Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 28 Mencari ketenganan bersamanya.


__ADS_3

Kevin membuka pintu mobil dan menyuruh Kiara masuk. Kiara pun menurut yang sempat tadi dia menolak dan berdebar saat mereka keluar dari kamar.


Perginya Kevin yang membawa Kiara membuat Saras yang melihat hal itu tersenyum dengan menghela napas.


"Tidak ada perjuangan yang sia- sia Kevin dan aku tau kamu masih mencintai Kiara dan kamu tidak mungkin melepasnya karena kamu belajar dari kesalahan. Saat kamu mengalah dan melepasnya dulu. Papa justru menghiyanatimu dan hanya hanya membuatnya menderita dan kali ini kamu benar-benar tidak akan melepasnya dan aku bisa melihat hal itu. Kamu benar-benar nekat Kevin dan aku yakin perjuangan mu kali ini tidak akan sia-sia," batin Saras yang sangat mendukung hubungan Kiara dan Kevin.


"Huhhhh, semoga kalian bisa sama-sama berjuang," batin Saras dengan menghela napasnya.


***********


Ternyata Kevin tidak mengantar Kiara pulang. Mobil Kevin berhenti di pinggir pantai dengan ke-2nya yang berada di dalam mobil.


Suara musik yang romantis terdengar dari lagu my endless love yang suara begitu indah dan sangat romantis. Kevin yang duduk di kursi pengemudi dengan bersandar pada jok mobil. Ke-2 tangannya di balik kepalanya dengan mata yang terpejam yang menenangkan pikirannya.


Kiara yang duduk di samping Kevin hanya diam saja. Awalnya tadi Kiara bertanya-tanya kenapa Kevin membawanya ketempat itu dan Kevin hanya mengatakan sebentar saja dan setelah itu tidak ada pembicaraan lagi dan Kiara pun patuh dan hanya menemani Kevin saja.


Tidak tau juga Kevin tertidur atau tidak sebenarnya. Karena beberapa kali Kiara menoleh kearah Kevin. Kevin hanya memejamkan matanya.


"Sampai kapan aku harus di sini," batin Kiara yang bingung dan tidak tau mau melakukan apa dan berbicarapun takut salah.


Tiba-tiba mata Kiara melihat boneka kecil yang bergantung di mobil Kevin dan Kiara ingin memegang boneka tersebut.


"Jangan menyentuhnya," ucap Kevin yang membuat Kiara tidak jadi memegangnya dan Kevin membuka matanya yang menyadari Kiara ingin memegang boneka itu.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud untuk menyentuhnya," ucap Kiara.


"Kau memilikinya dan seharusnya tidak perlu menyentuhnya," ucap Kevin yang membuat Kiara bingung dengan apa yang di katakan Kevin.


"Maksud tuan apa?" tanya Kiara.


"Tidak ada lupakan saja," ucap Kevin yang membuat Kiara benar-benar bingung.

__ADS_1


"Lalu kita sampai kapan di sini?" tanya Kiara dengan heran.


"Apa kamu tidak bisa menunggu sebentar?" tanya Kevin.


"Oh baiklah," sahut Kiara yang tidak bisa membantah dan menurut saja. Walau dia juga kebingungan.


"Tuan Kevin suka pantai?" tanya Kiara basa-basi.


"Tidak terlalu. Namun mendengar suara ombak membuatku sedikit tenang," jawan Kevin.


"Tuan benar, suara ombak meski terdengar sangat ricuh. Tetapi mampu membuat kita tenang," jawab Kiara.


"Hmmm apa tidak masalah bagi tuan Kevin meninggalkan tunangan tuan di sana dan bersama saya di sini?" tanya Kiara dengan hati-hati dan membuat Kevin melihat ke arah Kiara.


Hening tanpa ada suara. Kevin bahkan tidak menjawab dan hanya diam dengan melihat wajah Kiara.


"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Kevin yang menegakkan posisi duduknya yang tidak banyak bicara atau menjawab pertanyaan Kiara dan Kevin langsung memakai sabuk pengamannya dan langsung mengantarkan Kiara pulang dan hal itu membuat Kiara benar-benar kebingungan dengan Kevin yang tidak tau sebenarnya tujuan Kevin itu apa sebenarnya.


