Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 115 Tammat.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Perusahaan Lexus.


Pagi yang cerah ini adalah pagi yang sangat indah. Di Perusahaan Lexus sendiri sedang ada acara. Di depan Perusahaan itu banyak wartawan dengan teratur yang sedang mengambil foto-foto terbaik. Photo dari Kevin yang sedang berjabat tangan Mitra Winata.


Hari ini Kevin telah menjadi Pimpinan Perusahaan se Asia. Banyak pebisnis dari Luar kota maupun Luar Negri yang menyaksikan pelantikan tersebut. Kevin juga pastinya di temani keluarga besarnya dan juga pastinya istrinya yang berdiri di sebelahnya.


Prok-prok-prok-prok.


Tepuk tangan yang meriah di berikan untuk Kevin atas peresmian acara besar tersebut.


"Tuan Kevin lihat kemari," sahut salah satu wartawan yang memberikan arahan. Kevin tersenyum dan para wartawan mengambil gambar sebanyak-banyaknya.


"Bagaimana perasaan tuan Kevin?" tanya salah seorang wartawan.


"Pastinya saya sangat bahagia dan bersyukur dan semua ini berkat doa istri saya yang selalu mendampingi saya," sahut Kevin yang menoleh kearah Kiara dengan menunjukkan senyumnya dan tatapan penuh dengan cintanya.


"Nona Kiara apa anda juga bahagia?" tanya salah seorang wartawan lagi.


"Pastinya. Semua ini karena usaha suami saya. Dia sangat bekerja keras dan ini pantas untuk di dapatkannya," sahut Kiara.


"Lalu tuan Mitra Winata. Perusahaan Lexus tetap menjadi unggul. Apa tuan Mitra Winata juga bahagia?" tanya wartawan.


"Sudah pasti jawabannya iya. Lexus maju dan berkembang bukan hanya karena saya. Tetapi juga anak-anak saya. Ada Kevin yang sekarang menjadi pimpinan resmi dan juga ada anak-anak saya yang lain di sana?" Mitra Winata menunjuk ke arah di mana ada 2 istrinya Janika dan juga Mariana.


Ada Alan yang berdampingan dengan Saras. Selain itu ada juga Alana dan bahkan Clarissa yang sudah keluar dari rumah sakit jiwa yang berada di atas kursi roda. Clarissa yang sudah membaik pastinya dan juga ada Alana anak bungsunya yang tersenyum lebar.


"Mereka semua yang mendampingi saya selama ini, almarhum istri saya Mariyati dan juga ke-2 istri saya yang ada di sana Janika dan juga Mariana. Putra pertama saya Alan dan beserta istrinya direksi rumah sakit Saras, Ada juga Clarissa yang sekarang sudah sembuh. Alana Putri bungsu saya dan juga satu tidak hadir Evan yang bersama istrinya dan mungkin masih berhalangan hadir hari ini dan pasti tidak lupa untuk menantu saya berikutnya Kiara yang mendampingi Kevin,"


"Lexus tidak akan menjadi apa-apa tanpa anak-anak saya," jawab Mitra Winata dengan panjang lebar yang membuat semua orang tersenyum dan terutama keluarga Mitra Winata yang bangga dengan Mitra Winata yang sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik.


Prok-prok-prok-prok Prok-prok-prok-prok


Sambutan tepuk tangan yang meriah kembali di dapatkan. Hari itu benar-benar perayaan yang sempurna. Kevin merangkul bahu Kiara dan sama-sama saling melihat dengan Kiara dengan Kevin yang tersenyum yang benar-benar begitu lega dengan semua masalah yang selesai dan Mitra Winata yang sudah berubah menjadi sosok yang semakin di kagumi dan akan tetap di hormati.


Keluarga Kiara yang juga hadir di tempat itu juga ikut bahagia dan pasti mereka bahagia melihat Kiara bersama dengan menantu pertama mereka.


**********


Rumah sakit.


Setela mengalami perawatan yang cukup lama. Akhirnya Rangga sudah pulih dan hanya tinggal perawatan saja. Rangga juga sudah di perbolehkan pulang. Keluarganya yang tetap ada dan memberikannya ampunan menjemput dari rumah sakit.


