Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 93 Monica menjadi korban.


__ADS_3

Monica sekarang berada di ruangan Mitra Winata dengan mereka yang duduk di sofa yang saling berhadapan.


"Kamu berani sekali Monica bermain-main dengan saya," ucap Herlambang dengan sinis yang berbicara masih santai.


"Saya tidak bermain-main. Tetapi putra anda yang tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada saya dan jika di katakan penghiyanat. Maka Putra anda lah yang sebenarnya seorang penghiyanat," ucap Monica yang dengan memberanikan diri berbicara pada Mitra Winata walau sebenarnya perasaannya tidak tenang.


Mendengar perkataan Monica membuat Mitra Winata menyunggingkan senyumnya.


"Kau sudah tau bagaimana Kevin. Seharusnya itu bukan hal yang besar untukmu. Karena itu menjadi tugasmu untuk menjadikannya milikmu dan bukan malah kau mencari masalah dengan berselingkuh," ucap Mitra Winata menyunggingkan senyumnya.


"Tetapi hubungan tidak bisa di paksakan dan saya juga tidak ingin harus memaksakan perasaan pada Pria yang sama sekali tidak pernah menghargai perasaan saya," jawab Monica.


"Tetapi karena kebodohanmu ini Monica. Sangat merugikan diriku dan juga Perusahaan. Kau berani berhiyanat pada kami dan kau memberikan informasi-informasi pada Pria yang kau cintai itu. Apa kau sadar. Jika kau sangat bodoh yang hanya di manfaatkan," sinis Mitra Winata.


"Mungkin saya bodoh. Tetapi saya tidak pernah bermaksud untuk melakukan semua itu dan tidak tau jika Rangga hanya memanfaatkan saya. Jadi perasaan saya tikus kepadanya dengan saya yang sangat mencintainya," tegas Monica yang berbicara apa adanya.


"Cih!"


"Tulus katamu, cinta katamu! apa kau tidak sadar dengan ucapan yang kau katakan cinta yang sudah membuat kerugian pada Perusahaan. Penghiyanatan yang kau lakukan menjadikan masalah besar dan itu artinya kau harus membayarnya," ucap Mitra Winata.


"Apa maksud Om?" tanya Monica.


"Kamu harus membayar semuanya dan jangan salahkan saya. Jika keluargamu akan jatuh miskin karena perbuatanmu!" ancam Mitra Winata yang mengejutkan Monica.


"Apa maksud Om?" tanya Monica dengan suaranya yang sedikit keras.


"Om jangan macam-macam dengan keluarga saya. Om jangan bawa-bawa keluarga saya. Semua ini tidak ada urusannya dengan keluarga saya. Jadi berhenti melibatkan keluarga saya," tegas Monica yang penuh penekanan.


Namun Mitra Winata hanya tersenyum mendengarnya.


"Kamu yang memulai semuanya Monica dan kamu harus siap atas resikonya," sahut Mitra Winata.


"Tapi bukan hanya aku yang berkhianat. Kevin sendiri menjalin hubungan dengan Dokter pribadinya," tegas Monica membela dirinya.


"Dan saya tidak butuh alasan. Di saat saya memberikan kamu kesempatan untuk menjadi menantu di keluarga saya yang semua orang tidak bisa melakukan hal itu yang justru seharusnya kamu menggunakan kesempatan itu dan bukan malah berkhianat. Jadi kamu terima saja atas apa yang kamu lakukan karena sangat berani kepada keluarga saya yang melawan kepada saya," ucap Mitra Winata dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


"Tidak Om ini tidak adil untuk aku. Jangan pernah menyentuh keluarga ku!" teriak Monica.


"Bawa wanita ini pergi dari sini!" titah Mitra Winata pada Bodyguard yang sejak tadi berdiri di depan pintu.


"Aku tidak akan membiarkan Om melakukan semua ini!"


"Jangan pernah menyentuh keluargaku!"


"Lepaskan aku!"


"Lepas!"


Monica berteriak-teriak dengan memberontak saat dia di seret paksa oleh Bodyguard Mitra Winata.


"Kalian semua itu jahat!"


"Aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi," teriak Monica yang suaranya semakin jauh karena sidah di seret dari ruangan itu.


"Sangat berani bermain-main denganku. Tidak akan ada yang bisa melawanku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan," batin Mitra Winata dengan mengepal tangannya. Wajahnya yang tampak penuh dengan amarah.


**********


"Brengsek semuanya!" umpat Rangga dengan penuh kemarahannya yang memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang terlihat sangat frustasi.


"Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Semua ini gara-gara kamu Kiara. Semua rencanaku bertahun-tahun nyaris berantakan karena perbuatanmu. Kau hanya mencintai pria itu. Papa kau tidak sadar dengan cintamu itu keluarga kita menjadi berantakan," umpat Rangga mengepal tangannya.


"Dan kau Kevin. Kau pikir sangat mudah bagimu untuk mendapatkan Kiara. Kau pikir semua ini akan terhitung lunas dengan semua penghiyanatan mu. Jangan mimpi Kevin. Karena tetap kau dan keluargamu harus membayar semua perbuatan kalian. Kau akan menghancurkan Perusahaan Lexus. Orang-orangnya, keluargamu dan termasuk dirimu," ucap Rangga dengan tangannya yang terkepal.


Dari wajah Rangga sangat terlihat penuh dengan ambisi dan dendam. Bukan seperti Rangga yang dulu lagi yang sekarang benar-benar berubah menjadi monster. Karena memang dendam yang akan membuat kita seperti monster yang selalu kelaparan.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Ponsel Rangga berdering. Rangga melihat panggilan masuk itu yang ternyata dari Daniel. Rangga menghela napasnya dan langsung mengangkat panggilan telpon itu.


"Iya tuan," jawab Rangga.

__ADS_1


"Aku tidak ingin semua berantakan Rangga. Kau aka menerima resikonya jika semua berantakan. Jadi aku minta padamu menyelesaikan masalah ini. Jika tidak aku akan kehilangan kesabaran ku dan kau akan tau apa yang akan kau dapatkan," ucap Daniel dengan suara dinginnya yang penuh dengan ancaman kepada Rangga.


"Sial!" umpat Rangga di dalam hatinya.


"Apa kau mendengarku Rangga?" tanya Daniel.


"Iya tuan," jawab Rangga.


"Jadi jangan macam-macam. Jika tidak kau akan tau akibatnya. Aku sudah banyak membantuku dan mengeluarkan uang yang cukup banyak. Jadi jangan bermain-main padaku," ucap Daniel dengan penuh ancaman.


"Saya akan melakukan yang terbaik tuan dan tidak akan mengecewakan tuan," ucap Rangga.


Daniel tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung mematikan panggilan itu.


"Arghhhh!" Rangga langsung melempar ponselnya karena semakin emosi.


"Aku harus bertindak secepatnya sebelum semua masalah semakin besar," batin Rangga dengan napasnya yang naik turun yang semakin frustasi dengan masalah yang di hadapinya.


************


Sementara Monica yang berjalan di pinggir jalan dengan sangat tidak bersemangat. Berjalan tidak menentu dengan memegang tasnya. Monica terlihat berantakan dan seperti orang gila.


Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah perutnya dengan mengelus perutnya.


"Bu Monica sedang hamil 7 Minggu!" ucap Dokter.


Sebelum menemui Rangga Monica ternyata hamil dan ingin memberitahu Rangga. Namun belum sempat memberitahu Rangga atas kehamilannya. Hal ini sudah terjadi yang membuat Monica tampak sedih dan langsung terduduk di aspal.


"Argghhh!" teriak Monica yang memukul-mukul perutnya.


"Rangga kau benar-benar iblis. Kau hanya memanfaatkan ku Rangga aku benar-benar membencimu!" teriak Monica dengan penuh kekecewaan.


Dia yang menjadi korban atas ambisi dan dendam Rangga. Orang tuanya terancam karena Mitra Winata yang tidak terima atas kehamilannya. Dia juga telah mengandung anak dari Pria yang hanya memanfaatkannya. Jadi bagaimana tidak Monica lah yang menjadi korban sesungguhnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2