Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 56


__ADS_3

"Kiara!" lirih Kevin yang shock dan langsung menghampiri Kiara dengan melihat kondisi Kiara.


"Kiara apa yang terjadi padamu?" tanya Kevin dengan panik dan berusaha memegang tangan Kiara agar tidak memukul kepalanya sendiri.


"Sakit!"


"Kepala ku sakit!"


"Aku tidak tau kepala ku sakit. Tolong aku!"


"Kepalaku sakit!" Kiara berteriak histeris.


"Tenanglah Kiara! Kamu harus tenang. jangan memaksakan apa-apa," ucap Kevin dengan memegang wajah Kiara dengan ke-2 tangannya dan melihat Kiara yang benar-benar menahan rasa sakit berlebihan sampai Kiara mimisan dengan hidungnya yang berdarah.


"Sakit!"


"Sakit!" ucap Kiara dengan suara yang menahan sakit dan semakin lama suara itu pelan dan Kiara langsung terjatuh di pelukan Kevin dengan Kiara yang tidak sadarkan diri.


"Kiara! Bangun! Kiara! Kiara!" ucap Kevin yang membangunkan Kiara dengan memegang pipi Kiara.


Wajah Kiara yang pucat dengan air mata yang memenuhi pipinya membuat Kevin merasa kasihan pada Kiara dan ikut tersiksa dan Kevin langsung menggendong Kiara ala bridal style keluar dari kamar itu.


"Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepadamu. Aku tidak akan membiarkan kau tersiksa lagi Kiara," batin Kevin dalam setiap langkahnya yang berjanji pada wanita yang tidak sadarkan diri itu.


Kevin membawa Kiara keluar dari rumah tersebut dan sangat kebetulan Mitra Winata pulang dan baru keluar dari mobil yang pintunya di buka oleh pengawalnya.


Mitra Winata melihat Kevin yang menggendong Kiara yang keluar dari gerbang rumah Kiara. Kevin juga melihat Mitra Winata dan membuat langkah Kevin terhenti sejenak dan mereka saling melihat.


Namun Kevin tidak peduli dan melanjutkan langkahnya yang memasuki gerbang rumahnya dan bahkan melewati Mitra Winata. Kevin memasukkan Kiara kedalam mobilnya mendudukkannya dengan perlahan dan memakaikan sabuk pengaman.


Lalu Kevin menuju kursi pengemudi. Namun langkahnya langsung di hentikan Mitra Winata dengan memegang bahu Kevin.


"Apa kau sudah tidak menghargaiku?" tanya Mitra Winata dengan suara beratnya.


"Aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan papa. Aku harus pergi," ucap Kevin.

__ADS_1


"Kau benar-benar ingin menantang ku Kevin. atau sedang menguji Kesabaranku?" tanya Mitra Winata.


"Aku tidak melakukan apa-apa pah. Aku tidak mau berdebat dengan papa. Jadi jangan menghentikanku," ucap Kevin yang menurunkan tangan Mitra Winata dan langsung memasuki mobilnya. Mitra Winata melotot dengan mengepal tangannya yang begitu marah dengan Kevin.


Napasnya bahkan sampai naik turun melihat apa yang di lakukan Kevin yang benar-benar sudah melawan kepadanya.


"Kurang ajar!" umpat Mitra Winata dengan kemarahan dan mobil Kevin sudah melaju yang keluar dari gerbang rumahnya


"Alex!" panggil Mitra Winata dengan sentakan.


"Iya tuan!" sahut Alex yang langsung menghampiri Mitra Winata.


"Aku ingin kau menyelesaikan apa yang harus kau selesaikan. Aku ingin kau melenyapkan wanita itu," ucap Mitra Winata yang tanpa ampunan yang ingin membunuh Kiara.


"Baik tuan," sahut pengawal itu yang pasti tidak bisa membantah.


"Awas saja jika kau gagal untuk yang ke-3 kalinya. Jika kau gagal untuk yang ke-3 kalinya. Maka aku yang akan mengirimmu langsung ke neraka," ucap Mitra Winata dengan penuh ancaman.