Selain ada Sahila dan Danu orang tuanya. Ada Rachel, Ziva dan Zavier. Kevin dan Kiara juga ikut menjemput Rangga.


"Ya sudah sekarang semuanya sudah berek kita pulang," sahut Rachel.


"Biar aku yang dorong kursi roda kak Rangga," sahut Zavier yang sudah siap dengan kursi rodanya.


"Itu memang tugas kamu," sambar Ziva.


"Selalu aja nyambung," sahut Zavier kesal.


"Sudah-sudah kalian berdua jangan bertengkar terus. Dari rahim mama sampai sudah sebesar ini masih aja bertengkar," ucap Kiara geleng-geleng kepala.


"Dia duluan tuh," sahut Zavier

__ADS_1


"Kamu yang mancing-mancing," sahut Ziva.


"Tuhkan mulai lagi. Benar-benar ya kalian berdua," ucap Kiara.


"Sudah-sudah sekarang kita semua sebaiknya pulang," sahut Danu.


"Makasih untuk kalian semua yang masih mau menerima ku di keluarga ini dan bahkan merawatku sampai sekarang ini," ucap Rangga.


"Apa-apaan sih kamu Rangga menerima apa maksud kamu. Kamu itu anggota keluarga ini. Jelas akan di terima," sahut Sahila.


"Tapi aku sudah banyak salah mah. Aku sudah mempermalukan keluarga kita dan sudah membuat mama, papa dan adik-adik menjadi sedih," ucap Rangga dengan raut wajahnya yang sedih dan penuh penyesalan.


"Kamu tidak perlu minta maaf. Setiap manusia mempunyai kesalahan dan kami sebagai orang tua memaafkan kamu yang penting kamu menyadari kesalahan kamu dan sudah bertaubat," ucap Danu.


"Makasih pah," sahut Rangga.


Rangga menoleh ke arah Kiara dan Kevin.


"Aku juga minta maaf pada kamu Kevin dan terutama juga kamu Kiara," sahut Rangga yang baru bisa minta maaf.


"Sudahlah kak Rangga kita lupakan saja semuanya dan itu tidak perlu di ingat-ingat lagi," sahut Kiara.


"Iya Rangga. Semua yang terjadi bukan hanya kesalahan kamu saja. Jadi kita lupakan saja dan mari saling memperbaiki," sahut Kevin.


"Terima kasih untuk semuanya," ucap Rangga lagi yang tersenyum. Rangga melihat satu persatu orang di sana dan sepertinya dia sedang mencari sesuatu.


"Kak Rangga mencari Monica ya?" tebak Rachel.


"Apa dia tidak ada di sini?" tanya Rangga yang ternyata memang benar apa adanya. Bahwa dia sedang mencari Monica.


"Rangga ini untuk kamu. Karena kamu sudah pulang dari rumah sakit," ucap Monica memberikan bunga tersebut kepada Rangga.


"Terima kasih Monica dan terima kasih untuk kehadiran kamu di sini," ucap Rangga.


"Sama-sama Rangga," jawab Monica dengan tersenyum.


"Oh iya kebetulan semua orang ada di sini. Aku ingin menyampaikan sesuatu," ucap Rangga dengan tiba-tiba.


"Ada apa kak Rangga?" tanya Kiara.


Rangga meraih tangan Monica yang ada di depannya itu dan memegangnya dengan menatap Monica dengan tulus dan Monica sendiri dek-dekan dengan apa yang di lakukan Rangga.


"Aku ingin melamar Monica!" ucap Rangga yang menyampaikan keinginannya. Semua orang tersenyum mendengarnya. Namun Monica begitu terkejut mendengar pernyataan Rangga.


"Monica maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Rangga. Monica menganggukkan kepalanya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Yeeee punya kakak ipar lagi," sahut Ziva yang senang yang mengundang tawa semua orang.


Mereka turut bahagia dengan Monica dan Rangga yang akhirnya menikah juga.


