
Kevin dan Kiara pun akhirnya ke luar dari rumah tersebut. Mereka yang berdua yang berada di dalam mobil yang duduk di kursi pengemudi dengan Kiara yang berada di pelukan Kevin. Mereka untuk sementara menenangkan diri terlebih dahulu.
"Kevin berhati-hatilah dengan kak Rangga. Aku sangat mengkhawatirkan mu," ucap Kiara yang mengingatkan Kevin. Karena ketakutan.
"Memang kenapa Kiara? Kenapa aku harus berhati-hati pada Rangga?" tanya Kevin. Kiara terdiam yang belum menjawab apa yang di katakan Kevin.
"Dan apa alasan Rangga mengurung kamu?" tanya lagi Kevin.
"Kak Rangga ingin membalas dendam atas apa yang terjadi 4 tahun lalu di antara hubungan kita berdua," ucap Kiara yang jujur apa adanya.
"Kejadian 4 tahun lalu?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.
"Kamu mengingat semuanya?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.
"Sejak kapan?" tanya Kevin.
"Di Paris!" jawan Kiara.
"Paris?" tanya Kevin lagi dan Kiara kembali mengangguk.
"Apa kamu pergi ke Paris untuk hal itu?" tanya Kevin dengan wajah senduhnya.
"Aku sudah merasa ada sesuatu saat aku pertama kali bertemu dengan mu. Tatapan mu dan kata-kata mu yang membuatku merasa ada sesuatu. Dan aku mulai mengingat sedikit demi sedikit sampai tidak sengaja aku ke perpustakaan dan melihat di dalam 1 novel ada foto kita berdua dan aku memutuskan ke Paris karena ada petunjuk dari Shela dan ketika sampai di Paris aku mengingat semuanya," jelas Kiara dengan matanya yang bergenang.
"Jadi kamu yang aku temui di dekat menara Eiffel itu. Saat itu kamu sedang menangis mengingat luka itu?" tanya Kevin dan Kiara menganggukkan kepalanya.
"Maafkan aku Kiara," lirih Kevin dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Karena selama ini kamu sudah menjaga hatiku. Kamu sudah melakukan banyak hal untuk ku. Kamu sangat melindungiku. Kamu takut aku mengingat semua hal menyakitkan itu dan kamu melakukan banyak hal untuk ku. Jadi untuk apa minta maaf kepadaku," sahut Kiara yang tersenyum getir.
"Sekarang aku sudah mengingat semuanya. Kita berdua saling mengingat satu sama lain. Aku merasa sangat bahagia bisa jatuh cinta untuk ke-2 kalinya kepadamu dan aku tidak ingin masa lalu di antara kita menjadi luka untuk ku. Aku ingin menjadi kenangan indah yang menjadi pelajaran untuk kita berdua," ucap Kiara.
Kevin memeluk Kiara kembali dan mencium lembut kening Kiara.
"Kamu tau Kiara hal apa yang aku sesali di dunia ini?" tanya Kevin.
"Apa?" tanya Kiara mengangkat kepalanya.
"Aku menyesal membiarkan kamu pergi malam itu. Seharusnya aku tidak membiarkannya kamu pergi dan kita berdua sampai sekarang akan bersama. Aku pikir. Ketika aku menyerah. Kamu akan bahagia ternyata tidak sama sekali. Papa mengganggu kamu dan kamu mengalami penderitaan dan itu yang membuatku sangat menyesal berpisah dari kamu," ucap Kevin.
"Aku juga menyesal kita berpisah waktu itu. Seharusnya aku berjuang bersama kamu," sahut Kiara
__ADS_1
"Dan sekarang kita sama menyesal dalam perpisahan itu yang artinya sekarang kita sekarang harus sama-sama berjuang," ucap Kevin.
"Aku pasti mau berjuang bersama kamu," jawab Kiara. Membuat Kevin tersenyum dan kembali mencium kening Kiara dengan lembut.
"Kevin Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Kiara.
"Menemui Rangga," jawab Kevin yang membuat Kiara kaget dan langsung melihat serius Kevin.
"Kamu mau menemui kak Rangga? pekik Kiara dengan wajah terkejutnya. Kevin menganggukkan kepalanya yang bicara apa adanya.
