Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 55 Bayangan


__ADS_3

Tak.


Suara lampu yang hidup membuat rumah yang gelap itu menjadi terang. Kepala Kiara berkeliling melihat di sekitarnya. Matanya yang melihat di setiap sudut di rumah itu.


Kiara tidak melupakan apapun kenangan bersama keluarganya. Namun Kiara hanya melupakan Kevin dan keluarga Kevin.


Seharusnya tidak ada yang aneh saat dia memasuki rumah itu. Karena tidak ada kenangan apa-apa bersama Kevin.


Langkahnya terus berjalan menuju anak tangga yang pasti Kiara akan menunju kamarnya. Begitu sampai di kamarnya Kiara menghidupkan lampu kamarnya yang memang semuanya masih normal. Lampu masih tetap hidup.


Kiara melihat kamarnya yang tidak pernah berubah sama sekali.


"Memang tidak pernah berubah. Karena tidak ada juga yang mengubahnya. Sudah begitu lama aku tidak berada di sini. Aku tidak percaya bisa berada di sini kembali. Kenapa juga keluarga kita harus pindah," gumamnya melihat di sekelilingnya dengan hembusan napas berat.


Kiara duduk di pinggir ranjang di dekat meja rias.


"Huhhhh, Kenapa kami bisa meninggalkan rumah ini dan ternyata aku tingga satu komplek dengan tuan Kevin. Dia bahkan tinggal di depan rumahku. Kenapa aku merasa ada yang aku lewatkan dan aku tidak tau apa itu," batin Kiara dengan penuh kebingungan dan mempertanyakan yang sama dengan melihat di sekelilingnya.


Kiara membuka laci dan menemukan kotak yang kecil. Kiara pun langsung mengambil kotak itu dan membukanya


Kalung emas 2 angsa yang saling berhadapan membuat dahi Kiara mengkerut dan menatap begitu teliti dengan kalung tersebut.


"Apa ini milikku. Kenapa ini tidak asing bagiku dan seharusnya aku membawanya bukan malah meninggalkannya di sini," batinnya yang tampak kebingungan.


Kiara juga menemukan inisial huruf di angsa tersebut yang tak lain nama huruf K. Tiba-tiba Kiara memejamkan matanya dan memegang kepalanya yang mendadak sakit.


Terlintas di bayangannya mengenai kalung itu. Sangat tidak jelas siapa orang itu yang memasangkan kalung itu kepadanya.


Pria yang berdiri tegap yang tidak jelas wajahnya dengan Kiara yang tersenyum menerima pemberian kalung yang sangat indah itu.


Bukan hanya masalah kalung yang terlintas di pikiran Kiara. Kota Paris seakan punya Cerita hidup yang banyak. Lintasan yang sangat cepat di mana Kiara bertabrakan di depan pintu lift bersama seorang Pria dan Kiara marah saat itu.


Ingatan mengenai pesawat Lexus kampus dan yang lainnya yang banyak di ingat Kiara di Paris. Seperti pertemuan pertama kalinya dengan Kevin.


"Sakit!"

__ADS_1


"Sakit!" Keluh Kiara yang kesakitan yang sudah berjongkok saat bayangan-bayangan itu semakin jelas.


Kiara berusaha bertahan untuk mengingat semuanya. Pria yang sering bersamanya sangat berusaha Kiara untuk melihat wajahnya. Namun semakin berusahanya Kiara maka Kiara akan semakin kesakitan.


Kecelakaan yang Kiara sewaktu di Surabaya juga teringat kembali yang membuatnya kesakitan.


"Tidak!"


"Aku mohon hentikan!"


"Aku mohon hentikan!"


"Hentikan!"


Teriak Kiara yang sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit.


**********


Kevin yang baru sampai rumahnya langsung menuju kamarnya.


"Kevin!" tegur Saras saat Kevin ingin membuka pintu.


"Kakak lupa mengatakan kepada kamu. Jika Kiara mendatangi kakak kemarin," ucap Saras.


"Untuk apa?" tanya Kevin.


"Dia tiba-tiba ingin memeriksa sarafnya," jawab Saras yang membuat Kevin kaget.


"Apah!" pekik Kevin begitu terkejut.


"Kakak juga tidak tau kenapa tiba-tiba dia melakukan itu. Mungkin saja Kiara sudah mulai gelisah dan mungkin saja dia mulai mengingat," ucap Saras.