***********


Kiara dan Kevin berada di pantai yang sedang berjalan dengan bergandengan tangan dengan ke-2nya yang sama-sama bahagia dengan pancaran senyuman yang indah di wajah mereka.


Langkah ke-2nya terhenti dengan mereka yang saling berhadapan. Kedua tangan mereka saling bergenggaman.


"Terima kasih untuk kamu yang selalu ada di sisiku," ucap Kevin dengan tersenyum kepada Kiara.

__ADS_1


"Aku harus berterima kasih dengan kamu yang juga ada bersamaku," ucap Kiara.


"Kita melewati banyak hal Kiara dan kita bisa membuktikan cinta kita berdua bisa mengubah segalanya," ucap Kevin.


"Itu karena kamu yang berusaha banyak untukku dan semuanya tidak mudah sekarang kita berdua sudah melekat semuanya," sahut Kiara.


"Aku mencintaimu!" ucap Kevin dengan matanya berkaca-kaca.


"Aku juga mencintaimu," sahut Kiara.


Kevin dan Kiara saling melihat dengan mereka yang sama-sama terharu dan lama kelamaan wajah mereka semakin mendekat dan Kevin mencium bibir istrinya itu. Mata Kiara perlahan tertutup saat menerima ciuman yang semakin dalam.


Ke-2nya larut dalam ciuman yang romantis dengan suara ombak. Anggis sepoi-sepoi yang membuat rambut Kiara menari-nari. Lama berciuman akhirnya keduanya saling melepas dan perlahan sama-sama membuka mata mereka. Dengan sama-sama tertawa.


"I Love you!" ucap Kevin.


"I Love you too," sahut Kiara mengecup pipi Kevin.


Kevin menunjuk pipinya satu lagi yang ingin di cium dan Kiara pun menciumnya. Kevin menunjuk dahinya dan Kiara juga menciumnya. Namun Kevin belum puas dan menunjuk bibirnya yang ingin di cium lagi. Kiara sampai menyerngitkan dahinya. Tapi kali ini Kiara mengerjai Kevin dan hanya meletakkan 2 jarinya di bibir Kevin.


"Kok gitu?" tanya Kevin menaikkan alisnya. Kiara menjawab dengan mengangkat ke-2 bahunya.


"Oh gitu ya," sahut Kevin dan langsung menggelitiki Kiara. Kiara yang langsung kegelian dan memohon ampun pada suaminya itu.


Keduanya tampak bahagia menikmati hasil usaha dalam cinta mereka. Saling mengejar seperti anak kecil dalam penuh candaan satu sama lain. Dunia hanya milik berdua dan seperti itulah mereka.


Jatuh cinta pertama kali dan sama-sama mencintainya. Namun untuk ada pada titik pernikahan dan mendapat restu tidak mudah. Semua butuh perjuangan dan Kiara atau Kevin sama-sama sudah melewati semua itu. Ujian pernikahan untuk mereka akhirnya lulus dengan sekarang mereka menikmati hasilnya.


Semua orang juga tetap pada kebahagiannya bersama. Saras dan suaminya juga bisa bahagia.


Mitra Winata yang sekarang tidak mengatur anak-anaknya lagi. Dia juga sudah tua dan hanya perlu hidup damai.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนTammat ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...Akhirnya Novel ini selesai juga. Dokter itu masa lalu ku akhirnya selesai. Makasih ya untuk kalian semua yang sudah mengikuti Novel ini. Terima kasih untuk yang koment, yang like. Akhirnya bisa menyelesaikan lanjutan dari Novel yang pertama setelah sekian lama dan ini sesuai dengan permintaan kalian semua para pembaca ku sayang....


Jangan lupa untuk terus baca novel-novel saya selanjutnya yang ongoing.


Mantan!! Tapi Nikah Yuk?


Terpaksa Menikahi Dia Yang Telah Hamil.


Tinggalkan koment like dan jangan lupa subscribe ya.


Terima kasih teman-teman semuanya.


Follow aku Ig saya ya.


ainunharahapn12


Ma




...Jangan Lupa mampir ya. ...

__ADS_1


__ADS_2