Di mana mereka berfoto selfie dengan raut wajah yang tampak bahagia tanpa ada beban.
Melihat hal itu membuat Kiara benar-benar shock dengan napasnya yang naik turun. Matanya yang terbuka sempurna yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Kevin! Dan ini aku. Apa benar ini aku dan Kevin," lirih Kiara yang tiba-tiba kepalanya kembali sakit dengan bayangan-bayangan kembali muncul ketika melihat foto tersebut.
Kiara melihat tulisan di bawah foto itu. Kiara Love Kevin yang membuat Kiara semakin kaget dengan apa yang di lihatnya. Bukan hal biasa lagi. Foto itu suatu petunjuk yang besar.
"Jadi aku dan dia benar duku pernah bertemu bahkan foto ini terlihat sudah lama dan ada di Novel ini. Jadi Perpustakaan ini sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Jika tempat ini bukan tempat asing," gumma Kiara dengan napas satu-satu dengan air matanya yang jatuh yang membuat Kiara benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kiara terduduk lemas dengan menangis. Tiba-tiba saja perasaannya sangat sensitif dan membuatnya menangis yang tidak tau juga kenapa dia menangis.
"Ada apa denganku. Kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak enak. Apa terjadi sesuatu," batin Kevin yang merasa cemas. Namun dia tidak tau apa yang membuatnya cemas.
"Kiara apa dia baik-baik saja. Iya dia baik-baik saja. Kami baru saling berjanji dan dia sangat mempercayaiku. Jadi pasti Kiara akan baik-baik saja," batin Kevin yang harus berpikir positif.
"Aku harus melindungi Kiara. Aku tidak akan membiarkan papa menyakiti Kiara. Apapun yang terjadi aku akan melindunginya dan akan terus berada di sampingnya," batin Kevin yang hanya peduli dengan Kiara dan walaupun bertantangan dengan Mitra Winata. Karena membantah hal yang harus di lakukannya.
*********
Bandara.
__ADS_1
Pagi ini Kiara sudah berada di Bandara. Tidak tau juga apa yang ingin di lakukan Kiara yang tiba-tiba saja ada di Bandara.
Kiara duduk di kursi tunggu. Dengan 1 koper yang ada di sampingnya dan juga paspor yang di pegangnya. Wajahnya terlihat murung dengan penuh kesedihan. Namun tidak tau apa yang ingin di lakukannya dan kemana dia pergi.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Ponselnya berdering dan Kiara melihat panggilan masuk itu dari Kevin. Kiara hanya diam tanpa mengangkat telpon dari Kevin.
"Aku harus tau semuanya. Dan aku tidak bisa memberitahu mu. Karena aku yakin kamu juga pasti akan menghalangiku, maafkan aku Kevin. Bukannya aku tidak percaya dengan semua ini. Aku hanya tidak ingin mengetahui semuanya," gumam Kiara yang tidak mengangkat sama sekali telpon dari Kevin karena ingin menghindari Kevin.
..."Keberangkatan menuju Paris 10 menit lagi. Silahkan untuk para penumpang memasuki area pelaporan," terdengar suara penguman dari perus membuat Kiara langsung mematikan telpon tersebut....
Kiara menghela napasnya dan langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dengan menyeret kopernya.
Kevin yang menelpon berada di ruangannya. Heran melihat panggilannya yang di tolak.
"Kenapa dia tidak mengangkat teleponku? Dan malah di matikan?" tanya Kevin dengan penuh kebingungan.
Saat mencoba menghubungi Kiara lagi. Sudah tidak bisa karena langsung terputus di mana Kiara men non aktifkan ponselnya.
"Ada apa dengannya?"
"Mungkin saja dia sibuk? Dia mungkin ada pasien, sebaiknya aku tidak mengganggunya dan nanti juga akan ada pemeriksaan dia juga akan datang kekantor. Jadi sebaiknya aku tidak mengganggu pekerjaannya," batin Kevin yang berpikiran positif dan tidak ingin mengganggu Kiara.
Kevin tidak tau saja jika Kiara sudah terbang ke Paris. Kepergian Kiara memang sangat mendadak. Baru semalam dia menemukan foto dirinya dan Kevin dan hari ini dia ke Paris dan tidak tau untuk apa.
__ADS_1
Bersambung