Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 45 Di sisinya.


__ADS_3

Kevin yang berada di ruangannya yang sedang mengerjakan pekerjaan yang tidak ada habisnya.


Tiba-tiba pintu ruangannya di buka dengan kasar yang ternyata Mitra Winata yang memasuki ruangan itu dan melangkah dengan cepat menghampiri Kevin.


Brukk.


Mitra Winata menjatuhkan kasar tablet di atas meja Kevin. Mata Kevin hanya turun melihat tablet tersebut.


"Apa yang kamu lakukan!" tanya Mitra Winata.


Kevin melihat pemberitaan mengenai selama dia berada kaki gunung dengan kejadian yang membuat kericuhan dari keracunan dan juga penyerangan.


"Kau benar-benar ingin menghancurkan semuanya!" Bentak Mitra Winata.


"Aku akan menyelesaikan masalah ini," sahut Kevin dengan jawaban simple.


"Argghh!" Mitra Winata memukul meja dengan kedua tangannya dan terdengar sangat kuat.


"Wanita itu!" teriak Mitra Winata.


"Ini alasannya aku tidak menginginkanmu berhubungan dengan dia. Lihat semua ini kau bisa-bisanya sembarangan dan menghancurkan semuanya," teriak Mitra Winata.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Kiara!" tegas Kevin.


"Sebut lagi namanya!" teriak Mitra Winata.


"Fokus mu akan hilang karena wanita itu dan kau masih mengatakan tidak ada hubungannya dengan wanita itu. Kau sadar gara-gara wanita itu pekerjaan mu tidak ada yang beres," tegas Mitra Winata.


"Cukup papa menyalahkan Kiara. Aku sudah mengatakan semua yang terjadi tidak berkaitan dengan Kiara. Masalahku aku yang mengurusnya," tegas Kevin merendahkan suaranya.


"Ya bela saja dia dan kau akan berhenti membelanya setelan dia benar-benar berakhir di tanganku," ancam Mitra Winata membuat kebun berdiri dari tempat duduknya


"Jangan pernah menyentuhnya. Jika aku kehilangannya. Papa juga akan kehilangan banyak hal," sahut Kevin yang juga memberikan ancaman pada papanya dan dia tidak main-main kali ini.


"Kita lihat saja apa yang bisa kamu lakukan. Jika kesabaranku sudah habis. Maka jangan salahkan aku," ucap Mitra Winata yang merendahkan suaranya yang menantang Kevin. Mitra Winata juga tersenyum miring. Lalu meninggalkan tempat itu.


"Aku tidak akan membiarkan papa menyakitinya," batin Kevin dengan napasnya yang naik turun yang akan lebih menjaga Kiara.


*********


Rumah sakit Lexus.


Kiara yang berada di rumah sakit yang seperti biasa menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter yang mana Kiara yang sekarang yang berjalan dengan memegang data-data pasien.


"Nona Kiara!" langkah Kiara terhenti ketika mendengar ada yang memanggilnya dan Kiara membalikkan tubuhnya.


"Tuan!" sapa Kiara menundukkan kepalanya yang ternyata Mitra Winata yang memanggilnya.

__ADS_1


"Ada apa ya tuan?" tanya Kiara.


"Kita tidak bicara waktu itu dan saya ingin bicara banyak kepada kamu," ucap Mitra Winata.


"Hmmmm," Kiara kelihatan ragu.


"Kamu sedang tidak ada pasien Operasi bukan?" tanya Mitra Winata.


"Oh tidak ada tuan," jawab Kiara.


"Kalau begitu tidak keberatan. Jika bicara dengan saya?" tanya Mitra Winata dengan tatapannya yang sangat tajam yang membuat Kiara sebenarnya sangat takut dan tidak tau kenapa dia begitu takut.


"Apa kamu tidak bisa bicara?" tanya Mitra Winata.


"Baiklah tuan kalau begitu," sahut Kiara yang mau tidak mau harus bicara dengan Mitra Winata. Padahal perasaannya sedang tidak enak. Apa lagi Mitra Winata sempat menggertak.


"Mari!" Mitra Winata mempersilahkan Kiara untuk berjalan terlebih dahulu. Kiara menganggukkan kepalanya dan melangkah.