"Kevin!" lirih Kiara.
"Dia mengajakku untuk bertemu," ucap Kevin.
Kiara mengkerutkan dahinya mendengar hal itu.
"Maksud kamu?" tanya Kiara dengan wajah terkejutnya.
Kevin langsung mengambil ponselnya dan menunjukkan kepada Kiara pesan Rangga dan Kiara begitu terkejut menerima pesan tersebut.
"Ini sungguh?" tanya Kiara dengan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Handphone kamu di sita oleh Rangga dan dia sepertinya ingin bertemu dengan ku dan makanya memberikan pesan ini kepadaku," jelas Kevin.
"Karena aku ingin tau apa tujuannya ingin menemuiku," jawab Kevin.
"Kamu ingin menantang kak Rangga?" tanya Kiara dengan terkejut.
"Bukan menantang Kiara. Tetapi aku harus menemuinya. Aku harus tau apa yang ingin di katakannya kepadaku," ucap Kevin.
"Jangan Kevin. Itu bahaya. Kamu jangan mencari masalah," ucap Kiara.
"Aku tidak mencari masalah. Aku hanya ingin tau apa yang ingin di katakannya," jawab Kevin.
"Tapi itu bahaya Kevin," ucap Kiara semakin khawatir.
"Jangan khawatir aku akan baik-baik saja. Aku menemuinya sebagai laki-laki dan aku tidak akan apa-apa," ucap Kevin yang berusaha untuk meyakinkan Kiara.
"Tapi aku takut. Jika kak Rangga melakukan hal yang terburuk pada kamu?" ucap Kiara.
"Kamu harus percaya. Jika aku pasti baik-baik saja," sahut Kevin.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya padamu," sahut Kiara yang bagaimana harus percaya. Jika Kevin tidak akan apa-apa.
"Baiklah sekarang aku akan mengantarmu pulang ya," ucap Kevin.
"Pulang kemana?" tanya Kiara.
"Kita pulang ke apartemen ku. Kamu tidak mungkin tinggal kembali di rumah kamu," jawab Kevin.
"Jadi aku tinggal di tempat kamu?" tanya Kiara sekali lagi.
"Iya. Kamu mau kan?" tanya Kevin.
"Sekarang aku hanya akan mengikut kepada kamu dan kemana pun itu aku akan ikut," jawab Kiara membuat Kevin tersenyum.
************
Sebelum menemui Rangga Kevin mengantarkan Kiara ke apartemen Kevin terlebih dahulu. Mereka berdua sampai ke Apartemen tersebut dan memasuki Apartemen tersebut.
"Ayo! Aku tunjukkan kamar untuk kamu!" ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya. Mereka berdua menaiki anak tangga dan langsung menuju kamar.
Kevin dan Kiara berada di depan pintu kamar dan Kevin langsung membukakan pintu kamar untuk Kiara. Mereka berdua masuk dengan Kiara yang melihat ke sekelilingnya. Melihat kamar yang luas itu dan sudah bisa di tebak itu kamar utama yang artinya kamar Kevin.
"Ini kamar kamu?" tanya Kevin. Kevin menganggukkan kepalanya.
"Jika aku tidur di sini. Lalu kamu akan tidur di mana?" tanya Kiara.
"Tidur bersama kamu," jawab Kevin membuat Kiara mengkerutkan dahinya.
"Aku hanya bercanda. Aku akan tidur di luar. Kamu istirahat di kamar," ucap Kevin tersenyum tipis.
"Sudahlah sekarang kamu sebaiknya istirahat," ucap Kevin.
"Kamu mau pergi sekarang?" tanya Kiara Kevin menganggukkan kepalanya.
Kiara langsung memeluk Kevin dengan erat.
"Aku ingin masalah kita cepat selesai. Maka dari itu kamu harus pulang dan kita harus sama-sama," ucap Kiara.
"Aku pasti kembali Kiara. Aku tidak punya alasan untuk tidak kembali Kiara. Kamu jangan Khawatir," ucap Kevin.
"Aku menunggumu di sini," ucap Kiara yang memeluk begitu erat.
__ADS_1
"Dan aku pasti akan pulang," jawab Kevin.
Bersambung