"Dia juga terlihat frustasi dan menangis yang seperti ingin mengetahui jati diri, seperti orang asing yang membutuhkan pertolongan!" jelas Saras.


Mendengar hal itu jelas membuat Kevin kaget dan tidak menyangka jika Kiara seperti itu.

__ADS_1


"Kakak hanya menyampaikan saja kepada kamu. Agar kamu bisa menenangkannya. Karena jika di paksakan. Kakak khawatir sarafnya akan semakin parah dan Kiara bisa mengalami gangguan jiwa," ucap Saras memberikan saran pada Kevin.


"Kiara!" lirih Kevin mengusap wajahnya dengan kasar dengan menghela napas beratnya.


"Dan satu lagi Kevin. Kamu juga harus berhati-hati pada papa. Kamu tidak boleh lengah atas Kiara. Karena kita tidak tau tindakan apa yang akan di berikan papa. Karena papa juga sangat keterlaluan dan bisa melakukan apapun yang dia mau. Jadi kamu harus waspada termasuk untuk mengawasi Kiara," ucap Saras memberikan saran pada Kevin dan juga mengingat adik iparnya itu.


"Baiklah hanya itu saja yang ingin kakak katakan," ucap Saras yang tidak bicara lagi dan langsung pergi dari hadapan Kevin.


"Kiara aku tidak tau apa yang kamu rasakan. Kamu benar-benar pasti menderita. Apa jangan-jangan kamu sering mengalami hal seperti itu sama halnya saat waktu saat orang yang kecelakaan itu," batin Kevin yang sangat khawatir dengan Kiara.


Pernah terjadi di depan matanya sekali bagaimana Kiara yang histeris parah. Karena orang yang kecelakaan. Kevin juga punya feeling jika Kiara bisa jadi seperti apa yang di lihatnya.


**********


Kevin memasuki kamarnya dengan membuang napas beratnya. Meletakkan tas kerjanya di tempat tidur lalu duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya dengan kasar dan beberapa kali mengatur napasnya.


Wajah Kevin menunjukkan kelelahan yang bercampur aduk dengan rasa khawatir dan cemas yang berlebihan.


Saat Kevin menyinggirkan tangannya dari wajahnya Kevin melihat ke jendela kamarnya. Kevin merasa ada yang aneh dan langsung melangkah kejendela kamarnya dan membuka tirai tersebut yang melihat lampu rumah Kiara menyala.


"Kenapa lampunya hidup? Apa ada orang di sana? Tidak mungkin ada orang di sana," batin Kevin yang penasaran dan langsung membuka jendela itu berjalan ke teras kamar dan melihat lebih jelas jendela kamar Kiara yang lampunya hidup.


Kevin jelas mengingat di mana kamar Kiara. Sewaktu dulu mereka sering saling melihat dari kejauhan. Bahkan saat Kiara sudah pergi Saat Kevin galau dia akan terus melihat kamar yang gelap gulita itu karena begitu merindukan Kiara.


Namun sekarang kamar itu terang membuat Kevin heran.


"Kiara!" lirihnya tiba-tiba menyebutkan nama Kiara setelah merasa ada sesuatu yang aneh.


"Kiara!" ucapnya lagi yang langsung berlari meninggalkan kamarnya. Tidak tau apa yang di ketahui Kevin dia hanya berlari dengan kencang.


Begitu keluar dari rumah Kevin langsung menuju rumah Kiara yang pagarnya terbuka dan tidak ada yang di tunggu Kevin selain masuk kedalam rumah tersebut dan apa lagi yang di lakukannya.


Rumah itu kelihatan begitu terang dan Kevin juga langsung menaiki anak tangga dengan langkah yang terburu-buru alias berlari dengan kencang yang pasti menuju kamar Kiara. Dia merasa ada yang tidak beres dan pasti perasaannya tidak akan meleset.


Tiba di depan pintu kamar yang di yakininya adalah kamar Kiara. Kevin langsung membuka pintu kamar itu dan kaget melihat Kiara yang berada di lantai yang histeris dengan memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya.

__ADS_1


Bahkan Kiara juga memukul-mukul kepalanya. Mungkin karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang di alaminya.


Bersambung


__ADS_2