Namun baru ingin melangkah tiba-tiba pergelangan tangannya di pegang membuatnya tidak jadi melangkah dan melihat siapa yang memegang tangannya yang ternyata Kevin.


"Tuan Kevin!" lirih Kiara.


"Kevin," gumam Mitra Winata pelan.


"Aku ingin bicara!" sahut Kevin menarik Kiara pelan untuk berada di sisinya dan menjauh dari Mitra Winata.


"Aku harus bicara padanyanya," ucap Kevin.


"Papa sedang ingin bicara kepada-nya Kevin," ucap Mitra Winata.


"Hal itu tidak akan terjadi," sahut Kevin dengan suara beratnya.


Mitra Winata mendengus kasar mendengarnya dengan mengusap mulutnya.


"Kau takut sekali Kevin. Jika aku mengungkit masa lalu mu bersamanya," ucap Mitra Winata yang bicara to the point yang membuat Kiara kaget dan juga bingung.


"Cukup pah!" ucap Kevin dengan suara masih pelan.


"Kenapa? Atau jangan-jangan kalian berdua berpura-pura. Atau wanita ini juga berpura-pura yang mengatur siasat," tegas Mitra Winata yang menaikkan volume suaranya dan sampai membuat beberapa orang yang lewat melihat ke arah Kevin, Kiara dan Mitra Winata.


"Kevin kau tidak akan bisa...."


"Cukup aku bilang," sentak Kevin memotong pembicaraan Mitra Winata.


"Kurang ajar kau, beraninya kau membentakku di tempat umum," sahut Mitra Winata.


Plak

__ADS_1


Winata langsung menampar Kevin. Kiara kaget melihatnya dengan tubuhnya yang bergetar dan pegangan tangan Kevin yang sangat kuat padanya.


Posisi Kiara benar-benar membuat Kiara bingung. Ayah dan anak itu bertengkar karena dirinya. Itu yang menjadi pertanyaan yang membuat Kiara tidak mengerti. Dan kenapa dia harus di hadapkan dengan situasi itu.


Setelah menerima tamparan itu. Kevin tidak banyak bicara lagi dan langsung membawa Kiara pergi meninggalkan tempat itu.


"Anak kurang ajar," umpat Mitra Winata yang penuh dengan kemarahan.


"Sekarang dia benar-benar tidak bisa di kendalikan. Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Kau harus berada dalam kendaliku Kevin," batin Mitra Winata yang mengepal tangannya.


*************


Kevin masih memegang tangan Kiara yang membawa Kiara pergi. Namun tiba-tiba langkah Kiara terhenti membuat Kevin menoleh ke arah Kiara.


"Tuan mau membawa saya kemana?" tanga Kiara dengan suara pelannya dan wajahnya yang penuh dengan pemikiran.


"Aku ingin makan siang," jawab Kevin.


Kiara melepaskan tangannya dari Kevin.


"Aku tidak mengerti dengan semua ini. Apa maksud dari perkataan tuan Mitra Winata tadi? Dan kenapa tuan seolah mencegah saya ingin bicara padanya?" tanya Kiara.


"Aku tidak bisa menceritakannya dan jangan pernah bertanya mengenainya dan menjauhlah darinya," jawab Kevin.


"Untuk apa?" tanya Kiara.


"Untuk kebaikanmu. Karena aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa," ucap Kevin.


"alasannya?" tanya Kiara.


"Ayo makan siang. Jangan bertanya lagi. Ini perintah atasanmu," ucap Kevin yang kembali meraih tangan Kiara. Namun Kiara menahan dirinya dan memegang pipi Kevin yang tadi di tampar Mitra Winata.


"Apa sakit?" tanya Kiara dengan menatap Kevin begitu dalam.


"Tidak sakit Kiara. Ini tidak apa-apanya di bandingkan apa yang kamu alami," jawab Kevin.


"Memang apa yang saya alami?" tanya Kiara.


Kevin memegang tangan Kiara yang berada di pipinya dan menggengamnya erat.


"Ayo makan bersama," ucap Kevin dengan lembut.


"Apa tidak perlu saya mengobati pipi tuan dulu!" tanya Kiara.


"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka biasa dan kamu jangan khawatir. Sekarang aku mengajakmu untuk makan dan kita sebaiknya makan," ucap Kevin.


"Baiklah," sahut Kiara yang setuju dan Kevin langsung pergi bersama Kiara.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2