"Dia rela terluka demi kekasihnya. Lalu kenapa mengantarku pulang dan bukannya kekasihnya ada di sana dan dia juga terlihat biasa saja dengan kekasihnya itu bahkan sangat ketus. Apa dia sedang marahan ya dengan kekasihnya," batin Kiara yang bertanya-tanya dan Kiara mendadak sangat kepo. Dengan hubungan Kevin dan juga dengan Monica yang sepengatahuannya juga memiliki hubungan dengan kakaknya.


"Sudah sampai di rumahmu," ucap Kevin yang membuat Kiara keget. Kiara yang sibuk melamun sampai tidak sadar jika mobil itu sudah berhenti.


"Oh sudah sampai ternyata," ucap Kiara yang tampak sangat linglung. Kebanyakan mengkhayal membuatnya tidak sadar jika sudah sampai rumah.


"Oh ya sudah kalau begitu saya permisi dulu tuan. Terima kasih sudah mengantar saya dan jangan lupa jaga kesehatan tuan dan minum obatnya supaya luka tuan cepat sembuh," ucap Kiara sembari membuka saefty beltnya dengan memberi banyak pesan pada Kevin.


" Baiklah. Lain kali kamu hati-hati," ucap Kevin membuat Kiara bingung.


"Hati-hati memang saya akan kenapa?" tanya Kiara heran.


"Turunlah," ucap Kevin yang membuat Kiara mengangguk. Dia bertanya tidak di jawab dan malah di suruh turun jadi bagaimana Kiara tidak kebingungan. Namun Kiara menghela napasnya.

__ADS_1


"Saya permisi tuan. Tuan jaga kesehatan dan semoga luka-luka tuan cepat sembuh," ucap Kiara yang berpesan sebelum pergi.


Kevin hanya diam saja dan membiarkan Kiara untuk pergi. Namun Kevin masih menunggu sampai Kiara memasuki rumahnya dan baru dia pergi melajukan mobilnya.


Kiara yang memasuki rumah dengan memaki kamarnya yang ingin menekan kenopi pintu.


"Siapa yang mengantar kamu Kiara?" tanya Rachel yang membuat Kiara kaget dan langsung membalikkan tubuhnya.


"Kenapa kamu diam? siapa yang mengantar kamu?" tanya Rachel lagi yang masih melihat Kiara mengelus dada.


"Pasien Kiara," jawab Kiara singkat ,"ya sudah Kiara masuk dulu ya. Kiara mau istirahat," ucap Kiara yang langsung memasuki kamarnya.


"Pasien. Siapa itu dan kenapa aku seperti mengenalinya?" batin Rachel yang sangat penasaran dengan orang yang mengantar Kiara. Karena tadi Rachel sempat melihat dari jendela. Namun memang Kevin tidak keluar. Jadi tidak dapat di lihatnya dengan jelas.


***********


Setelah Kevin mengantarkan Kiara Kevin pulang kembali kerumahnya dan di sana masih ada Monica yang duduk di ruang tamu bersama dengan Mitra Winata.


Kevin hanya melihat sebentar ke 2 orang tersebut dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Pernikahan mu dan Monica akan di laksanakan secepatnya," ucap Mitra Winata tiba-tiba yang membuat langkah Kevin terhenti.


Kaget itu bukan hanya ada pada Kevin saja. Tetapi juga pada Monica yang sebelumnya tidak tau tentang hal itu.


"Maksud om apa?" tanya Monica dengan wajah kagetnya.


"Om rasa kamu tidak akan protes kan Monica tentang pernikahan kalian yang akan di laksanakan secepatnya dan Om ingin kalian menikah secepatnya dan orang tua kamu juga akan setuju dengan hal ini dan ini juga untuk memperbanyak suara pemilihan untuk Kevin," ucap Mitra Winata dengan tersenyum kepada Monica.


Justru Monica yang gusar dan terlihat sangat gelisah, ya pasti dia akan jauh lebih gelisah. Karena dia mempunyai pria lain yang di cintainya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2