"Saya tidak akan gagal kali ini tuan," ucap Alex dengan yakin karena konsekuensinya lumayan sulit.


"Jika kau tidak bisa di beri tahu Kevin. Maka wanita yang kau gilai itu harus mati di tanganku. Aku sudah memberimu banyak kesempatan maka jangan salahkan aku Kevin. Jika wanita itu akan aku lenyap karena. Karena kau yang menginginkan semua ini," batin Winata dengan menyunggingkan senyumnya.


Maka Mitra Winata juga akan melakukan hal itu. Karena menurutnya itu yang harus di lakukannya untuk semua rencana agar tidak ada yang menghalanginya.


***********


Kevin membawa Kiara ke Apartemen Kevin. Kiara yang masih tidak sadarkan diri yang berbaring di atas ranjang sebelumnya Kevin sudah memanggil Dokter untuk memeriksa kondisi Kiara dan Alhamdulillah keadaan Kiara tidak ada yang mengkhawatirkan.


Kevin yang duduk di samping Kiara dengan menatap Kiara dalam-dalam yang masih memejamka matanya. Banyak sekali kesedihan di wajah Kiara yang membuat Kevin ikut merasa sesak.


Kevin meraih tangan Kiara yang memegangnya dengan lembut dan matanya terus menatap ke arah Kiara yang tidak juga bangun.


"Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi Kiara," ucap Kevin yang berjanji pada dirinya.


Perlahan Kiara tiba-tiba membuka matanya. Pandangannya masih sangat rabun dan belum melihat dengan jelas Pria yang berada di sisinya itu.

__ADS_1


"Kiara!" tegur Kevin membuat Kiara akhirnya melihat dengan jelas wajah Kevin.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kevin.


Hanya mata Kiara yang mengangguk dengan pelan dan mungkin dia masih lemas. Namun pandangan mata Kiara melihat tangannya yang di pegang begitu kuat seakan tidak ingin melepas dirinya.


"Kamu mau minum?" tanya Kevin. Kiara mengangguk pelan yang mungkin dia memang kehausan.


Kevin langsung berdiri untuk mengambil minum dan duduk kembali di samping Kiara yang kali ini sejajar dengan kepala Kiara dan membantu Kiara untuk setengah duduk dengan memegang kepala Kiara dengan lembut.


Kevin pun memberikan minum itu pada Kiara dan akhirnya Kiara minum walau hanya sedikit dan Kevin kembali meletakkan kepala itu di atas bantal.


"Aku dimana?" tanya Kiara dengan suara seraknya.


"Kamu ada di Apartemen ku," jawab Kevin.


"Kenapa bisa?" tanya Kiara bingung. Kiara memejamkan matanya dan mengingat jika terakhir kalinya dia berada di rumahnya yang lama dan lagi-lagi itu membuat kepalanya sakit dan Kevin langsung memegang tangan Kiara yang memegang kepalanya.


"Jangan di paksakan Kiara. Kepala kamu akan semakin sakit," ucap Kevin yang tidak ingin Kiara kenapa-kenapa lagi.


Kiara melihat ke arah Kevin cukup lama dengan pemikiran Kiara yang sepertinya banyak yang ingin di tanyakannya.


"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Kiara.


Dia bisa berpikir seperti itu karena selama ini perkataan Kevin seakan mempunyai makna dan Kevin seolah tau apa yang di rasakannya.


"Kamu sebaiknya istirahat. Kondisi kamu belum pulih," itu yang di jawab Kevin.


"Aku harus pulang!" ucap Kiara yang ingin duduk. Namun di hentikan Kevin.


"Jangan pulang! Kamu di sini saja!" titah Kevin.


"Tapi...."


"Kamu harus istirahat dan dengarkan apa yang aku katakan. Jadi jangan pulang," ucap Kevin pada Kiara dengan lembut dan Kevin langsung berdiri dan menyelimuti Kiara.

__ADS_1


Padahal Kiara belum setuju untuk tetap di Apartemen itu atau tidak. Tetapi dia juga sama sekali tidak bisa menolak dan hanya menurut saja dengan apa yang di katakan Kevin.


Bersambung.


__ADS_2